Sosial Media
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    CONNECTING TRANSMISSION...
    Home Berita Featured Ojek Online Spesial Tekno Timnas Indonesia

    Eks Fisioterapis Timnas Indonesia Turun Tangan Jaga Kesehatan Pengemudi Ojol - Semua Halaman - Bolasport

    5 min read

     

    BOLASPORT.COM - Mantan fisioterapis Timnas Indonesia, Asep Azis, memperkenalkan program fisioterapi bagi pengemudi ojek online dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia.

    Program tersebut berlangsung sepanjang 1 hingga 31 Agustus 2026 dengan tarif khusus bagi mitra pengemudi.

    Asep Azis dikenal sebagai fisioterapis olahraga yang pernah menjadi bagian dari tim pendukung Timnas Indonesia pada periode 2014 hingga 2025.

    Selama mendampingi Timnas Indonesia, ia terlibat dalam proses pemulihan kondisi fisik pemain agar dapat kembali tampil optimal di lapangan.

    Berbekal pengalaman tersebut, Asep mengembangkan layanan fisioterapi berbasis pemeriksaan gerak, rehabilitasi, serta terapi latihan yang tidak hanya ditujukan bagi atlet, tetapi juga masyarakat umum.

    Ia menegaskan fisioterapis memiliki kompetensi sebagai movement expert, yaitu tenaga kesehatan yang berfokus pada analisis, optimalisasi, pemulihan, dan peningkatan kualitas gerak manusia agar aktivitas sehari-hari dapat dilakukan secara lebih aman, efisien, dan bebas nyeri.

    Baca Juga: Arkhan Kaka Ungkap Rasanya Hadapi Bek Aston Villa, Pengakuannya Soal Tyrone Mings Jadi Sorotan

    Menurut Asep, pengemudi ojek online termasuk kelompok pekerja yang rentan mengalami gangguan muskuloskeletal akibat aktivitas berulang setiap hari.

    Posisi duduk dalam waktu lama, paparan getaran kendaraan, beban statis, hingga mobilitas tinggi dapat meningkatkan risiko keluhan pada sistem gerak.

    "Pengemudi ojek online merupakan bagian penting dari mobilitas masyarakat. Namun, mereka juga menghadapi beban fisik yang tinggi setiap hari."

    "Sebagai movement expert, fisioterapis tidak hanya membantu mengurangi nyeri, tetapi juga mencari penyebab gangguan gerak, memperbaiki pola gerakan, serta membantu seseorang kembali bekerja dan beraktivitas secara optimal," kata Asep Azis.

    Keluhan yang umum dialami pengemudi antara lain nyeri pada leher, bahu, punggung bawah, pergelangan tangan, pinggul, lutut, hingga pergelangan kaki.

    Kondisi tersebut dapat memengaruhi kenyamanan, produktivitas, bahkan keselamatan saat bekerja apabila tidak ditangani sejak dini.

    Baca Juga: 2 Juara Kehilangan Sabuk sepanjang 2026, Islam Makhachev Tahu Persis Bisa Menang pada UFC 330

    Melalui program yang digelar, pengemudi ojek online dapat memperoleh satu sesi fisioterapi dengan tarif Rp17.845 dari harga normal Rp575.000.

    Program tersebut berlaku di klinik yang berlokasi di kawasan Mayestik, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

    Asep menilai menjaga kualitas gerak tidak hanya penting bagi atlet, tetapi juga bagi masyarakat yang mengandalkan kondisi fisik sebagai modal utama bekerja setiap hari.

    Pemeriksaan dini, edukasi, terapi latihan, dan penanganan yang tepat dinilai dapat membantu mencegah cedera maupun gangguan muskuloskeletal berkembang menjadi lebih serius.

    “Semangat kemerdekaan juga berarti dapat bekerja, bergerak, dan beraktivitas tanpa terus dibatasi oleh cedera."

    "Kami berharap program ini bukan hanya membantu mengurangi keluhan, tetapi juga meningkatkan pemahaman masyarakat bahwa fisioterapis adalah movement expert yang berperan menjaga kualitas gerak, mencegah cedera, dan mengembalikan fungsi tubuh agar tetap produktif sepanjang hayat,” ujar Asep.

    Baca Juga: Ironi Duel Persebaya-Arema FC di Semifinal Piala Presiden 2026, Dua Tim Terancam Tanpa Penyerang Terbaiknya 

    Dengan pengalaman mendampingi Timnas Indonesia selama lebih dari satu dekade, Asep berharap kesadaran mengenai pentingnya kesehatan gerak, rehabilitasi, dan pencegahan cedera dapat semakin meningkat, khususnya di kalangan pekerja dengan aktivitas fisik tinggi.

    “Atlet dan pengemudi ojek online memiliki satu kesamaan yakni sama-sama bergantung pada tubuhnya untuk bekerja."

    "Karena itu, setiap orang berhak mendapatkan akses terhadap fisioterapi yang berkualitas agar dapat terus bergerak, bekerja, dan hidup lebih baik," tutup Asep.

    Komentar
    Additional JS