Pernah Untungkan Veda usai Didiskualifikasi dari Balapan Moto3 2026, Adik Pembalap MotoGP Mulai Meresahkan - Semua Halaman - Bolasport
.com
Terverifikasi Administratif dan Faktual oleh Dewan Pers
Minggu, 16 Agustus 2026 | 16:30 WIB
Pembalap Leopard Racing, Adrian Fernandez, pada Practice Moto3 Jerman 2026 di Sachsenring, Jerman, Jumat (10/7/2026). (LEOPARDRACING.COM)
BOLASPORT.COM - Adrian Fernandez tengah merasakan kebangkitan usai mendapatkan hukuman berat karena kelalaian timnya pada Moto3 2026.
Penampilan yang mulai membaik ditunjukkan Adrian Fernandez dalam seri terkini Moto3 2026 yang berlangsung di Sirkuit Silverstone, Inggris.
Dalam seri pembuka untuk putaran kedua Moto3 2026 tersebut, andalan Leopard Racing itu nyaris mengukir podium atau bahkan kemenangan.
Aksi dan upaya maksimal dari Fernandez bertahan hingga masa-masa akhir lomba sebelum dia harus puas meraih finis di posisi keempat.
Kendati belum berhasil mengamankan podium atau bahkan kemenangan dalam seri Moto3 Inggris 2026, rekan setim Guido Pini itu bisa berharap lagi.
Bagaimana tidak? Hasil di seri ke-12 dalam kalender Moto3 2026 itu menjadi hasil terbaiknya setelah finis di posisi serupa dalam GP Italia.
Adik dari pembalap MotoGP milik Trackhouse MotoGP Team, Raul Fernandez tersebut memang mengalami kesulitan sebelum mengaspal di Silverstone.
Fernandez bahkan tak mampu menembus finis di posisi 5 besar dalam 4 seri beruntun yaitu GP Hungaria, GP Ceko, GP Belanda dan GP Jerman.
Kendati penampilannya cukup kompetitif di 4 seri tersebut, hal itu tak cukup bagi Fernandez dalam mengemban misi kebangkitan.
Baca Juga: Veda di Ambang 100 Poin, 2 Rookie Moto3 2026 seperti Pesakitan usai Balapan di Silverstone
Rider asal Spanyol itu sedang mencari podium pertamanya setelah mendapatkan hukuman berat berupa diskualifikasi dari 6 seri beruntun.
Hasil 2 podium yang sebelumnya membuat Fernandez berada di peringkat ketiga klasemen lenyap begitu saja setelah timnya terbukti melakukan pelanggara teknis mesin.
Tak ayal, perjuangan Fernandez sejak seri pembuka di GP Thailand, Brasil, Amerika, Spanyol, Prancis dan Catalunya tidak terhitung.
Sanksi berat yang sempat didapatkan Fernandez itu menghadirkan efek domino yang besar di mana Veda Ega Pratama menjadi pihak yang diuntungkan.
Andalan Honda Team Asia asal Gunungkidul, Yogyakarta tersebut sempat naik ke peringkat 3 sebelum melorot ke ranking 6 hingga balapan GP Inggris.
Finis posisi 4 ini membuat Fernandez semringah di mana dia akhirnya bisa mencicipi kembali ketatnya persaingan di barisan depan.
"Hari ini akhirnya kami bisa kembali ke depan," kata Fernandez, dilansir BolaSport.com dari laman resmi Leopard Racing.
Dalam kesempatan yang sama, Fernandez juga mengucapkan apresiasi kepada seluruh tim yang telah bekerja keras dalam menemukan setelan motor terbaik.
"Saya ingin berterima kasih kepada tim atas semua jam kerja ekstra yang telah mereka curahkan, mengingat kami tak menjalani waktu yang mudah dalam beberapa seri terakhir," ucap Fernandez.
Lebih lanjut, Fernandez tak menutup mata hasil ini masih jauh dari kata memuaskan karena masih ada kendala yang dia rasakan Ketika melaju di lintasan.
Terlepas dari itu, hasil di GP Inggris membuktikan bahwa dia dan Leopard Racing telah kembali ke jalur yang benar dalam menghadapi persaingan di sisa musim ini.
"Saya rasa kami masih kekurangan sedikit untuk bisa menjalani balapan seperti yang kami inginkan," ucap Fernandez menjelaskan.
"Tetapi kami bisa mengatakan bahwa kami mulai merasa seperti diri kami sendiri lagi dan bahwa kami menuju ke arah yang benar."
"Terima kasih banyak kepada tim dan semua orang yang mendukung saya," imbuhnya.
Baca Juga: Dikalahkan Veda dengan Telak saat GP Inggris, Murid Mantan Manajer Marc Marquez Tidak Frustrasi