Kiper Vietnam Tak Ingin Terlalu Fokus pada Dua Pemain Berbahaya Timnas Indonesia - Semua Halaman - Superball
Terverifikasi Administratif dan Faktual oleh Dewan Pers
Minggu, 2 Agustus 2026 | 22:10 WIB
Thom Haye (kanan) dan Mitchell Baker (kiri) sedang selebrasi dalam laga babak penyisihan grup A Piala AFF 2026 antara Timnas Indonesia versus Timnas Kamboja di Stadion Pakansari, Bogor, Jawa Barat, Senin (27/7/2026). (MUHAMMAD ALIF AZIZ MARDIANSYAH/BOLASPORT.COM)SUPERBALL.ID - Kiper Patrik Le Giang yakin Timnas Indonesia adalah lawan yang kuat, tetapi tim nasional Vietnam percaya diri untuk menang di kandang lawan.
Hasil imbang 0-0 melawan Singapura membuat Timnas Vietnam berada di posisi ketiga Grup A ASEAN Championship 2026.
Setelah dua pertandingan, tim asuhan Kim Sang-sik memiliki 4 poin, tertinggal dari Singapura yang memiliki 7 poin setelah tiga pertandingan dan Indonesia yang memiliki 6 poin setelah dua pertandingan.
Oleh karena itu, pertandingan tandang melawan Timnas Indonesia menjadi sangat penting bagi peluang Golden Star Warriors untuk melaju ke babak selanjutnya.
Dengan sedikit ruang untuk kesalahan, Timnas Vietnam membutuhkan setidaknya hasil imbang untuk menjaga harapan mereka tetap hidup dan mempertahankan kendali atas nasibnya sebelum pertandingan terakhir.
Jika mereka kalah dari Timnas Indonesia, Kim Sang-sik dan timnya hanya dapat meraih maksimal 7 poin, apabila mereka mengalahkan Kamboja.
Dalam hal itu, Vietnam akan bergantung pada hasil pertandingan Singapura dan Indonesia di pertandingan tersisa mereka.
Baca Juga: Timnas Indonesia Berpotensi Putus Rekor Vietnam yang Bertahan Selama Hampir Dua Tahun
Menjelang pertandingan krusial tersebut, Patrik Le Giang menegaskan bahwa seluruh tim akan memasuki pertandingan dengan tekad tertinggi.
"Bagi saya, setiap pertandingan dengan seragam tim nasional adalah pertandingan besar," ujar kiper Timnas Vietnam itu.
"Mewakili negara adalah kehormatan terbesar bagi seorang pemain."
"Saya tidak membedakan pentingnya setiap pertandingan, saya selalu mendekati setiap pertandingan dengan fokus yang sama."
"Indonesia adalah lawan yang kuat dengan banyak pemain berkualitas, tetapi tujuan saya selalu untuk memberikan yang terbaik, membawa kegembiraan bagi para penggemar, dan membuat negara bangga."
Kim Sang-sik menyatakan bahwa staf pelatih telah mempelajari gaya bermain tim tuan rumah secara menyeluruh.
"Kami menganalisis dengan cermat dua pertandingan terakhir Indonesia untuk memahami gaya bermain mereka dan merancang strategi penanggulangan," ujarnya.
"Dari segi serangan, mereka memiliki striker nomor 9 (Mitchell Baker) yang memanfaatkan fisiknya dengan sangat baik dalam duel udara, bersama dengan pemain nomor 19 (Thom Haye) yang memiliki umpan-umpan penentu yang sangat baik."
"Di lini pertahanan, mereka memainkan permainan pressing tinggi dan transisi cepat, sehingga menimbulkan banyak kesulitan bagi lawan mereka."
Meskipun mengakui kekuatan Timnas Indonesia, pelatih asal Korea Selatan itu tetap percaya pada soliditas tim Vietnam.
"Namun, pertahanan Vietnam juga bermain bagus, belum kebobolan satu gol pun setelah dua pertandingan," lanjutnya.
"Para pemain saya sangat percaya diri dengan kemampuan mereka."
"Kami tidak berkompetisi sebagai individu tetapi sebagai tim yang solid untuk menjadi lebih kuat."
Patrik Le Giang juga menekankan bahwa tim Vietnam tidak akan memberikan perhatian khusus kepada Mitchell Baker atau Thom Haye
"Pelatih sudah menjawab dengan sangat jelas. Kami tidak terlalu fokus pada individu tertentu dari lawan, tetapi lebih pada menghadapi mereka sebagai sebuah tim," jelasnya.
Kekompakan, kemampuan bertahan, dan efisiensi dalam penyelesaian akhir akan menjadi faktor penentu dalam peluang Vietnam untuk meraih hasil positif.