Sosial Media
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    CONNECTING TRANSMISSION...
    Home ASEAN Championship ASEAN Cup Featured ‎John Herdman Piala AFF Sepak bola Sepak bola Indonesia Spesial Berita Timnas Indonesia Timnas Vietnam

    Herdman Akui Kalah Taktik dari Vietnam, Suporter Pontianak Ingatkan Laga Hidup-Mati Kontra Singapura - TRIBUNNEWS

    8 min read

     

    TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ISTIMEWA A-A+ PIALA AFF 2026 - Pelatih Timnas Indonesia John Herdman. Ia secara terbuka mengambil tanggung jawab penuh atas kekalahan telak 0-3 yang dialami Skuad Garuda saat menjamu Vietnam pada laga lanjutan Grup A ASEAN Hyundai Cup™ 2026 di Bogor, Senin 3 Agustus 2026. 
    Ringkasan Berita:
    • Juru taktik asal Kanada tersebut mengakui adanya celah taktik yang harus segera diperbaiki jelang laga penentu melawat ke markas Singapura.
    • Hasil buruk di rumah sendiri tersebut memicu gelombang tanggapan dari para pecinta sepak bola di Kota Pontianak, Kalimantan Barat. 

    TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Seperti dikutip dari aseanutdfc.com, Pelatih Tim Nasional (Timnas) Indonesia, John Herdman, secara terbuka mengambil tanggung jawab penuh atas kekalahan telak 0-3 yang dialami Skuad Garuda saat menjamu Vietnam pada laga lanjutan Grup A ASEAN Hyundai Cup™ 2026 di Bogor, Senin 3 Agustus 2026. 

    Juru taktik asal Kanada tersebut mengakui adanya celah taktik yang harus segera diperbaiki jelang laga penentu melawat ke markas Singapura.

    Permintaan Maaf Pelatih Hingga Sorotan Kualitas Fisik

    Hasil buruk di rumah sendiri tersebut memicu gelombang tanggapan dari para pecinta sepak bola di Kota Pontianak, Kalimantan Barat. 

    Beberapa warga memberikan pandangan berimbang mengenai sikap pasang badan John Herdman serta statistik stamina pemain yang disindir lawan.

    Rian (27), warga Pontianak Kota yang rutin menyaksikan laga Skuad Garuda, mengapresiasi kejujuran sang pelatih namun menuntut aksi nyata di lapangan.

    Sapuh Bersih Poin Demi Kunci Tiket Semifinal, Suporter Pontianak Soroti Kedalaman Skuad Thailand

    "Sikap Coach Herdman yang mau minta maaf dan akui kalah taktik itu gentle ya. Tapi suporter butuh bukti di lapangan, bukan sekadar kata-kata. Lawan Singapura besok tidak ada alasan lagi, harus menang kalau tidak mau malu eliminasi lebih awal," tegas Rian.

    Sementara itu, Budi (35), warga Sungai Jawi, menyoroti sorotan pelatih Vietnam mengenai fisik pemain Indonesia yang kian melorot di babak kedua.

     "Pernyataan pelatih Vietnam itu sangat menampar. Dia bilang stamina pemain kita drop di babak kedua, dan itu kelihatan jelas di TV. Manajemen fisik dan kedalaman skuad racikan Herdman harus dievaluasi total sebelum bertandang ke Singapura," ujar Budi.

    Di sisi lain, Dhea (23), mahasiswi asal Pontianak Selatan, memilih untuk tetap menyuarakan optimisme dan memberikan dukungan moral kepada Skuad Garuda.

    "Sangat wajar kalau suporter kecewa, tapi peluang lolos kan masih terbuka lebar. Yang penting pemain tidak pusingkan statistik kemarin, fokus pemulihan fisik dan mental. Kita semua warga Pontianak pasti tetap doakan yang terbaik pas lawan Singapura nanti," ungkap Dhea.

    Herdman Akui Kalah Taktik dan Minta Maaf ke Suporter

    Gawang Indonesia dua kali lengah dalam kurun waktu 15 menit pertama ketika tim tamu menggebrak lewat gol Nguy n Văn Vĩ dan Nguy n Hai Long. 

