Sosial Media
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    CONNECTING TRANSMISSION...
    Home ASEAN Championship ASEAN Cup Berita Featured Piala AFF Sepak Bola Sepak Bola Internasional Spesial Timnas Indonesia Timnas Singapura

    Indonesia Gagal ke Semifinal Piala AFF, DPR Minta Naturalisasi Timnas Dievaluasi - AFU

    3 min read

     

    Timnas Indonesia ditahan imbang Singapura 1-1 pada pertandingan Grup A Piala AFF 2026 di Stadion Jalan Besar, Singapura, Jumat. X/theaseanball

    Penulis: Fadhlan RobbaniReporter: Fadhlan Robbani

    JAKARTA, AFU.ID – Kegagalan Timnas Indonesia melaju ke semifinal Piala AFF 2026 memicu desakan evaluasi terhadap kebijakan naturalisasi pemain. Anggota Komisi XIII DPR RI Franciscus Sibarani menilai kegagalan tersebut harus menjadi momentum untuk meninjau kembali arah pembangunan sepak bola nasional. Indonesia gagal melaju ke semifinal setelah ditahan Singapura 1-1 pada laga terakhir Grup A di Stadion Jalan Besar, Jumat (7/8/2026).

    Hasil itu membuat Indonesia finis di posisi ketiga dengan tujuh poin, di bawah Vietnam dan Singapura. Franciscus mengatakan evaluasi tidak cukup hanya melihat hasil pertandingan. Menurutnya, mekanisme dan pertimbangan dalam proses naturalisasi pemain juga perlu diperiksa. “Kekalahan ini harus menjadi momentum evaluasi. Tidak hanya soal hasil pertandingan, tetapi juga bagaimana kita membangun sepak bola Indonesia ke depan, termasuk kebijakan naturalisasi,” kata Franciscus dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu (8/8/2026).

    Menurut Franciscus, naturalisasi seharusnya tidak menjadi jalan pintas untuk mengejar prestasi dalam waktu singkat. Pembinaan pemain lokal tetap harus menjadi dasar pembangunan sepak bola nasional. “Indonesia tidak kekurangan anak-anak berbakat. Kita harus percaya diri dengan kemampuan anak bangsa sendiri,” ujarnya. Sebagai anggota Komisi XIII DPR yang bermitra dengan Kementerian Hukum, Franciscus meminta pemerintah memastikan proses naturalisasi berjalan dengan mekanisme yang jelas dan transparan.

    Ia juga menilai proses tersebut harus memiliki ukuran serta pertimbangan kepentingan nasional. Pemberian kewarganegaraan, kata dia, tidak semata-mata persoalan administratif, tetapi juga harus mempertimbangkan dampaknya terhadap pembangunan olahraga dan generasi muda. “Kita ingin Tim Nasional menang, tetapi jangan sampai demi kemenangan hari ini kita mengorbankan masa depan sepak bola Indonesia,” katanya.

    Franciscus menekankan pembinaan pemain lokal harus tetap diperkuat agar Indonesia memiliki sistem yang mampu menghasilkan pesepak bola berkualitas secara berkelanjutan. “Yang harus kita bangun adalah sistem yang mampu melahirkan pemain-pemain hebat dari anak bangsa sendiri,” ucapnya. Desakan evaluasi tersebut sejalan dengan langkah PSSI setelah Timnas Indonesia gagal melewati fase grup Piala AFF 2026.

    Ketua Umum PSSI Erick Thohir memastikan hasil di ASEAN Championship 2026 akan menjadi bahan evaluasi untuk persiapan menghadapi turnamen berikutnya. “Kami akan melakukan evaluasi terhadap hasil di ASEAN Championship 2026 agar Timnas Indonesia lebih siap untuk menghadapi sejumlah turnamen penting ke depan,” kata Erick. (FAD)

    Komentar
    Additional JS