Mau Lolos ke Semifinal, Timnas Indonesia Wajib Mewaspadai Dua Senjata Andalan Singapura - Semua Halaman - Bolasport.
com
Terverifikasi Administratif dan Faktual oleh Dewan Pers
Kamis, 6 Agustus 2026 | 14:30 WIB
(Dari kiri ke kanan) sejumlah pemain Timnas Indonesia yakni Dony Tri Pamungkas, Shayne Pattynama, Marc Klok, Jordi Amat, Nadeo Argawinata, hingga Rizky Ridho. (MUHAMMAD ALIF AZIZ MARDIANSYAH/BOLASPORT.COM)
BOLASPORT.COM - Timnas Indonesia harus mewaspadai dua senjata utama Singapura demi lolos ke babak semifinal ASEAN Championship 2026.
Skuad Garuda harus menentukan tiket lolos sampai laga pamungkas Grup A ASEAN Championship 2026.
Kepastian tersebut usai terjadi Skuad Garuda 0-3 dari Vietnam pada Senin (3/8/2026) di Stadion Pakansari, Bogor.
Timnas Indonesia dipastikan harus memenangkan laga pamungkas Grup A melawan Singapura di Stadion Jalan Besar, Jumat (7/8/2026) malam WIB.
Singapura jelas bukan lawan yang mudah bagi Timnas Indonesia.
Pasalnya, tim berjuluk The Lions menjadi sulit dikalahkan oleh lawan-lawannya sejak ditangani oleh Gavin Lee.
Salah satu bukti ketangguhan Singapura tersaji saat menahan imbang tanpa gol Vietnam pada laga ketiga Grup A di Stadion My Dinh, Hanoi, 31 Juli 2026 lalu.
Ketangguhan mereka tidak hanya tersaji saat menghadapi tim-tim Asia Tenggara.
Baca Juga: Juara ASEAN Championship Pakai Kalah di Grup? Timnas Indonesia Bisa Contoh Semua Kampiun
Tiket lolos ke Piala Asia 2027 jadi bukti shahih peningkatan pesat Timnas Singapura.
Singapura punya identitas permainan yang mirip dengan Vietnam meski berbeda dalam level intensitas perminan.
Singapuara tak ragu untuk mengandalkan duel satu lawan satu dan transisi untuk mencetak gol.
Serangan balik jadi senjata Singapura untuk meraih gol besar.
Selain itu, tim berjuluk The Lions juga tak perlu mendapatkan gol dengan build up rumit.
Dalam duel melawan Kamboja, Singapura mendapatkan gol pertama dari umpan terobosan bek tengah ke Shawal Anuar yang berdiri di antara pemain belakang Kamboja.
Karena itu, kemampuan inilah yang bikin Singapura menakutkan.
Saat kalah dari Vietnam, Timnas Indonesia juga bolong saat fase transisi.
Daerah yang dijaga tiga bek tengah kerap jadi sasaran umpan terobosan lawan.
Situasi tersebut yang bikin Vietnam sanggup mencetak tiga gol.
Tentu, situasi tersebut harus diwaspadai oleh John Herdman.
Permainan menyerang ala John Herdman bisa-bisa kembali dihukum oleh pemain-pemain Singapura.
Selain itu, The Lions masih memiliki senjata tambahan yang membuat anak asuh John Herdman semakin terluka, yaitu duel udara.
Ilhan Fandi jadi senjata Singapura untuk memenangkan duel udara melawan pemain belakang lawan.
Kemampuan memenangkan bola udara juga berimbas pada satu hal, yaitu bola mati.
Bola mati juga jadi salah satu senjata andalan Singapura untuk mencetak gol.
Meski Timnas Indonesia punya deretan pemain naturalisasi bertubuh tinggi besar, Singapura sukses memaksimalkan skema mematikan dari bola mati.