Awas Timnas Indonesia! Media Vietnam Ungkap 2 Cara Bikin Mitchell Baker Tak Berkutik - Semua Halaman - Superball
Terverifikasi Administratif dan Faktual oleh Dewan Pers
Minggu, 2 Agustus 2026 | 12:39 WIB
Thom Haye (kanan) dan Mitchell Baker (kiri) sedang selebrasi dalam laga babak penyisihan grup A Piala AFF 2026 antara Timnas Indonesia versus Timnas Kamboja di Stadion Pakansari, Bogor, Jawa Barat, Senin (27/7/2026). (MUHAMMAD ALIF AZIZ MARDIANSYAH/BOLASPORT.COM)
SUPERBALL.ID - Bomber Timnas Indonesia, Mitchell Baker, menjadi salah satu nama yang mendapat sorotan tajam dari sejumlah media Vietnam dalam beberapa hari terakhir.
Hal ini tidak lepas dari penampilan apik Mitchell Baker dalam dua pertandingan Timnas Indonesia di Grup A ASEAN Championship 2026.
Pemain berusia 19 tahun itu tampil mengesankan dalam kemenangan 5-1 atas Timnas Kamboja dengan mencetak hat-trick.
Ia kemudian turut menyumbang satu gol dalam kemenangan 3-0 atas Timnas Timor Leste pada pertandingan kedua.
Baca Juga: ASEAN Championship 2026 - Timnas Indonesia Ibarat Gunung Tertinggi, Vietnam Ketakutan!
Tak ayal, sejumlah media asal Vietnam mulai menyoroti nama Baker menjelang laga tim nasionalnya melawan Timnas Indonesia.
Salah satunya adalah The Thao Van Hoa, yang menilai Baker memiliki kelebihan dalam penempatan posisi di area kotak penalti.
"Melihat tiga gol Baker melawan Kamboja, jelas bahwa dia bukan sekadar striker yang mengandalkan tinggi badannya."
"Gol pembuka berasal dari sundulan setelah tendangan bebas dari Thom Haye, gol kedua adalah gol jarak dekat setelah umpan silang dari Eliano Reijnders, dan gol terakhir dari hattrick-nya berasal dari umpan silang akurat lainnya dari Haye."
"Ketiga gol tersebut dicetak dengan tiga cara berbeda, tetapi semuanya mencerminkan satu kesamaan."
"Baker memposisikan dirinya dengan sangat baik dan tahu bagaimana berada di tempat yang tepat pada waktu yang tepat di area penalti," tulis The Thao Van Hoa.
Guna meredam kelebihan tersebut, The Thao Van Hoa meyakini menerapkan sistem pertahanan zona adalah cara terbaik.
"Melawan striker yang tingginya hampir 2 meter, membiarkan satu bek tengah terlibat dalam duel satu lawan satu sama saja dengan berjudi."
"Bahkan bek tengah top Asia pun jarang menang mutlak dalam duel udara melawan striker seperti Baker."
"Sebaliknya, Vietnam kemungkinan akan menggunakan sistem pertahanan zona yang dikombinasikan dengan penjagaan ketat."
"Satu bek tengah akan langsung menekan saat Baker menerima bola, bek tengah lainnya akan tetap di belakang untuk mengantisipasi bola-bola kedua, sementara gelandang bertahan akan menutup ruang di depan kotak penalti," tulis The Thao Van Hoa.
Selain itu, The Thao Van Hoa menyebut cara lain yang bisa diterapkan untuk membuat Baker tak berkutik adalah membatasi umpan silang.
"Yang terpenting, kedua bek sayap harus meminimalkan umpan silang Indonesia. Tanpa amunisi untuk Baker, pengaruhnya akan berkurang secara signifikan."
"Jika Thom Haye masih memiliki cukup waktu untuk melepaskan umpan panjang atau jika bek sayap Indonesia bebas mengirimkan umpan silang, bek tengah mana pun akan berada di bawah tekanan besar dari Baker."
"Untuk menetralisir Erling Haaland-nya Indonesia, Vietnam harus terlebih dahulu memutus pasokan bola dari belakang, memaksa Indonesia untuk membangun permainan di area yang kurang berbahaya."
"Itulah kunci bagi Vietnam untuk mendapatkan keuntungan dalam pertandingan yang dianggap sebagai final awal Grup A," tulis The Thao Van Hoa.
Pertandingan antara Timnas Indonesia dan Timnas Vietnam bakal dihelat di Stadion Pakansari, Bogor, Senin (3/8/2026) malam WIB.
Skuad Garuda saat ini bertengger di posisi kedua klasemen sementara Grup A dengan 6 poin, unggul dua angka atas Vietnam.