Wasit yang Gagalkan Timnas U-23 Indonesia ke Olimpiade Tak Adil, Mesir Tuduh FIFA Anak Emaskan Argentina di Piala Dunia 2026 - Semua Halaman - Bolasport
Terverifikasi Administratif dan Faktual oleh Dewan Pers
Rabu, 8 Juli 2026 | 07:15 WIB
BOLASPORT.COM - Mesir menuding wasit asal Prancis yang memimpin laga melawan Argentina, Francois Letexier tidak adil pada babak 16 besar Piala Dunia 2026, Rabu (8/7/2026) dini hari WIB.
Mesir harus menerima kekecewaan usai kalah 2-3 dari Argentina di babak 16 besar Piala Dunia 2026.
Hasil pertandingan ini dipenuhi kontroversi keputusan wasit asal Prancis, Francois Letexier yang membuat geram pihak Mesir.
Salah satunya adalah gol Mesir yang dianulir meski sudah dicetak oleh Mostafa Zico.
Wasit melakukan cek VAR sampai melihat dua menit ke belakang untuk meihat pelanggaran yang dilakukan kepada Lisandro Martinez.
Kemudian pada gol kemenangan Argentina, Mesir menganggap terjadi pelanggaran pada sequence yang berujung pada kebobolan.
Namun permintaan pengecekan VAR oleh para pemain Mesir, terutama Mohamed Salah sebagai kapten, ditolak wasit.
Francois Letexier justru mulai memberi kartu kuning kepada pemain-pemain Mesir yang memprotes keras.
Pelatih Mesir, Hossam Hassan tak bisa menyembunyikan kekecewaannya setelah laga.
"Ada banyak hal yang penuh tanda tanya di dalam dan luar lapangan," kata Hossam dilansir BolaSport.com dari BBC.
"Semua aspek negatif, ini soal kurangnya kredibilitas bagaimana semua ini terjadi."
"Mungkin mereka ingin mempertahankan juara bertahan. Mungkin mereka ingin Messi tetap ada dalam kompetisi."
Baca Juga: Norwegia Dihantam Wabah Penyakit Jelang Hadapi Inggris, Bagaimana Kondisi Haaland?
Timnas Argentina berhasil mengalahkan Mesir secara dramatis dan lolos ke babak delapan besar Piala Dunia 2026. (FIFA.COM)
"Juara dunia menerima dukungan di setiap level. tampaknya ada tekanan dari pihak Argentina untuk hasil pertandingan ini," tambahnya.
Senada dengan sang pelatih, pemain Mesir Mostafa Zico juga menyatakan ketidakadilan yang dilakukan Francois Letexier.
"Wasit benar-benar tidak adil, Ketidakadilan terlihat jelas," ujar Zico.
"Ketidakadilan dari awal laga hingga akhir," tambahnya.
Selain kontroversi di laga tadi, Francois Letexier juga pernah memberikan keputusan yang merugikan timnas U-23 Indonesia.
Letexier adalah pemimpin laga play-off Olimpiade 2024 di mana timnas U-23 Indonesia bertemu Guinea.
Setidaknya ada 3 keputusan kontroversial yang berujung mimpi Indonesia berlaga di Olimpiade 2024 gagal.
Gelandang Guinea, Ilaix Moriba, saat berduel dengan penyerang Timnas U-23 Indonesia, Witan Sulaeman, dalam laga play-off kualifikasi Olimpiade 2024, di Clairefontaine-en-Yvelines, 9 Mei 2024. (MIGUEL MEDINA/AFP)
Pertama, Letexier memberikan penalti untuk Guinea padahal Witan Sulaeman melakukan pelanggaran di luar kotak penalti.
Pelatih timnas U-23 Indonesia kala itu, Shin Tae-yong sudah memprotes wasit dengan berteriak," outside, outside" namun tak digubris.
Sang pengadil lapangan justru mengusir Shin Tae-yong karena memprotes penalti kedua yang diberikan Guinea.
Timnas U-23 Indonesia kalah 0-1 dari Guinea sekaligus gagal tampil di Olimpiade 2024.