4 Fakta Pemain Bola di Tasikmalaya Meninggal Saat Bertanding - detik
Tasikmalaya -
Ajang Piala Ketua PSSI Kota Tasikmalaya Antarkecamatan U-40 2026 berujung duka. Seorang pemain Kecamatan Cibeureum, Ahid Ali Hasbi (43), meninggal dunia setelah tiba-tiba pingsan dan ambruk saat pertandingan berlangsung di Stadion Wiradadaha, Kota Tasikmalaya, Minggu (20/9/2026) sekitar pukul 11.30 WIB.
Ahid dilaporkan mendadak kehilangan kesadaran di tengah pertandingan. Insiden tersebut membuat suasana lapangan seketika berubah menjadi duka.
Berikut fakta-faktanya:
1. Baru 5 Menit
Insiden tersebut terjadi pada laga antara Kecamatan Cibeureum melawan Kecamatan Kawalu saat pertandingan babak kedua baru berjalan sekitar lima menit.
Korban yang berdomisili di Negla Kaler, Kelurahan Setiajaya, Kecamatan Cibeureum, terjatuh setelah melepaskan umpan meski saat itu dirinya tidak terlibat kontak fisik dengan pemain lawan.
Korban sempat mendapatkan penanganan darurat dari tim medis Puskesmas Karanganyar Kawalu di lapangan sebelum dilarikan menggunakan ambulans menuju Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD dr. Soekardjo.
2. Meninggal di Rumah Sakit
Namun, setelah mendapat tindakan medis, nyawa korban tidak tertolong. Diduga kondisi fisik almarhum mengalami kelelahan ekstrem sebelum berlaga akibat kurang beristirahat pada malam harinya.
"Memang almarhum sedang main bola setelah mengoper bola terus berjalan sekitar 3-4 langkah, tidak ada sentuhan, karena agak jauh dengan lawan langsung terjatuh," ujar Ketua DPD Askot PSSI Kota Tasikmalaya, H. Wahid, Senin (21/9/2026).
"Dari posisi dia pingsan itu lagi tidak pegang bola, tidak ada sentuhan apapun. Itu babak kedua baru lima menitan, sempat ditanya, diganti gak? Gaskeun kuat begitu ngobrolnya," lanjut Wahid.
3. Sempat Begadang
Wahid menjelaskan, berdasarkan informasi dari pihak keluarga dan adik kandung almarhum yang turut bermain dalam laga tersebut, korban sempat melakukan aktivitas fisik hingga larut malam.
"Yang jelasnya kelelahan, karena malam itu, saya juga baru tahu dari keluarganya, sama adiknya, kan adiknya juga main, beda kondisi mungkin sama adiknya, adiknya kuat kan. Jadi malamnya itu habis pingpong (tenis meja), ngaliwet, begadang sampai setengah 2, jadi kelelahan," terang Wahid.
Mengenai penanganan medis dan kepastian lokasi meninggalnya korban, Wahid menegaskan bahwa pertolongan pertama telah diberikan sesuai SOP sebelum korban dirujuk ke rumah sakit. Pihak keluarga pun telah menerima musibah ini sebagai takdir.
4. Turnamen Dihentikan
Sebagai bentuk penghormatan dan rasa duka cita mendalam, Askot PSSI Kota Tasikmalaya bersama seluruh perwakilan tim peserta sepakat untuk menghentikan secara total seluruh rangkaian Turnamen Piala Ketua PSSI U-40 2026. Padahal turnamen baru melangsungkan dua pertandingan.
Sebagai gantinya, panitia akan menggelar laga amal untuk menggalang bantuan dan santunan bagi keluarga almarhum.
"Jadi semua sepakat bahwa pertandingan ini tidak akan dilanjutkan. Tadi malam sudah rapat, nanti akan mengakhiri kompetisi dengan semacam charity, nanti ada pertandingan amal untuk santunan kepada korban. Mungkin setelah 7 harinya almarhum," kata Wahid.
(bba/orb)