19 Gol dalam 20 Partai, Donyell Malen Jadi Predator Anyar Terganas dalam 67 Tahun! - Semua Halaman - Bolasport
Terverifikasi Administratif dan Faktual oleh Dewan Pers
Selasa, 1 September 2026 | 09:32 WIB
Donyell Malen kembali mencetak gol untuk AS Roma dalam pertandingan Liga Italia melawan Lecce di Via del Mare (31/8/2026). (CARLOS JASSO/AFP)
BOLASPORT.COM - Penyerang AS Roma, Donyell Malen, kembali mencatatkan rekor mengesankan sebagai predator pendatang tersubur dalam enam dekade terakhir di Liga Italia.
Terbaru, pemain seangkatan Maarten Paes dan Kevin Diks di timnas junior Belanda itu mengukir brace alias dua gol ke gawang Lecce.
Mentas di kandang lawan, Stadion Via del Mare, Senin (31/8/2026), AS Roma menghancurkan Lecce 4-0.
Ukiran dwigol Malen membuka pesta tersebut dalam periode 23 menit awal pertandingan.
Aksinya tersebut melanjutkan performa gila pada pekan pertama, di mana Malen mencetak hattrick ke gawang Fiorentina.
Belum apa-apa, striker jebolan Arsenal ini menguasai puncak daftar top skor sementara dengan raihan 5 gol.
Jumlah itu jauh melebihi enam pemain tersubur beriktunya yang baru mengumpulkan 2 gol.
Malen meneruskan apa yang dia mulai pada paruh kedua musim lalu.
Sebagai rekrutan tengah musim dari Aston Villa, dia langsung gacor dengan mencetak 14 gol dalam 18 partai Serie A.
Ditambah dengan start luar biasa musim ini, Malen sudah mengumpulkan 19 gol hanya dalam 20 pertandingan pertamanya di Liga Italia.
Angka tersebut sangat impresif karena memecahkan rekor yang sudah berusia 67 tahun!
Rasio ketajaman Malen sebagai pendatang baru hanya kalah dari dua predator legendaris AC Milan, Gunnar Nordahl (1949) dan Jose Altafini (1958-1959).
Dalam 20 partai pertamanya di Serie A, Nordahl dan Altafini sama-sama mencetak 20 gol atau rata-rata satu butir per partai.
Start mengesankan itu menjadi pijakan awal dari prestasi mereka sebagai monster gol Serie A.
Nordahl dan Altafini sama-sama menempati lima besar pencetak gol terbanyak sepanjang masa di kasta teratas Liga Italia.
Misi Scudetto
Nordahl mengoleksi 225 gol, hanya kalah dari Silvio Piola (274) dan Francesco Totti (250).
Adapun Altafini setingkat di bawahnya dengan catatan 216 gol, setara dengan Giuseppe Meazza (216).
Jangan-jangan start memukau Malen sebagai pendatang baru juga menjadi tanda-tanda dirinya adalah calon monster gol legendaris Serie A?
Urusan hal ini, eks pemain Borussia Dortmund belum berpikir terlalu jauh.
Dia cuma terfokus menjalani laga demi laga dengan tujuan utamanya membantu AS Roma merengkuh Scudetto yang sudah hilang sejak terakhir juara 2001 silam.
Baca Juga: AS Roma Kuasai Puncak Klasemen Liga Italia, Investasi 4,4 Triliun Rupiah Belum Selesai!
"Saya melakukan hal yang baik, tapi setiap pertandingan memiliki cerita sendiri di dalamnya," kata pria 27 tahun itu.
"Mencetak 19 gol dalam 20 partai? Saya bangga dengan hal itu."
"Mimpi itu (juara Liga Italia) ada karena suatu alasan, setiap orang berhak bermimpi."
"Namun, kami sangat fokus menjalani pertandingan demi pertandingan."
"Kami harus melangkah dengan kerendahan hati dan terus bekerja seperti yang selama ini kami lakukan," ucapnya, dikutip BolaSport.com dari Tuttomercatoweb.
Ketajaman Donyell Malen paralel dengan kedahsyatan start Tim Serigala musim ini.
Dalam dua partai perdana, anak asuh Gian Piero Gasperini memborong kemenangan dobel 4-0 atas Fiorentina dan Lecce.
Kinerja hebat ini membawa AS Roma memuncaki klasemen sementara dengan melampaui ketajaman sang petahana, Inter Milan.