Sosial Media
Live Skor Bola - Flashscore
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Berita Featured Liga Indonesia Persib Bandung Persija Jakarta Sepak Bola Sepak Bola Indonesia Spesial Super League

    Ada Pelemparan di Laga Persija Vs Persib, Operator Buka Suara soal Potensi Sanksi - Semua Halaman - Bolasport

    6 min read


    Terverifikasi Administratif dan Faktual oleh Dewan Pers

  • Home
  • SUPER LEAGUE
  • Rabu, 16 September 2026 | 11:00 WIB

    Direktur Kompetisi I.League, Asep Saputra, buka suara soal insiden pelemparan di laga Persija Vs Persib pada pekan ke-2 Super League 2026/2027.Direktur Kompetisi I.League, Asep Saputra, buka suara soal insiden pelemparan di laga Persija Vs Persib pada pekan ke-2 Super League 2026/2027. (MUHAMMAD ALIF AZIZ MARDIANSYAH/BOLASPORT.COM)

    BOLASPORT.COM - Direktur Kompetisi I.League, Asep Saputra, buka suara menanggapi insiden pelemparan yang sempat mewarnai duel panas antara Persija Jakarta kontra Persib Bandung.

    Duel sarat gengsi bertajuk El Clasico Indonesia antara Persija melawan Persib sukses itu berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta, Sabtu (12/9/2026).

    Pertandingan pekan kedua Super League 2026/2027 itu sejatinya berakhir dengan kemenangan dramatis Macan Kemayoran 2-1 di hadapan 58.961 suporter yang memadati stadion.

    Secara umum laga berjalan aman dan kondusif hingga peluit panjang dibunyikan.

    Namun, pertandingan besar tersebut tak sepenuhnya luput dari sorotan minor.

    Baca Juga: Laga Persija Vs Persib Tuntas dan Sukses, I.League Bicara soal Tantangan Panas Arema FC Vs Persebaya

    Pasalnya, sempat terjadi insiden pelemparan dari arah tribune penonton ke arah lapangan.

    Aksi pelemparan tersebut menyasar gelandang Persib, Beckham Putra, beserta rombongan pemain Maung Bandung lainnya yang tengah melakoni sesi pemanasan di tepi lapangan.

    Saat pelemparan itu terjadi memang menjadi sorotan, karena Beckham Putra sempat menunjukkan patch pada lengannya.

    Bahkan pemain berlabel Timnas Indonesia tersebut juga sempat mengambil air yang dilemparkan itu dan langsung meminumnya.

    Insiden tak terpuji ini lantas menuai tanda tanya di kalangan pencinta sepak bola Tanah Air, terutama terkait potensi adanya sanksi disiplin bagi pihak panitia pelaksana maupun klub tuan rumah.

    Menanggapi kejadian tersebut, Direktur Kompetisi I.League, Asep Saputra, menegaskan bahwa operator kompetisi menyerahkan sepenuhnya kepada mekanisme regulasi yang berlaku.

    Asep memastikan bahwa seluruh pertandingan, tanpa terkecuali, diawasi secara langsung oleh perangkat pertandingan resmi.

    "Saya pikir normal ya, sama statusnya dengan 305 pertandingan lainnya," ujar Asep Saputra kepada BolaSport.com di Jakarta International Convention Center, Senayan, Jakarta, Minggu (13/9/2026).

    "Secara khusus pertandingan terlaksana, ada proses persiapan, kan juga kita punya match commissioner di setiap pertandingan," ucapnya.

    Lebih lanjut, Asep Saputra menjelaskan bahwa setiap tindakan yang melanggar aturan di lapangan hijau akan dilaporkan secara berjenjang oleh Pengawas Pertandingan atau Match Commissioner.

    Apabila bukti-bukti pelanggaran mengarah pada pelanggaran Kode Disiplin, maka proses sanksi akan berjalan sesuai koridor hukum yang ada.

    "Kalau tadi pertanyaan soal ada beberapa tindakan ya mekanisme pertandingan normallah," kata Asep Saputra.

    "Match Commissioner akan melihat mengakses, melaporkan, kalaupun terjadi misalnya hal-hal yang tidak sesuai dengan regulasi, kode disiplin, nanti dalam prosedurnya tentu akan diproses," jelasnya.

    Asep pun menggarisbawahi bahwa tidak akan ada perlakuan istimewa ataupun pengecualian aturan, meskipun laga tersebut berlabel partai akbar dengan tensi rivalitas tertinggi di Tanah Air.

    "Di situ normallah tidak hanya khusus kepada pertandingan Persija Vs Persib saja, tetapi ada 305 pertandingan lainnya statusnya sama," tuturnya.

    Setelah suksesnya menggelar laga El Clasico Indonesia tersebut, I.League menilai bahwa ini bisa jadi modal bagus ke depannya.

     Baca Juga: I.League Yakin Klub Championship Bisa Bersaing dengan Tim Super League di League Cup 2026

    Pasalnya, ke depannya masih ada beberapa laga besar salah satunya derbi Jawa Timur yakni antara Arema FC Vs Persebaya Surabaya.

    Derbi Jawa Timur yang dikenal dengan ribalitas tinggi ini dijadwalkan berlangsung pada 29 November 2026 mendatang.

    Asep tak menampik bahwa setiap pertandingan memiliki tingkat risiko yang berbeda.

    Namun, ia optimistis kelancaran laga Persija vs Persib di Jakarta menjadi dorongan moral yang sangat berharga untuk menyongsong Derbi Jatim dan partai-partai krusial lainnya.

    "Tapi konteksnya sekali lagi selalu menyebutkan 305 pertandingan Super League, artinya satu terlaksana tentu juga menjadi sebuah dukungan positif untuk match-match lainnya, tentu masih ada banyak PR, karena kita baru memulai, tetapi sekali lagi ini menjadi energi positif lah," ungkap Asep.

    "Semoga semua pihak tetap menjaga kondusivitas, klub, pemain, match ofisial, penonton terutama, dan juga termasuk kami pun bagaimana cara konsisten memastikan regulasi."

    "Match operasional berjalan, dan juga penonton yang hadir betul-betul merasakan sebuah kompetisi yang harusnya semakin baik dan semakin memberikan nilai value yang lebih lah untuk sepak bola kita," pungkasnya.

    Komentar
    Additional JS