    Kemenangan meyakinkan The Golden Star Warriors kemudian digenapkan oleh Nguy n Xuân Sơn pada penghujung babak kedua.

    "Indonesia adalah tempat yang sulit bagi tim mana pun untuk datang dan meraih kemenangan, jadi Vietnam layak mendapatkan pujian. Mereka pantas mendapatkan tiga poin malam ini. Kami harus bertanggung jawab atas apa yang terjadi karena penampilan kami tidak cukup baik," ujar Herdman usai laga.

    Ia menuturkan bahwa kekalahan ini memberikan pelajaran berharga baginya sebagai pelatih kepala.

    "Secara taktik, Vietnam lebih baik dan, sebagai pelatih, saya harus belajar dengan cepat. Pertandingan kami berikutnya melawan Singapura sudah semakin dekat, jadi kami harus menerima kekalahan ini, mengambil pelajaran dan melangkah maju. Kami akan merasa frustrasi dan marah untuk sementara waktu, tetapi sekarang kami harus kembali memusatkan fokus tim," lanjutnya.

    Secara khusus, Herdman menyempatkan diri menyapa tribun penonton usai laga untuk menyampaikan permohonan maaf kepada ribuan suporter yang memadati stadion.

    "Saya juga ingin meminta maaf kepada para pendukung malam ini. Mereka benar-benar luar biasa dan tetap mendukung kami hingga akhir," ucap Herdman.

    Skenario Lolos: Tiga Poin Harga Mati di Singapura

    Kekalahan ini menempatkan Indonesia di posisi ketiga klasemen sementara Grup A dengan perolehan 6 poin. Skuad Garuda berada di bawah pemuncak klasemen baru Vietnam (7 poin) dan Singapura (7 poin) yang menghuni urutan kedua.

    Kondisi ini memaksa Indonesia wajib meraih tiga poin penuh saat bertandang ke markas Singapura asuhan Gavin Lee untuk mengamankan satu tiket ke babak semifinal.

    "Kami masih memiliki peluang, dan para pendukung kami juga masih berjuang bersama kami. Kami akan bertandang ke Singapura dengan pola pikir yang sangat jelas: kami harus memenangkan pertandingan. Inilah sepak bola fase grup. Ini bukan situasi yang kami inginkan, tetapi inilah situasi yang harus kami hadapi, dan kami akan menjalani pertandingan berikutnya dengan mengerahkan seluruh kemampuan kami," tegas Herdman.

    Kegembiraan Pelatih Vietnam Usai Rotasi Pemain Sukses Besar

    Di pihak lawan, Pelatih Vietnam Kim Sang-sik mengaku sangat puas dengan respons para pemainnya setelah sebelumnya sempat ditahan imbang tanpa gol oleh Singapura.

    Menariknya, Vietnam memulai pertandingan tanpa menurunkan kapten Nguy n Quang H i dan Nguy n Xuân Sơn sejak menit awal. 

    Kedua pemain kunci tersebut dibiarkan duduk di bangku cadangan, namun strategi rotasi Kim Sang-sik tetap berjalan dengan sangat padu.

    "Ini adalah pertandingan tandang yang sangat sulit. Namun, para pemain tampil sangat baik, memberikan kemampuan terbaik mereka dan meraih tiga poin, jadi saya sangat senang. Saya ingin berterima kasih kepada para pemain atas dedikasi mereka," kata Kim Sang-sik.

    Juru taktik asal Korea Selatan tersebut juga membeberkan kunci kesuksesan timnya meredam gempuran tuan rumah.

    "Kami kecewa karena tidak mampu mengalahkan Singapura sebelumnya. Namun pada laga ini, seiring berjalannya pertandingan, stamina dan kondisi fisik para pemain Indonesia mulai menurun. Pergantian pemain kami juga berjalan dengan sangat baik, sementara pergerakan dan kualitas yang ditunjukkan para pemain lainnya sangat bagus. Secara keseluruhan, saya sangat puas," pungkas Kim. (*)

    - Ikuti Instagram Tribun Pontianak IG TRIBUN
    - Dapatkan Berita Viral Via Saluran WhatsApp
    - Baca Berita Terbaru di GOOGLE NEWS 

    Komentar
    Additional JS