John Herdman Akui Pertahanan Timnas Indonesia Terlalu Terbuka, Evaluasi Sebelum Lawan Singapura - Semua Halaman - Bolasport
Terverifikasi Administratif dan Faktual oleh Dewan Pers
Selasa, 4 Agustus 2026 | 17:00 WIB
(Dari kiri ke kanan) sejumlah pemain Timnas Indonesia yakni Dony Tri Pamungkas, Shayne Pattynama, Marc Klok, Jordi Amat, Nadeo Argawinata, hingga Rizky Ridho. (MUHAMMAD ALIF AZIZ MARDIANSYAH/BOLASPORT.COM)
BOLASPORT.COM - Pelatih Timnas Indonesia John Herdman mengakui timnya harus membayar mahal pendekatan menyerang yang diterapkan saat takluk 0-3 dari Vietnam.
Meski kecewa dengan hasil akhir, Herdman menegaskan tidak akan mengubah identitas permainan Garuda yang mengutamakan sepak bola menyerang.
Menurut Herdman, Timnas Indonesia sengaja tampil agresif dengan mengirim banyak pemain ke depan dan membangun serangan sejak lini belakang.
Namun, strategi tersebut masih menyisakan kelemahan.
Terutama dalam transisi bertahan yang berhasil dimanfaatkan Vietnam.
“Kami ingin menjadi tim yang menyerang."
"Kami tidak ingin hanya bertahan di area sendiri lalu mengandalkan serangan balik."
Baca Juga: Raih Medali Perak Individual Poomsae, Kinara Abbabiel Curi Perhatian
"Cara bermain seperti itu membutuhkan keberanian, tetapi juga memiliki risiko,” ujar Herdman.
Pelatih asal Inggris itu menilai pekerjaan rumah terbesar Timnas Indonesia adalah memperbaiki rest defense serta organisasi saat kehilangan bola.
Ia menyebut manajemen permainan dan transisi bertahan menjadi aspek yang harus segera dibenahi sebelum menghadapi laga berikutnya melawan Singapura.
“Kami harus belajar kapan harus menjaga keseimbangan pertahanan dan membuat transisi bertahan yang lebih tertata."
"Itulah kuncinya. Perbaikan itu akan kami bawa ke pertandingan melawan Singapura,” katanya.
Meski menelan kekalahan telak, Herdman tetap melihat perkembangan positif dari timnya.
Ia menegaskan skuad Garuda akan terus mempertahankan filosofi bermain menyerang.
Baca Juga: Erick Thohir: Pendapatan PSSI Tembus Rp722 Miliar, Mayoritas Bukan dari APBN
Sebab, hal tersebut menjadi bagian penting dari proses pembangunan tim.
“Kami ingin menunjukkan kepada para pendukung bahwa kami adalah tim yang menyerang, menekan lawan, dan membangun serangan dari belakang."
"Saya pikir itu sangat penting bagi evolusi tim ini,” ucapnya.
Herdman juga mengingatkan bahwa skuad yang dimilikinya masih dalam tahap pembentukan.
Laga melawan Vietnam merupakan pertandingan keempat yang dijalani kelompok pemain tersebut secara bersama-sama.
Sekaligus salah satu laga resmi pertama mereka di bawah arahannya.
Karena itu, ia meminta seluruh pemain tidak larut dalam kekecewaan.
Baca Juga: Bongkar Biang Kerok Kekalahan dari Vietnam, Jordi Amat Janji Timnas Indonesia Bangkit di Singapura
Herdman menegaskan Timnas Indonesia harus berani mengakui kesalahan, mengambil pelajaran dari kekalahan, dan kembali bersatu untuk menghadapi pertandingan penting berikutnya.
“Kami harus menerima kekalahan ini. Kami tidak boleh membuang muka."
"Kami harus mengakui kesalahan, belajar darinya, dan tetap bersatu karena masih ada pertandingan besar yang menanti,” tutur Herdman.