Tak Ada Hadiah Uang di Kejuaraan Dunia BWF 2026, Ini Alasannya - Tribunnews
Ringkasan Berita:
- Kejuaraan Dunia BWF 2026 menjadi salah satu turnamen paling bergengsi yang tidak memberikan hadiah uang kepada para juara
- Kebijakan tersebut telah berlaku sejak 1977 dan sempat menuai kritik, termasuk dari legenda Malaysia Rashid Sidek yang menilai juara dunia layak mendapatkan apresiasi berupa hadiah uang
- Terlepas dari tidak adanya hadiah uang, Kejuaraan Dunia BWF tetap memiliki nilai prestise yang sangat tinggi bagi para pemain
TRIBUNNEWS.COM - Kejuaraan Dunia BWF menjadi salah satu turnamen paling bergengsi dalam kalender bulu tangkis dunia.
Sejak pertama kali digelar pada 1977, Kejuaraan Dunia BWF telah beberapa kali mengalami perubahan. Mulai dari jumlah peserta, format pertandingan, hingga jadwal penyelenggaraan.
Meski telah berlangsung selama puluhan tahun dan terus mengalami sejumlah perubahan, ada satu aturan yang tetap dipertahankan hingga sekarang.
Aturan paten tersebut adalah tidak adanya hadiah uang bagi para juara.
Ya, Badminton World Federation (BWF) memang tidak memberikan hadiah berupa uang tunai kepada pemain yang berhasil menjadi juara dunia.
Para pemain yang berhasil menjadi juara dunia hanya mendapatkan gelar dan penghargaan, tanpa menerima hadiah uang langsung dari BWF.
Kebijakan tersebut sempat menuai kritik dari berbagai kalangan.
Baca juga: Korea Masters Tuntas, Perang Bintang Badminton Siap Menggebrak Kejuaraan Dunia BWF 2026

Sejumlah pemain, ofisial, bahkan negara-negara yang tidak memiliki tradisi juara mempertanyakan keputusan tersebut.
Mereka menilai perjuangan besar yang harus dilalui seorang atlet untuk menjadi juara dunia seharusnya mendapatkan apresiasi dalam bentuk hadiah uang.
Rashid Sidek Pernah Kritik BWF
Salah satu kritik pernah disampaikan legenda tunggal putra Malaysia, Rashid Sidek, pada 2020 lalu.
Rashid Sidek menilai jika hadiah uang tunai merupakan bentuk penghargaan yang layak diterima oleh seorang juara dunia.
Tunggal putra peraih medali emas Olimpiade Atlanta 2996 itu juga menilai BWF sebenarnya memiliki kemampuan finansial untuk memberikan hadiah tersebut.
Saat itu, Rashid Sidek mengacu pada data yang menyebutkan bahwa BWF mampu menghasilkan pendapatan sekitar 25,1 juta dolar AS atau sekitar Rp357 miliar sepanjang kalender kompetisi.
Menurutnya, sebagian dari pendapatan tersebut semestinya dapat dialokasikan untuk memberikan hadiah kepada para pemain yang berhasil menjadi juara.
Baca juga: Venue Kejuaraan Dunia BWF 2026 Direnovasi Hampir Rp 40 Miliar, Libatkan Ahli Lighting dari Indonesia
BWF Ungkap Alasan Tak Berikan Hadiah
Bersamaan dengan kritik yang disampaikan Rashid Sidek, BWF kemudian memberikan penjelasan mengenai kebijakan tersebut melalui Sekretaris Jenderal BWF saat itu, yakni Thomas Lund.
Lund menegaskan bahwa tidak adanya hadiah uang bukan berarti para pemain tidak mendapatkan manfaat finansial dari ekosistem bulu tangkis yang dibangun BWF.
"Kejuaraan dunia tidak pernah ada hadiah uang."
"Hal itu sama seperti Olimpiade, namun setiap uang dari pendapatan kami, kami berikan kembali untuk bulu tangkis."
"Kami melakukan tur dunia yang menguntungkan dan hal itu adalah bagian terbesar dari kompetisi kami," kata Lund, dikutip dari The Star pada 2020 lalu.
Menurut Lund, sistem tersebut sudah menjadi bagian dari Kejuaraan Dunia BWF sejak turnamen itu pertama kali diselenggarakan.
Kebijakan serupa juga diterapkan pada sejumlah turnamen bergengsi lainnya, seperti Piala Thomas-Uber, Piala Sudirman, dan Kejuaraan Dunia Junior.
Lund menjelaskan bahwa pendapatan yang diperoleh BWF digunakan kembali untuk mendukung perkembangan olahraga bulu tangkis secara global.
"Kami menerima 17 juta dollar AS (Rp241 miliar) untuk tahun ini (2020)."
"Pendapatan itu digunakan untuk pengembangan seluruh pertandingan (bulu tangkis)."
"Pengembangan yang dimaksud seperti peningkatan kualitas pemain agar menjadi kelas atas hingga dalam menjadi tuan rumah suatu turnamen," tambah Lund.
Terlepas dari tidak adanya hadiah uang dari BWF, Kejuaraan Dunia BWF tetap memiliki nilai prestise yang sangat tinggi bagi para pemain.
Gelar juara dunia menjadi salah satu pencapaian terbesar selain Olimpiade yang menjadi target dari seorang pebulu tangkis.
Tahun ini, Kejuaraan Dunia BWF 2026 akan digelar di Indira Gandhi Indoor Stadium, New Delhi, India, pada 17 hingga 23 Agustus pekan depan.
Indonesia mengirimkan 11 wakil yang akan memanaskan persaingan juara dunia.
Di sektor tunggal putra ada Jonatan Christie dan Alwi Farhan.
Lalu di tunggal putri, Indonesia diwakili Putri Kusuma Wardani dan Thalita Ramadhani Wiryawan.
Sedangkan ganda putra diisi Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri, Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani, serta Raymond Indra/Nikolaus Joaquin.
Kemudian di ganda putri, ada Rachel Allessya Rose/Febi Setianingrum dan Febriana Dwipuji Kusuma/Meilysa Trias Puspitasari di ganda putri.
Sementara ganda campuran mengandalkan Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah dan Marwan Faza/Aisyah Salsabila Putri Pranata.
(Tribunnews.com/Isnaini)