Sosial Media
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Berita ESports Featured Kesehatan Spesial Tekno

    Atlet Esports Kok Pakai Dokter? Ternyata Ini Alasan PB ESI - Inilah

    4 min read

     

    Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com + Gabung

    KecilBesar

    Tim Nasional (Timnas) Esports Indonesia menerapkan pendekatan sport science dalam pemusatan latihan nasional (pelatnas) sebagai bagian dari persiapan menghadapi Asian Games 2026 Aichi-Nagoya, Jepang.

    Persiapan tidak hanya berfokus pada kemampuan teknis bermain gim. Pengurus Besar Esports Indonesia (PB ESI) juga memperhatikan kondisi fisik, nutrisi, kesehatan, serta kesiapan mental para atlet.

    Manajer Timnas Esports Indonesia, Glorya Famiela, mengatakan pendekatan tersebut diterapkan agar atlet berada dalam kondisi optimal ketika menghadapi pertandingan.

    Atlet Tak Hanya Ditempa dari Sisi Teknis

    Glorya menjelaskan pelatnas mencakup program strength and conditioning serta dukungan dari berbagai aspek sport science.

    "Untuk pelatnas sendiri bukan hanya strength and conditioning. Untuk sisi nonteknis itu biasa kita memanfaatkan sport science. Jadi bukan hanya strength and conditioning, fisik harus bugar, tetapi ada dari sisi nutrisi, makan dijaga juga, terus ada psikolog kita juga untuk menjaga psikisnya, mental," kata Glorya kepada ANTARA di Jakarta, Jumat.

    Selain psikolog, tim pelatnas juga menyiapkan tenaga medis yang terdiri atas satu dokter dan satu perawat. Mereka bertugas mendampingi atlet sekaligus memantau kondisi kesehatan selama menjalani program latihan.

    Pendekatan tersebut menjadi bagian dari sistem pendukung agar atlet mampu menjalani pelatnas secara optimal sebelum bertanding di Asian Games.

    Indonesia Siapkan 34 Atlet di 8 Nomor

    Untuk Asian Games 2026, PB ESI menyiapkan 34 atlet dan tujuh pelatih yang akan berlaga dalam delapan nomor pertandingan.

    Delapan nomor tersebut adalah Honor of Kings (HOK), Identity V, Naraka: Bladepoint, Mobile Legends: Bang Bang (MLBB), PUBG Mobile (PUBGM), eFootball, Gran Turismo, dan Pokemon UNITE.

    Glorya mengatakan PB ESI tidak hanya memilih gim yang sudah populer di Indonesia. Setiap nomor yang dinilai memiliki potensi kompetitif juga diberikan kesempatan untuk menjadi bagian dari tim nasional.

    "Memang kalau dari kita, kita ingin bukan hanya game-game yang tenar saja yang kita berangkatkan. Kita juga pengen semuanya memberikan kesempatan untuk menjadi timnas," ujarnya.

    Menurut Glorya, Naraka dan Identity V mendapat apresiasi setelah berhasil melewati proses kualifikasi. Sementara itu, Pokemon UNITE memiliki rekam jejak kompetitif yang cukup baik karena para pemainnya beberapa kali mampu mencapai podium atau setidaknya menembus babak playoff.

    Competitive Martial Arts Tidak Diberangkatkan

    Tidak semua nomor yang sebelumnya dipertimbangkan akhirnya masuk dalam daftar keberangkatan ke Jepang.

    Competitive Martial Arts (CMA) tidak masuk dalam daftar akhir setelah melalui evaluasi Tim Peningkatan Prestasi Olahraga Nasional (PPON) Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora).

    Dengan keputusan tersebut, PB ESI kini memfokuskan persiapan pada delapan nomor yang telah ditetapkan.

    Pelatnas Didukung Internal dan Sponsor

    Glorya mengungkapkan pelaksanaan pelatnas sejauh ini dilakukan secara mandiri dengan dukungan internal tim dan sejumlah sponsor.

    Sementara itu, dukungan pemerintah difokuskan pada kebutuhan kontingen ketika berangkat ke Jepang, termasuk tiket, kepulangan, dan akomodasi selama berada di lokasi Asian Games.

    Kondisi tersebut membuat PB ESI harus mengoptimalkan sumber daya yang tersedia dalam mempersiapkan atlet.

    Esports Bidik Kontribusi Medali Indonesia

    Meski esports belum masuk sebagai cabang olahraga prioritas, Glorya tetap optimistis tim nasional dapat berkontribusi terhadap target medali Indonesia pada Asian Games 2026.

    Kemenpora sebelumnya menetapkan target empat medali emas bagi kontingen Indonesia di Aichi-Nagoya. Timnas Esports berharap dapat menjadi salah satu penyumbang medali tersebut.

    "Kami yakin sesuai targetnya dari Kemenpora kemarin, emasnya empat untuk seluruh cabang. Kita bisa membantu mendongkrak itu dari sisi esports," ujar Glorya.

    Ia berharap prestasi yang diraih di Asian Games nantinya dapat menjadi bukti bahwa esports memiliki potensi untuk memberikan kontribusi terhadap prestasi olahraga Indonesia di level internasional.

    Penerapan sport science dalam pelatnas menjadi salah satu upaya PB ESI mengubah pola persiapan atlet esports. Dengan memperhatikan fisik, nutrisi, kesehatan, dan mental secara bersamaan, tim nasional tidak hanya mengandalkan kemampuan bermain gim, tetapi juga berupaya memastikan atlet mampu menjaga performa dalam tekanan kompetisi multievent sebesar Asian Games.

    Komentar
    Additional JS