UEFA, Concacaf, dan AFC Bersatu Melawan FIFA, Bahas Rencana Gelar Kompetisi Tandingan - Kompas
KOMPAS.com - Hubungan FIFA dengan sejumlah konfederasi kian memanas usai UEFA, Concacaf, dan AFC mendesak agar Gianni Infantino melepas jabatannya.
UEFA, Concacaf, dan AFC juga telah menulis surat terbuka yang menyebut "kepemimpinan yang melayani sepak bola, bukan yang berusaha memerintahnya".
FIFA dianggap telah menghancurkan sepak bola lewat proposal FIFA Forward Enterprise yang belakangan telah resmi dibatalkan akibat gelombang protes.
Ketiga konfederasi itu menuding Infantino "mengkhianati kepercayaan melalui penipuan" dan menilai bahwa proposal tersebut seharusnya tidak diluncurkan secara sepihak.
Ini Ranking FIFA Terbaru usai Piala Dunia 2026, Spanyol "Tendang" Argentina!
Baca juga: UEFA, AFC, dan Concacaf Kecam FIFA soal Rencana Jual Saham Piala Dunia
Bukan hanya itu, UEFA, Concacaf, dan AFC telah memulai diskusi awal untuk membentuk kompetisi tandingan FIFA sebagai bentuk protes menurut laporan dari Guardian.
Bahkan Piala Dunia Wanita U20 pada bulan depan bisa saja tak akan diikuti oleh tim-tim Eropa karena protes ini.
Bersatu Mencari Kandidat Pengganti Infantino
Surat tersebut diandatangani oleh presiden UEFA , Aleksander Ceferin, presiden AFC, Sheikh Salman bin Ibrahim Al Khalifa, dan presiden Concacaf, Victor Montagliani.
Ketiganya bersatu untuk mencari kandidat baru sebagai pengganti Infantino. Muncul kabar, Montagliani akan menjadi salah satu kandidat utama.
"Kepemimpinan dalam sepak bola bukanlah sebuah kepemilikan. Ini bukan tentang memegang atau menuntut kekuasaan untuk dipegang. Ini adalah kewajiban untuk melayani keluarga sepak bola yang mempercayakannya."
Baca juga: Presiden LaLiga Javier Tebas: Rezim Gianni Infantino Sudah Selesai!

Lihat Foto
"Ketika kepercayaan dikhianati melalui penipuan, ketika seorang individu menempatkan dirinya di atas kolektif yang mempercayakan wewenang kepadanya, kewajiban itu telah ditinggalkan," isi dalam surat tersebut.
Ketiga presiden itu juga meminta investigasi independen dari pihak di luar sepak bola untuk mengusut skandal tersebut.
Mereka turut menanggapi kekhawatiran anggota FIFA soal kemungkinan hilangnya bantuan finansial jika terjadi pergantian kepemimpinan.
Baca juga: FIFA Kecam Upaya Goyahkan Gianni Infantino di Tengah Krisis Organisasi
“[bukan] tentang asosiasi anggota mana pun yang kehilangan dukungan yang telah diperolehnya, terlepas dari upaya menakut-nakuti yang diarahkan kepada kepemimpinan kami untuk menyarankan sebaliknya,” sambungnya.
Bursa Calon Presiden FIFA Masih Dibuka
Kandidat yang ingin maju di pemilihan umum FIFA diberi kesempatan untuk mengumumkan pencalonan mereka paling lambat 18 November.
Termasuk tiga konfederasi tersebut yang diberi kesempatan mencari penggantin Infantino asalkan tetap sesuai dengan statuta dan kerangka tata kelola FIFA.
Meski tiga konfederasi tersebut menunjukkan sikap berbeda, kondisi di internal asosiasi anggotanya jauh lebih kompleks.
Baca juga: UEFA Abaikan Permintaan Maaf Gianni Infantino, Boikot Kompetisi FIFA Tetap Berlanjut
Hanya sedikit negara di luar Eropa yang berani menentang Infantino atau menarik dukungan untuk pemilihannya kembali pada Maret mendatang.
Bahkan, dua konfederasi besar lainnya seperti CAF dan CONMEBOL baru-baru ini menegaskan dukungan mereka kepada Infantino.
Sejumlah asosiasi anggota besar juga dilaporkan telah mengirim surat kepada Infantino untuk meminta penjelasan terkait skema FFE walau belum ada respons atas permintaan tersebut.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang
Pelatih Spanyol Beberkan Kunci Spanyol Bikin Messi dan Argentina Tak Berkutik di Laga Final