Sosial Media
Arena Update
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Bulu Tangkis Bulu Tangkis indonesia Featured Febi Setianingrum Kejuaraan Bulu tangkis Dunia Rachel Allessya Rose Spesial

    Kejuaraan Dunia 2026 - Serangan Kejutan Indonesia di 16 Besar, Ganda Putri dan Campuran Tak Mau Kalah - Semua Halaman - Bolasport

    5 min read

    Terverifikasi Administratif dan Faktual oleh Dewan Pers

  • Home
  • Bulu Tangkis
  • Kamis, 20 Agustus 2026 | 17:25 WIB

    Pasangan ganda putri Indonesia, Rachel Allessya Rose/Febi Setianingrum, pada babak 16 besar Kejuaraan Dunia 2026 di Indira Gandhi Indoor Stadium, New Delhi, India, Kamis (20/8/2026). (PBSI)

    BOLASPORT.COM - Ganda putri dan ganda campuran seolah tak mau kalah dengan ganda putra yang kerap mendapat target tinggi. Kans medali dirawat setelah kemenangan tiga pasangan pada babak 16 besar Kejuaraan Dunia 2026.

    Dua ganda putri dan 1 ganda campuran kompak meraih kemenangan walau bertanding sebagai underdog pada babak ketiga Kejuaraan Dunia 2026.

    Dalam rangkaian pertandingan pada Kamis (20/8/2026) di Indira Gandhi Indoor Stadium, New Delhi, India, ganda putri, Rachel Allessya Rose/Febi Setianingrum, mengawali.

    Rachel/Febi lolos dari adangan unggulan kedua ganda putri asal Jepang, Yuki Fukushima/Mayu Matsumoto, yang ketiban apes.

    Pasangan Jepang yang memuat dua sosok veteran di ajang mayor mundur pada interval gim kedua dan dalam posisi tertinggal 9-21, 6-11 dari Rachel/Febi.

    "Bukan cara menang yang kami inginkan tapi kami juga sejujurnya tidak tahu apa yang terjadi," kata Rachel melalui keterangan yang dibagikan PBSI.

    "Tiba-tiba tadi mereka menyatakan mundur. B ila ada yang cedera, kami berharap tidak terlalu serius dan doa yang terbaik untuk Yuki/Mayu."

    "Tadi kami coba untuk memperbaiki dan mengevaluasi dari pertemuan sebelumnya," ujarnya merujuk kekalahan di perempat final Kejuaraan Asia 2026.

    Baca Juga: Hasil Kejuaraan Dunia 2026 - Match Point Amri/Nita Buruk, Juara All England Dipermalukan 1 Digit Poin

    Kesempatan yang muncul tak mau disia-siakan.

    Rachel/Febi tinggal membutuhkan satu kemenangan lagi untuk bisa mengamankan medali, raihan yang belum diraih ganda putri Indonesia sejak 2023.

    Mereka akan menantang Juara Asia, Li Yi Jing/Luo Xu Min (China). Bulan lalu Rachel/Febi kalah 18-21, 18-12 dari mereka di China Open.

    "Kami pastinya mau nge-fight lagi. maksimalkan lagi. Hari ini lumayan ada waktu lebih untuk recovery," ujar Febi bertekad.

    Rachel/Febi tidak berjuang sendirian setelah Febriana Dwipuji Kusuma/Meilysa Trias Puspitasari juga mampu melewati adangan unggulan.

    Mereka mengalahkan runner-up Kejuaraan Dunia tahun lalu, Pearly Tan/Thinaah Muralitharan (Malaysia), dengan skor 20-22, 21-18, 21-12.

    Ini menjadi kemenangan kedua Ana/Trias dalam 7 pertemuan dengan Tan/Thinaah.

    "Alhamdulillah hari ini berjalan dengan baik. Apa yang sudah direncanakan bisa terlaksana," kata Trias.

    "Mereka memang rasanya belum kembali ke performa terbaik tapi kualitas mereka yang Top 10 tidak bisa diragukan lagi. Tadi adalah laga yang tidak mudah bagi kami," ujarnya.

    Ana mengungkapkan jalannya pertandingan tetap tidak mudah.

    "Kami sudah mempersiapkan mau bermain seperti apa dengan kondisi lapangan yang berangin. Awalnya kami mencoba untuk bermain no lob tapi itu malah tidak menguntungkan buat kami.

    "Saat tertinggal kami berusaha untuk mengubah pola permainan. Sayang sudah mengejar tapi lepas di gim pertama."

    "Gim kedua dan ketiga kami lebih teguh, lebih tahu lagi harus bermain bagaimana," katamnya.

    Ana/Trias juga berambisi bisa meraih medali Kejuaraan Dunia.

    "Kami harus tetap fokus, menyiapkan lagi besok seperti apa, lawan bagaimana. Tapi tidak perlu berpikir itu perempatfinal, satu kemenangan lagi bisa amankan medali," ujar Ana.

    Serangan kejutan wakil Indonesia dilanjutkan ganda campuran, Amri Nita/Violina Marwah.

    Menjadi satu-satunya ganda campuran Indonesia tersisa, mereka menjegal juara All England Open 2026, Ye Hong Wei/Nicole Gonzales Chan (Taiwan), dengan skor 21-5, 21-18.

    Amri/Nita menjadi harapan ganda campuran Indonesia untuk mengakhiri paceklik medali yang panjang pada Kejuaraan Dunia.

    Bagaimana tidak? Terakhir kali ganda campuran Indonesia meraih medali terjadi pada 2017 saat Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir keluar sebagai kampiun.

    "Kemenangan hari ini cukup menambah kepercayaan diri kami untuk ke laga besok. Pertemuan tahun lalu kami kalah, hari ini bisa balas dendam melawan juara All England itu," ucap Nita.

    Amri menimpali, "Alhamdulillah bisa masuk ke perempat final dalam debut Kejuaraan Dunia. Untuk besok kami akan bersiap lagi, mempelajari kelebihan dan kekurangan calon lawan."

    "Diskusi dengan Nita dan pelatih untuk strateginya."

    Pada perempat final Kejuaraan Dunia 2026, Amri/Nita akan menghadapi unggulan lainnya dari Taiwan, yakni Yang Po-Hsuan/Hu Ling Fang.

    Komentar
    Additional JS