Venue Netral Dadakan, Tanpa Penonton, dan Jadwal Menyiksa, Persib dan Persija Enggan Komplain - Bolasport
.com
Terverifikasi Administratif dan Faktual oleh Dewan Pers
Senin, 3 Agustus 2026 | 17:45 WIB
Suasana pertandingan antara Persib vs DPMM FC pada laga kedua Grup A Piala Presiden 2026 di Stadion Si Jalak Harupat, Bandung, pada Selasa (28/7/2026). (INSTAGRAM/@OFFICIALPIALAPRESIDEN)
BOLASPORT.COM - Persib Bandung dan Persija Jakarta tak mengeluhkan babak semifinal Piala Presiden 2026 yang penuh kontroversi.
Piala Presiden 2026 kembali menjadi buah bibir di kalangan peminat sepak bola Tanah Air.
Turnamen pramusim garapan PSSI tersebut mulai menunjukkan "dagelan" ketika memasuki babak semifinal.
Sejak awal, panitia Piala Presiden tidak menentukan arena pertandingan empat besar dan final.
Venue empat laga terakhir baru ditentukan setelah fase grup berakhir.
Empat semifinalis yang lolos dari dua grup yaitu Persib Bandung, Arema FC, Persebaya Surabaya, dan Persija Jakarta.
Untung saja tak ada klub luar negeri yang lolos, karena jika iya, ketidakpastian penyelenggaraan turnamen bisa terdengar sampai negara tetangga.
Pada Minggu (2/8/2026), ketua steering committee Maruarar Sirait menyatakan babak semifinal dan final akan digelar di Bali.
Malam harinya, akun resmi Piala Presiden menyatakan partai panas tersebut tak boleh dihadiri penonton!
Baca Juga: Link Live Streaming Persib Vs Persija - Duel 2 Tim yang Masih Malu-malu Ingin Menang
Sudah begitu, jadwal semifinal menuju final juga menyiksa, hanya berjarak satu hari!
Semifinal digelar pada 4 Agustus, dan perebutan tempat ketiga serta final dilangsungkan pada 6 Agustus.
Meski berbagai keputusan di atas menuai sorotan negatif di media sosial, para klub yang terlibat memilih tak mengeluh.
Gelandang Persib Dedi Kusnandar mengaku siap bermain di mana pun.
"Di mana pun kami harus siap, kami ikuti instruksi," ujar Dedi di laman resmi klub.
"Kita tahu lawannya siapa, pasti semua sudah tahu harus seperti apa dan harus bagaimana," tambahnya.
Bek Persija Ilham Rio Fahmi juga memilih berfokus pada tim sendiri dan tak mendengarkan keributan di luar.
"Kami melihat ini sebagai turnamen pramusim," tegas Rio di laman resmi klub.
"Jadi sejak awal tujuan kami adalah mempersiapkan tim agar lebih siap menghadapi kompetisi yang sesungguhnya."
"Sekarang sebagai pemain, fokus kami adalah pemulihan, kami harus memastikan kondisi tubuh siap untuk menghadapi semifinal nanti," tandasnya.
Jika Piala Presiden terus saja menimbulkan riak, masih perlukah turnamen ini dipertahankan?
Baca Juga: Prabowo Minta PSSI dan Erick Thohir Bawa Timnas Indonesia Lolos ke Piala Dunia 2030