UEFA, AFC dan CONCACAF Serang Infantino soal Skema Hak Komersial Piala Dunia - KONTAN
KONTAN.CO.ID - Krisis kepemimpinan di FIFA semakin memanas. UEFA, Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC), dan CONCACAF melontarkan kritik keras kepada Presiden FIFA Gianni Infantino terkait rencana penjualan sebagian hak komersial Piala Dunia yang kini telah dibatalkan.
Ketiga konfederasi tersebut menyampaikan kritik melalui surat terbuka kepada komunitas sepak bola pada Senin (10/8/2026).
Baca Juga: Badai Dolphin Menghantam Timur China, Hampir 950 Penerbangan di Shanghai Dibatalkan
Mereka menilai Infantino telah merusak kepercayaan melalui "penipuan" dalam proses pengajuan rencana tersebut serta menempatkan kepentingan pribadi di atas kepentingan kolektif sepak bola.
Meski tidak secara terbuka menyerukan pergantian kepemimpinan FIFA, ketiga konfederasi meminta dilakukannya investigasi yang sepenuhnya independen untuk mengungkap apa yang terjadi di balik rencana tersebut.
"Kekuatan sepak bola selalu berasal dari persatuannya," demikian isi surat terbuka tersebut.
Mereka juga menyerukan kepemimpinan yang melayani kepentingan sepak bola, bukan kepemimpinan yang berupaya mengendalikan organisasi.
Baca Juga: Bursa Global Menguat Tipis Senin (10/8), Investor Pantau Inflasi AS dan Selat Hormuz
Rencana Penjualan Hak Piala Dunia
Infantino menghadapi pemberontakan terbuka dari sejumlah pihak di dunia sepak bola setelah mengusulkan, kemudian membatalkan, rencana untuk melepas 20% hak komersial Piala Dunia kepada investor swasta.
Rencana tersebut diperkirakan dapat menghasilkan dana sekitar US$4,2 miliar bagi FIFA.
Sumber yang mengetahui proses tersebut mengatakan UEFA, AFC, dan CONCACAF melihat surat terbuka ini sebagai kesempatan bagi Infantino untuk mengundurkan diri secara terhormat sebelum pemilihan kembali presiden FIFA tahun depan.
UEFA, dengan dukungan AFC dan CONCACAF, bahkan telah mengancam memboikot turnamen FIFA apabila tidak mendapatkan jaminan bahwa skema serupa tidak akan kembali diusulkan pada masa mendatang.
"Kepemimpinan dalam sepak bola bukanlah sebuah kepemilikan. Kepemimpinan bukan tentang memegang atau menuntut kekuasaan untuk dimiliki. Kepemimpinan adalah tugas untuk melayani keluarga sepak bola yang memberikan kepercayaan," tulis ketiga konfederasi.
Mereka menilai kepercayaan telah rusak akibat tindakan Infantino.
Baca Juga: Pentagon Tegaskan AS Tak Tinggalkan Asia, Minta Negara Mitra Perkuat Pertahanan
Minta Investigasi Independen
UEFA, AFC, dan CONCACAF juga mengkritik pertemuan darurat FIFA di Maroko pada pekan lalu.
Menurut mereka, hanya satu pejabat terpilih yang hadir dalam pertemuan tersebut.
Ketiganya meminta dilakukan investigasi independen tanpa keterlibatan FIFA untuk menentukan penyebab dari apa yang mereka sebut sebagai "kegagalan penilaian yang mendalam".
Presiden Federasi Sepak Bola Norwegia, Lise Klaveness, yang selama ini dikenal sebagai salah satu kritikus Infantino, pada Jumat (7/8) juga mendesak pria berusia 56 tahun tersebut segera mengundurkan diri.
Setelah berhasil meredam perbedaan pendapat internal dalam pertemuan darurat, FIFA kemudian meminta maaf kepada 211 asosiasi anggota.
Infantino juga berupaya mendapatkan kembali dukungan dari enam konfederasi yang menjadi bagian dari badan sepak bola dunia tersebut.
Baca Juga: Rupiah Lanjutkan Penguatan Senin (10/8), Saham Asia Menguat Ditopang Reli Saham AI
Dukungan untuk Infantino Masih Ada
Di tengah tekanan tersebut, Infantino masih mendapatkan dukungan dari sejumlah konfederasi dan asosiasi sepak bola.
Konfederasi Sepak Bola Afrika (CAF) sebelumnya mengeluarkan pernyataan atas nama 54 anggotanya untuk mendukung Infantino. Meksiko dari kawasan CONCACAF juga menyatakan dukungan, begitu pula Argentina, Paraguay, Ekuador dan Bolivia dari Amerika Selatan.
FIFA pada Jumat juga mengeluarkan pernyataan keras terhadap para pengkritik Infantino. FIFA menyebut terdapat upaya terkoordinasi dan berkelanjutan untuk melemahkan kepemimpinan Infantino.
Badan sepak bola dunia tersebut menegaskan bahwa setiap upaya untuk menantang kepemimpinan presiden harus dilakukan sesuai dengan statuta dan prosedur demokratis FIFA.
Pernyataan FIFA muncul setelah laporan The Daily Telegraph mengenai pembayaran UEFA kepada seorang mantan karyawan ketika Infantino masih menjabat sebagai sekretaris jenderal badan sepak bola Eropa tersebut.
Baca Juga: Nikkei Jepang Ditutup Naik 2% Senin (10/8), Saham AI dan Chip Jadi Penopang Utama
Infantino membantah tuduhan tersebut, sementara FIFA menyebutnya tidak berdasar.
Hampir 70 dari 211 asosiasi anggota FIFA secara terbuka telah menyatakan akan memilih Infantino.
Namun, sekitar 12 asosiasi menarik kembali dukungan yang sebelumnya telah diberikan atau menyatakan tidak akan memilihnya.
Infantino membutuhkan dukungan dua pertiga suara pada putaran pertama atau mayoritas sederhana pada putaran berikutnya untuk memperpanjang masa kepemimpinannya hingga 2031.
Meski demikian, barisan konfederasi yang mengaku telah kehilangan kepercayaan terhadap Infantino belum sepenuhnya solid.
Sejumlah negara Asia masih mendukungnya, demikian pula Meksiko dari kawasan CONCACAF.