Sosial Media
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    CONNECTING TRANSMISSION...
    Home Berita Featured Piala Dunia Sepak Bola Sepak Bola Internasional UEFA

    UEFA Enggan Terapkan Peraturan Baru Piala Dunia yang Paling Kontroversial Musim Depan - Semua Halaman - Superball

    4 min read

     

    Terverifikasi Administratif dan Faktual oleh Dewan Pers

  • Home
  • BOLA
  • Jumat, 3 Juli 2026 | 18:07 WIB

    Miguel Almiron diganjar kartun merah dalam laga Paraguay vs Turki pada fase grup Piala Dunia 2026. (STU FORSTER/AFP)

    SUPERBALL.ID - UEFA telah mengonfirmasi bahwa peraturan kontroversial Piala Dunia tidak akan digunakan dalam kompetisi Eropa musim depan.

    Piala Dunia telah menghadirkan banyak drama, sebagian besar karena indisiplin.

    Para pemain menerima lebih banyak kartu merah selama turnamen ini dibandingkan dua turnamen sebelumnya.

    Florian Balogun adalah pemain ke-12 dan terbaru yang diusir dari lapangan setelah mencetak gol dalam kemenangan 2-0 AS atas Bosnia & Herzegovina pada Kamis pagi WIB.

    Kartu merah Balogun menuai kontroversi, karena tekelnya terhadap Tarik Muharemovic tidak disengaja.

    Yang lebih mengecewakan bagi Mauricio Pochettino, mereka bahkan tidak dapat mengajukan banding atas keputusan tersebut karena aturan UEFA yang kurang dikenal.

    AS kini akan bermain tanpa striker bintang mereka untuk laga babak 16 besar melawan Belgia.

    Tapi mereka bukan satu-satunya tim yang merasa dirugikan selama turnamen ini.

    Miguel Almiron dari Paraguay adalah pemain pertama yang diusir dari lapangan di Piala Dunia karena menutupi mulutnya saat berkonfrontasi dengan lawan bulan lalu.

    Kemudian ada Piero Hincapie, menjadi pemain kedua yang diusir saat Ekuador kalah 0-2 dari Meksiko.

    Masalah pemain yang menutupi mulut mereka menjadi sorotan pada bulan Februari ketika pemain sayap Benfica, Gianluca Prestianni, mengangkat bajunya saat berbicara dengan Vinicius Jr dari Real Madrid selama pertandingan Liga Champions.

    Prestianni kemudian dituduh melakukan pelecehan rasis dan dilarang bermain satu pertandingan untuk sementara waktu.

    Investigasi UEFA kemudian dilakukan, dan ia dinyatakan bersalah atas perilaku homofobik dan dilarang bermain selama enam pertandingan.

    Presiden FIFA Gianni Infantino menggunakan insiden itu sebagai kesempatan untuk memberlakukan perubahan peraturan di Piala Dunia, karena ia menginginkan sesuatu yang akan memiliki 'efek jera'.

    Tak heran, keputusan tersebut menimbulkan kehebohan besar.

    Sementara itu, badan pengatur sepak bola Eropa (UEFA) memutuskan untuk tidak menggunakan aturan tersebut di Liga Champions, Liga Europa, dan Liga Konferensi Europa, menurut laporan BBC Sport.

    UEFA menginginkan wasit untuk menilai situasi secara individual dan mempertimbangkan apakah kartu kuning harus diberikan jika itu merupakan upaya untuk menyembunyikan komunikasi sebagai tindakan perilaku tidak sportif.

    "Hal ini jelas tidak mengurangi penyelidikan atau proses disiplin apa pun yang mungkin menyusul sebagai konsekuensi dari, atau terkait dengan, perilaku tersebut," bunyi pernyataan tersebut.

    Mengapa aturan tersebut menimbulkan kebingungan di Piala Dunia?

    Kekhawatiran terhadap aturan ini lebih besar daripada sisi positifnya.

    Banyak yang merasa aturan ini dapat digunakan untuk membuat lawan dikeluarkan dari lapangan padahal tidak ada kata-kata kasar yang diucapkan.

    Terjadi pula kebingungan, karena beberapa insiden penutup mulut telah diabaikan oleh wasit, termasuk dalam pertandingan Inggris yang berakhir imbang tanpa gol melawan Ghana.

    Jude Bellingham tidak diusir dari lapangan ketika menutupi mulutnya saat berbicara dengan Jordan Ayew di pertandingan grup mereka, dan itu menunjukkan mengapa keputusan tersebut cacat.

    Banyak yang berpendapat bahwa jika suatu aturan diterapkan, aturan tersebut harus digunakan secara konsisten, bukan hanya untuk insiden-insiden tertentu.

    Jadi, para penggemar di seluruh Eropa kemungkinan akan senang mengetahui bahwa aturan tersebut tidak akan diterapkan dalam kompetisi UEFA musim depan.

    Komentar
    Additional JS