Super League dan Championship Hampir Dimulai, PSM Makassar dan PSBS Biak Belum Bereskan Sanksi FIFa - Bolasport.
Terverifikasi Administratif dan Faktual oleh Dewan Pers
Kamis, 20 Agustus 2026 | 15:30 WIB
Asisten Pelatih PSBS Biak Erol Iba menemui perwakilan I.League untuk menagih hak musim 2025/26. (MUHAMMAD ALIF AZIZ MARDIANSYAH/BOLASPORT.COM)
BOLASPORT.COM - PSM Makassar dan PSBS Biak belum menyelesaikan sanksi FIFA menjelang dimulainya Super League dan Championship musim 2026/27.
Masih ada dua klub tersisa di dua kasta profesional sepak bola Indonesia yang disanksi FIFA.
Laman FIFA Registration Bans menunjukkan terdapat lima klub yang masih mendapatkan hukuman.
Dari lima klub tersebut, dua di antaranya sudah dalam keadaan tidak aktif.
Dua klub tak aktif tersebut yaitu Persiwa Wamena dan Kalteng Putra FC, sehingga kemungkinan besar sanksi tak akan dibereskan.
Satu klub lagi yaitu Sriwijaya FC baru saja terdegradasi dari Championship dan akan berlaga di kompetisi kasta ketiga.
Klub legendaris era 2000-an itu mengalami problem finansial akut pada musim lalu sehingga finis sebagai juru kunci Grup Barat Championship 2025/26.
Menjelang musim 2026/27, tak diketahui apakah klub tersebut akan membereskan sanksi, atau memilih seperti dua klub yang disebut pertama, mati suri.
Dua klub "teratas" yang mendapatkan sanksi FIFA yaitu PSM Makassar dan PSBS Biak.
PSM Makassar bersiap menyambut kasta tertinggi Super League 2026/27.
Klub berjuluk Juku Eja itu telah mendatangkan pelatih baru Darije Kalezic dan sejumlah pemain anyar.
Para pemain anyar tersebut termasuk lima pemain asing, yaitu Stefan Jevtoski, Luka Bulatovic, Nenad Lalic, Navarone Foor, dan Sergio Aguero.
Dilansir dari FIFA Registration Bans, PSM mendapatkan dua sanksi dengan masing-masing berupa larangan pendaftaran pemain baru selama tiga periode.
Jika PSM tak membereskan sanksi itu, mereka terancam tak bisa mendaftarkan pemain baru.
Adapun PSBS Biak menjadi kolektor terbanyak sanksi FIFA, yaitu 13 hukuman!
Sejauh ini tak ada tanda-tanda kehidupan di akun media sosial PSBS sejak terdegradasi dari Super League musim lalu.
Musim ini seharusnya bermain di Championship, mantan asisten pelatih Erol Iba sampai mendatangi I.League untuk menagih hak-hak yang seharusnya diterima seluruh skuad.
"Kalau saya pribadi, saya sudah sering sampaikan (kepada manajemen) tapi enggak ada tanggapan sama sekali," ungkap Erol Iba (21/7/2026).
"Bahkan ada berapa pemain kan sudah diblok sama nomor-nomornya itu," tambahnya.
Super League akan dimulai pada 4 September dan Championship ditabuh pada 12 September.
Makin sempit waktu bagi PSM dan PSBS untuk menyelesaikan problem mereka agar bisa mendaftarkan pemain di kompetisi resmi.
Baca Juga: Thailand Hampir Disingkirkan Singapura, Pelatih Anthony Hudson Senggol Timnas Indonesia