Sosial Media
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    CONNECTING TRANSMISSION...
    Home Asian Games Berita Featured Panjat Tebing Spesial Veddriq Leonardo

    Veddriq Leonardo Tetap Bidik Emas Asian Games 2026 saat Rival Asia Makin Mengancam - Qoo Media

    10 min read

     


    Foto: Mercy Raya/detikcom

    Veddriq Leonardo menatap Asian Games 2026 dengan keyakinan tinggi meski peta persaingan nomor speed diperkirakan semakin rapat. Juara Olimpiade Paris 2024 itu menilai peluang Indonesia untuk merebut medali emas masih terbuka lebar.

    Tantangan terbesar bukan hanya kemampuan teknis para pemanjat, melainkan kesiapan saat hari pertandingan. Veddriq menekankan Indonesia masih memiliki kedalaman kekuatan untuk bertahan di jalur podium.

    “Indonesia masih berada di zona podium. Tinggal bagaimana kesiapan mental saat hari pertandingan. Secara kemampuan kami cukup merata, sekarang tinggal membuktikannya di arena,” ujar Veddriq dalam keterangannya, Selasa (28/7/2026).

    Optimisme itu hadir ketika sejumlah negara Asia terus memperkuat tim speed mereka. China, Kazakhstan, Iran, Jepang, dan Thailand disebut sebagai negara yang menunjukkan perkembangan menjelang Asian Games 2026.

    Format baru juga membuat jalan menuju persaingan utama tidak akan mudah. Seluruh atlet diwajibkan melewati babak kualifikasi, sehingga konsistensi sejak tahap awal menjadi faktor penting bagi setiap pemanjat.

    Modal hasil seri dunia

    Tim Indonesia membawa modal positif dari beberapa seri dunia terakhir. Veddriq baru meraih medali emas nomor speed putra pada seri dunia di Chamonix pada 12 Juli lalu.

    Di ajang yang sama, Desak Made Rita Kusuma Dewi menyumbang emas pada speed putri. Antasyafi Robby Al Hilmi juga memperkuat hasil Indonesia dengan medali perak pada speed putra.

    AjangAtlet IndonesiaNomorHasil
    Seri dunia ChamonixVeddriq LeonardoSpeed putraEmas
    Seri dunia ChamonixDesak Made Rita Kusuma DewiSpeed putriEmas
    Seri dunia ChamonixAntasyafi Robby Al HilmiSpeed putraPerak
    Seri dunia PrahaPutra Tri RamadaniLead putraEmas

    Penampilan Indonesia pada seri Krakow juga memperlihatkan bahwa raihan medali tidak hanya bertumpu pada satu atlet. Tim saat itu merebut emas, perak, dan perunggu dari sejumlah nomor yang dipertandingkan.

    Antasyafi bersama Desak meraih perak pada nomor estafet campuran. Desak yang berpasangan dengan Rajiah Sallsabillah kemudian merebut perunggu pada estafet putri.

    Raharjati Nursamsa turut menyumbang medali perunggu di nomor speed putra. Hasil-hasil tersebut menjadi bagian dari tren positif tim sebelum menghadapi persaingan Asian Games 2026.

    Peluang juga datang dari lead

    Kekuatan Indonesia tidak hanya terlihat pada nomor speed yang selama ini menjadi andalan. Putra Tri Ramadani mencatat sejarah setelah merebut emas nomor lead putra pada seri dunia di Praha, Republik Ceko, pada Juni lalu.

    Capaian di lead memberi tambahan pilihan bagi tim untuk mengejar hasil terbaik. sport.detik.com melaporkan target Federasi Panjat Tebing Indonesia tetap mengarah pada dua medali emas di Asian Games 2026.

    Manajer Tim Panjat Tebing Indonesia, Aries Susanti, menyebut target tersebut dibidik dari nomor speed dan lead. Ia juga melihat Indonesia masih mempunyai kesempatan dari nomor lain.

    “Target kami tetap dua medali emas, dari nomor speed dan lead. Kami juga masih memiliki peluang dari nomor lain. Mohon doa dan dukungan seluruh masyarakat Indonesia agar atlet-atlet kami bisa memberikan yang terbaik untuk Merah Putih,” ujar Aries.

    Bagi Veddriq dan tim, hasil pada seri-seri dunia menjadi bekal penting, tetapi tidak menjamin hasil di Asian Games. Kesiapan mental, kelancaran melewati kualifikasi, serta kemampuan tampil stabil akan menentukan peluang Indonesia mengubah optimisme itu menjadi medali.

    Pilihan Untukmu

    Zulhas Tegaskan Tak Ada Kipas Angin Rp 1,8 Triliun, Ini Rincian Dana Kopdes

    Bisnis

    Persija Kalah di Debut Shin Tae-yong, Persiapan Singkat Jadi Alarm Macan Kemayoran

    Olahraga

    Nyaris Tersenggol di Top 37, Kira Dangdut Academy 8 Janji Belajar Lebih Giat

    Hiburan

    Bali Gapura Marina Mulai Beroperasi, Benoa Bidik Yacht hingga 200 Kaki

    Lifestyle

    Gempa M 7,1 Guncang Kyushu, Peringatan Tsunami 1 Meter dan Kereta Dihentikan

    Internasional

    Nokia Asha Kembali Lewat HMD Asha 305, Kotaknya Ungkap Pulse OS dan Layar 5 Inci

    Gadget

    Source: sport.detik.com

    Komentar
    Additional JS