Sosial Media
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    CONNECTING TRANSMISSION...
    Home Berita Featured Piala Dunia Sepak Bola Sepak Bola Internasional Spesial Timnas Australia Timnas Mesir

    Tragedi Adu Penalti Australia di Babak 32 Besar Piala Dunia 2026, Kiper Utama Dikhianati Pelatih Sendiri - Semua Halaman - Bolasport

    7 min read

     

    Terverifikasi Administratif dan Faktual oleh Dewan Pers

  • Home
  • DEMAM BOLA
  • Sabtu, 4 Juli 2026 | 09:22 WIB

    Momen pergantian kiper dari Timnas Australia saat Patrick Beach (kiri) digantikan oleh penjaga gawang veteran tim, Mathew Ryan pada laga kontra Mesir dalam adu penalti di babak 32 besar Piala Dunia 2026. (PAUL ELLIS/AFP)

    BOLASPORT.COM - Adu penalti yang dilakoni Timnas Australia pada babak 32 besar 2026 menjadi sebuah tragedi karena hal itu rupanya tanpa sepengetahuan kiper utama mereka terkait pergantian penjaga gawang.

    Australia sebagai satu-satunya wakil Asia tersisa di turnamen yang dihelat Benua Amerika Utara akhirnya angkat koper.

    Pada babak 32 besar Piala Dunia 2026, Socceroos kalah via adu penalti melawan Mesir di Stadion Dallas, Sabtu (4/7/2026) dini hari WIB.

    Momen menarik terjadi bagi Timnas Australia saat kiper utama mereka dalam turnamen kali ini, Patrick Beach, ditarik keluar pada menit ke-119.

    Beach digantikan oleh seniornya, Matthew Ryan.

    Pergantian itu dimaksudkan Ryan tampil sebagai kiper utama untuk momen adu penalti.

    Nahas, strategi yang dilakukan Tony Popovic tersebut justru berujung fatal.

    Matthew Ryan gagal total dalam menghentikan tendangan penalti dari pihak Mesir.

    Baca Juga: Hasil Piala Dunia 2026 - Wakil Asia Resmi Habis, Mesir Singkirkan Australia Lewat Drama Adu Penalti

    Keempat penendang dari Tim Pharaoh sukses menjalankan tugasnya dengan baik.

    Mahmoud Saber, Ramy Rabia, Mohamed Salah, dan Hossam Abdelmaguid berhasil menaklukkan Ryan.

    Sementara itu Australia sendiri hanya bisa mencetak 2 gol penalti via Jackson Irvine dan Awer Mabil.

    Harry Souttar dan Lucas Herrington menjadi 2 sosok pesakitan karena gagal mengeksekusi penalti.

    Walhasil adu penalti berakhir dengan keunggulan 2-4 bagi Mesir dan membuat Timnas Australia tersingkir dari Piala Dunia 2026.

    Sorotan lantas tertuju kepada Tony Popovic mengingat ia melakukan perubahan posisi kiper dalam babak tos-tosan.

    Terkait hal itu Popovic berdalih bahwa Matthew Ryan memiliki pengalaman dan rekor dalam menahan tendangan penalti.

    Sementara Patrick Beach dinilai masih terlalu hijau untuk mengemban tugas sebagai kiper untuk adu penalti.

    Baca Juga: Spanyol Menang atas Austria, Unai Simon Gusur Kiper Legendaris Italia dari Rekor Bersejarah Piala Dunia

    Tak bisa dipungkiri pula bagi Popovic bahwa strategi pergantian penjaga gawang tersebut tidak berjalan sesuai rencananya.

    "Menurut saya, kalau kami lihat, oke, ini memang tidak berhasil, jadi kami bisa menganalisis banyak hal mengenai alasan di baliknya,” kata Popovic, dikutip dari ESPN.

    "Namun, Maty sudah berpengalaman, dan menurut saya, jika kami lihat rekornya dalam menahan tendangan penalti... Patrick masih baru sebagai penjaga gawang, tidak hanya di tim nasional, tapi bahkan di level klub."

    "Dan saya hanya merasa bahwa pengalaman Maty akan menjadi pembeda."

    "Pada akhirnya hal itu tidak berjalan sesuai harapan, tetapi bukan karena penilaian Maty yang buruk atau kurangnya kemampuannya."

    "Mereka mengeksekusi penalti dengan sangat baik," tuturnya.

    Peralihan posisi kiper untuk adu penalti ke Matthew Ryan rupanya tidak diketahui pula oleh Beach.

    Kiper berusia 22 tahun tersebut mengaku tidak diberi instruksi atau adanya diskusi dengan Popovic.

    Baca Juga: Bek Australia Tak Bakal Hormati Mo Salah saat Duel Lawan Mesir di 32 Besar Piala Dunia 2026

    "Saya tidak yakin, kalian harus bertanya kepada para pelatih soal itu,” kata Beach.

    "Saya mengetahuinya pada saat yang sama dengan kalian."

    "Jelas ada rencana yang telah disusun, dan itu bukan untuk kami ketahui."

    "Tugas kami hanyalah fokus pada pertandingan dan apa yang terjadi saat ini."

    "Jelas, ada keputusan dan diskusi umum yang telah dilakukan. Dan itu saja."

    "Para pelatih telah mengambil keputusan."

    "Dan, sejauh ini, Maty dan saya harus menjalankan tugas; apa pun yang terbaik untuk tim dan memberikan hasil terbaik bagi tim kami," pungkasnya.

    Pada akhirnya perjalanan Timnas Australia di Piala Dunia 2026 harus berakhir di babak 32 besar.

    Baca Juga: Hasil Piala Dunia 2026 - Australia Lolos ke Babak 32 Besar usai Imbang Melawan Paraguay

    Dalam duel kontra Mesir, Socceroos sempat tertinggal lebih dulu oleh gol Emam Ashour pada menit ke-13.

    Negeri Kanguru baru bisa menyamakan skor 1-1 pada menit ke-55 via bunuh diri Mohamed Hany.

    Skor imbang tersebut ternyata bertahan hingga waktu normal dan extra time 2x15 menit.

    Alhasil adu penalti harus dilakukan untuk menentukan pemenang dengan Dewi Fortuna yang lebih berpihak kepada Mesir.

    Komentar
    Additional JS