Gara-gara Ibu Mbappe, Ponsel Jadi Barang Haram di Klub Prancis - Semua Halaman - Bolasport
Terverifikasi Administratif dan Faktual oleh Dewan Pers
Senin, 3 Agustus 2026 | 07:00 WIB
BOLASPORT.COM - Ponsel menjadi barang 'haram' di FC Caen karena peraturan dari Fayza Lamari yang merupakan ibunda Kylian Mbappe.
Sejak 2024, Mbappe menjadi pemilik saham mayoritas FC Caen.
Dia membeli 80 persen saham klub kasta kedua Liga Prancis itu lewat perusahaan Interconnected Ventures.
Kocek yang dikeluarkan Mbappe adalah 15 juta euro (Rp 264,3 miliar).
Setelah Mbappe resmi jadi pemilik saham, otomatis Fayza Lamari juga punya kuasa mengendalikan Caen.
Sang ibu pun menerapkan peraturan baru berupa larangan penggunaan ponsel dalam tempat latihan.
Baca Juga: Demi Akhiri Puasa Gelar, Eks Real Madrid Minta Mbappe dkk Dukung Penuh Mourinho
Langkah tersebut diambil guna memupuk rasa kebersamaan di antara para pemain muda dan mempererat hubungan pribadi.
Direktur Olahraga Caen, Mathieu Bodmer, melihat efek positif dari regulasi ala Fayza.
"Itu ide yang sangat bagus," kata dia.
"Para pemain kembali saling berbicara, menghabiskan waktu bersama, dan berinteraksi jauh lebih banyak," ucap Bodmer.
Lebih lanjut, Bodmer mengapresiasi komitmen keluarga Mbappe terhadap klub.
"Saya sangat menghargai keputusan mereka untuk terlibat dengan klub yang sangat berarti bagi saya, terutama di masa yang krusial, baik dari sisi olahraga maupun kelembagaan," pungkasnya.
Caen sendiri didirikan pada 1913.
Mereka pernah finis di posisi kelima divisi utama Liga Prancis pada 1992 dan mencapai final Piala Liga pada 2005.
Akan tetapi, Caen turun kasta ke divisi dua sejak 2019.