Sosial Media
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Berita Featured HUT Kemerdekaan RI Prabowo Subianto Sidang Tahunan MPR Spesial

    Heboh Pidato Prabowo Sebut Upah Pengupas Bawang Rp700 Ribu per Kilo, Netizen: Mau Banting Setir!, - SOLOBALAPAN

    5 min read

     


    Ibu Susanah, pengupas bawang yang diperkenalkan Presiden Prabowo di DPR (Istimewa)

    SOLOBALAPAN.COM – Potongan video Pidato Kenegaraan Presiden Prabowo Subianto dalam Sidang Tahunan MPR RI mendadak memicu riak perbincangan hangat dan viral di berbagai platform media sosial.

    Dalam cuplikan video yang diunggah ulang oleh akun YouTube @Santoso_news serta Instagram penceramah Ustaz Hilmi Firdausi, Prabowo menyampaikan narasi mengenai potensi pendapatan buruh tani.

    Namun, publik menyorot pernyataan Presiden Prabowo yang menyebutkan upah pengupas bawang mencapai Rp700 ribu per kilogram.

    Dalam pidatonya, Presiden Prabowo secara khusus memperkenalkan seorang buruh harian asal Kabupaten Bogor bernama Susanah yang hadir langsung di Gedung MPR/DPR RI.

    Prabowo menyampaikan bahwa Susanah bekerja mengupas bawang dan mengandalkan program bantuan pemerintah untuk menyokong pendidikan anak-anaknya.

    "Hari ini, hadir bersama kita Ibu Susanah dari Kabupaten Bogor. Ia bekerja sebagai buruh harian, mengupas bawang dengan upah Rp700.000 per kilogram. Program Keluarga Harapan dan program sembako membantu menjaga pendidikan anak-anaknya," kata Prabowo saat mengenalkan sosok tersebut di hadapan majelis dewan.

    Disentil Ustaz Hilmi Firdausi: Khawatir Nakes Alih Profesi

    Pernyataan tersebut mendadak viral dan langsung mendapatkan tanggapan bernada sentilan humor dari penceramah Hilmi Firdausi melalui keterangan unggahannya di Instagram.

    "Saya khawatir guru dan para Nakes akan alih profesi jadi pengupas bawang yg digaji 700rb/Kg," tulis pria yang akrab disapa Gus Hilmi tersebut, Jumat (14/8/2026).

    Netizen Soroti Logika Harga Bawang: Sebulan Bisa Rp210 Juta!

    Sontak saja, unggahan tersebut dibanjiri ribuan komentar warganet. Sebagian besar netizen mempertanyakan keakuratan data tim penyusun pidato presiden.

    Pasalnya, harga pasaran bawang merah di tingkat konsumen saat ini umumnya berada di kisaran puluhan ribu rupiah per kilogram.

    Sehingga, angka upah pengupasan Rp700 ribu per kilo dinilai sangat tidak masuk akal secara kalkulasi bisnis.

    Beberapa netizen bahkan melontarkan komentar unik dan hitung-hitungan kocak terkait angka tersebut:

    "Upah dia 700.000/kilogram, kalo bisa 10 kilo sehari dapat 7 jt, sebulan berarti 210 juta rupiah," tulis akun @LambeSahamjja.

    "Harga bawang 1 kg 24 rb.. trus upah buruh pengupas bawang 700 rb/kg.kira2 dimana untungnya pemilik bawang yaa..kwkwkwkkwk," kelakar seorang warganet.

    "Saya UMKM klo beli bawang untuk di ecer 1 karung isi 20kg harga 600.000 pak,jadi ga mungkin upahnya ngupasnya 700.000/kg,klo ga percaya ayo saya ajak ke tempat saya belanja bawang pak presiden," timpal netizen lainnya.

    Banyak pengguna media sosial berseloroh berminat banting setir menjadi pengupas bawang jika tarif fantastis tersebut benar-benar ada.

    Di sisi lain, publik berharap agar tim penyusun materi pidato atau pembantu presiden lebih teliti dalam melakukan cross-check data dan fakta lapangan sebelum disampaikan oleh Kepala Negara di forum resmi kenegaraan. (dam)

    Komentar
    Additional JS