Media Inggris Labeli Perang Saudara, Federasi Meksiko dan Argentina Gabung PSSI Dukung Gianni Infantino - Semua Halaman - Bolasport
Terverifikasi Administratif dan Faktual oleh Dewan Pers
Jumat, 7 Agustus 2026 | 20:00 WIB
BOLASPORT.COM - Federasi Sepak Bola Meksiko dan Argentina mendukung Presiden FIFA Gianni Infantino untuk bertahan di jabatannya.
Perseteruan di pucuk tertinggi otoritas sepak bola dunia terus memanas.
FIFA sedang dituntut melakukan perubahan setelah skandal percobaan penjualan saham Piala Dunia.
Presiden FIFA, Gianni Infantino, menjadi sosok yang ditekan terus menerus untuk mengundurkan diri.
Meski begitu Infantino bergeming lantaran masih mendapatkan sokongan dari sejumlah federasi di dunia.
Salah satu yang telah menyatakan dukungan yaitu PSSI yang dipimpin Erick Thohir.
"PSSI mengapresiasi komitmen keberlanjutan Presiden Gianni Infantino yang memupuk persatuan di komunitas sepak bola global, memajukan pengembangan sepak bola, dan memperkuat seluruh anggota FIFA," tulis PSSI.
"Indonesia mengalami sendiri dampak positif inisiatif FIFA di bawah kepemimpinannya (Infantino)."
"Inisiatif FIFA di Indonesia mengejawantahkan misi global FIFA menjadi perkembangan nyata dan pembangunan di sepak bola Indonesia."
Baca Juga: Adik Kelas Pjanic Bisa Jadi The Next Dybala kalau Nurut Spalletti di Juventus
"Dengan riwayat ini, serta kepercayaan yang telah dibangun, telah menjadi fondasi dukungan terus menerus PSSI untuk Presiden Infantino dan untuk FIFA."
Sementara itu di belahan dunia lain, Federasi Sepak Bola Meksiko (MFF) dan Argentina (AFA) juga menyatakan dukungan.
Media Inggris, The Guardian, melabeli kubu-kubuan ini sebagai "perang saudara sepak bola".
"Meksiko dan Argentina berbaris di belakang Infantino untuk mempersengit perang saudara sepak bola," demikian artikel The Guardian (7/8/2026).
Sebelumnya, deretan federasi yang kontra terhadap Infantino antara lain Inggris, Wales, Finlandia, Serbia, Norwegia, Yordania, hingga Yunani.
Itu belum termasuk konfederasi UEFA (Eropa) dan Concacaf (Amerika Utara) yang terang-terangan berseberangan dengan FIFA.
Sementara itu, Conmebol (Amerika Selatan) dan CAF (Afrika) berada di kubu yang mendukung FIFA.
Situasi panas ini diprediksi terus berlangsung hingga Kongres FIFA pada Maret 2027 mendatang.
Pada kongres tersebut, Infantino sedianya mendapatkan dukungan absolut untuk maju lagi.
Namun skandal baru-baru ini membuat terdapat tantangan besar bagi dirinya untuk melanjutkan jabatan yang diembannya sejak 2016.