Veddriq Leonardo Tetap Bidik Emas Asian Games 2026 saat Rival Asia Makin Mengancam - Qoo Media
Veddriq Leonardo menatap Asian Games 2026 dengan keyakinan tinggi meski peta persaingan nomor speed diperkirakan semakin rapat. Juara Olimpiade Paris 2024 itu menilai peluang Indonesia untuk merebut medali emas masih terbuka lebar.
Tantangan terbesar bukan hanya kemampuan teknis para pemanjat, melainkan kesiapan saat hari pertandingan. Veddriq menekankan Indonesia masih memiliki kedalaman kekuatan untuk bertahan di jalur podium.
“Indonesia masih berada di zona podium. Tinggal bagaimana kesiapan mental saat hari pertandingan. Secara kemampuan kami cukup merata, sekarang tinggal membuktikannya di arena,” ujar Veddriq dalam keterangannya, Selasa (28/7/2026).
Optimisme itu hadir ketika sejumlah negara Asia terus memperkuat tim speed mereka. China, Kazakhstan, Iran, Jepang, dan Thailand disebut sebagai negara yang menunjukkan perkembangan menjelang Asian Games 2026.
Format baru juga membuat jalan menuju persaingan utama tidak akan mudah. Seluruh atlet diwajibkan melewati babak kualifikasi, sehingga konsistensi sejak tahap awal menjadi faktor penting bagi setiap pemanjat.
Modal hasil seri dunia
Tim Indonesia membawa modal positif dari beberapa seri dunia terakhir. Veddriq baru meraih medali emas nomor speed putra pada seri dunia di Chamonix pada 12 Juli lalu.
Di ajang yang sama, Desak Made Rita Kusuma Dewi menyumbang emas pada speed putri. Antasyafi Robby Al Hilmi juga memperkuat hasil Indonesia dengan medali perak pada speed putra.
| Ajang | Atlet Indonesia | Nomor | Hasil |
|---|---|---|---|
| Seri dunia Chamonix | Veddriq Leonardo | Speed putra | Emas |
| Seri dunia Chamonix | Desak Made Rita Kusuma Dewi | Speed putri | Emas |
| Seri dunia Chamonix | Antasyafi Robby Al Hilmi | Speed putra | Perak |
| Seri dunia Praha | Putra Tri Ramadani | Lead putra | Emas |
Penampilan Indonesia pada seri Krakow juga memperlihatkan bahwa raihan medali tidak hanya bertumpu pada satu atlet. Tim saat itu merebut emas, perak, dan perunggu dari sejumlah nomor yang dipertandingkan.
Antasyafi bersama Desak meraih perak pada nomor estafet campuran. Desak yang berpasangan dengan Rajiah Sallsabillah kemudian merebut perunggu pada estafet putri.
Raharjati Nursamsa turut menyumbang medali perunggu di nomor speed putra. Hasil-hasil tersebut menjadi bagian dari tren positif tim sebelum menghadapi persaingan Asian Games 2026.
Peluang juga datang dari lead
Kekuatan Indonesia tidak hanya terlihat pada nomor speed yang selama ini menjadi andalan. Putra Tri Ramadani mencatat sejarah setelah merebut emas nomor lead putra pada seri dunia di Praha, Republik Ceko, pada Juni lalu.
Capaian di lead memberi tambahan pilihan bagi tim untuk mengejar hasil terbaik. sport.detik.com melaporkan target Federasi Panjat Tebing Indonesia tetap mengarah pada dua medali emas di Asian Games 2026.
Manajer Tim Panjat Tebing Indonesia, Aries Susanti, menyebut target tersebut dibidik dari nomor speed dan lead. Ia juga melihat Indonesia masih mempunyai kesempatan dari nomor lain.
“Target kami tetap dua medali emas, dari nomor speed dan lead. Kami juga masih memiliki peluang dari nomor lain. Mohon doa dan dukungan seluruh masyarakat Indonesia agar atlet-atlet kami bisa memberikan yang terbaik untuk Merah Putih,” ujar Aries.
Bagi Veddriq dan tim, hasil pada seri-seri dunia menjadi bekal penting, tetapi tidak menjamin hasil di Asian Games. Kesiapan mental, kelancaran melewati kualifikasi, serta kemampuan tampil stabil akan menentukan peluang Indonesia mengubah optimisme itu menjadi medali.
Source: sport.detik.com





