Timnas Malaysia Riwayatmu Kini! Federasi Kicep, Proyek Naturalisasi dan Pelatih Nggak Jelas Nasibnya - Semua Halaman - Superball
Terverifikasi Administratif dan Faktual oleh Dewan Pers
Senin, 6 Juli 2026 | 18:59 WIB
Federasi Malaysia terkesan tak acuh dengan lanjutan proyek naturalisasi, pemilihan pelatih untum timnas pun terkesan asal-asalan. (FAM.ORG.MY)
SUPERBALL.ID - Federasi Malaysia (FAM) menolak membahas proyek naturalisasi dan ketidakjelasan status pelatih baru skuad Harimau Malaya.
FAM menolak mengungkapkan apakah ada daftar kandidat terpilih telah disusun atau berapa banyak kandidat yang sedang dipertimbangkan.
Hal ini menyangkut proyek naturalisasi pemain dan seleksi pelatih pengganti Peter Cklamovski, Datuk Noor Azman selaku Sekjen FAM tak berkutik.
Yang dapat disampaikan Noor Azman hanyalah kepastian bahwa FAM telah menunjuk Tan Cheng Hoe sebagai pelatih interim Harimau Malaya.
Namun kepastian itu berselimut hal tak pasti mengenai jangka waktu sampai kapan Cheng Hoe bakal memimpin sebagai pelatih interim.
"Seperti yang diumumkan sebelumnya, FAM telah menunjuk Cheng Hoe sebagai pelatih kepala sementara tim nasional."
"Dia akan memimpin skuad untuk Piala AFF yang dimulai pada 24 Juli," kata Datuk Noor Azman seperti dikutip dari NST.com.my.
Selain itu, FAM juga tidak jelas soal nasib Cheng Hoe setelah Piala AFF, apakah bakal dipertahankan hingga turnamen selanjutnya atau diganti di tengah jalan.
Skandal naturalisasi membuat Malaysia merombak total kepengurusan di timnas, tak cuma Cklamovski, Rob Friend selaku CEO juga ditendang.
Di level U-23, Nafuzi Zain dicopot dari jabatannya usai gagal menuai hasil terbaik di turnamen kelompok umur yang ditukanginya.
Semua itu gara-gara skandal naturalisasi yang terbongkar dan membuat citra sepak bola Malaysia tercoreng, tak ada lagi respek untuk mereka.
Malaysia tak hanya dicap sebagai penipu tetapi juga pembohong besar, skandal ini tak hanya membuat gempar Asia tapi juga dunia.
Saking merusaknya naturalisasi bodong yang dilakukan, Noor Azman sampai enggan menanggapi pertanyaan soal apakah proyek ini berlanjut atau tidak.
"FAM akan selalu mengevaluasi setiap peluang berdasarkan kebutuhan tim," kata Datuk Noor Azman melanjutkan.
"Yang terpenting, skuad nasional harus terdiri dari pemain yang mampu memenuhi persyaratan apa pun yang ditetapkan pelatih."
Meski begitu, klub-klub Malaysia masih konsisten mendaftarkan para pemain potensial untuk dinaturalisasi guna mendapat status lokal.
Dengan begitu, klub tidak akan khawatir kehilangan banyak slot pemain asing yang diperbolehkan, ini masih menjadi tren pasaran di Malaysia.
Baca Juga: Takut Abroad karena Nyaman di Kolam Sendiri, Starboy Malaysia Ngamuk: Nggak Usah Sok Kenal Saya!
Di sisi lain timnas semakin terabaikan, federasi belum juga mengumumkan daftar pemain yang akan diturunkan di Piala AFF nanti.
Timnas Malaysia tergabung di Grup B Piala AFF 2026, bersama Thailand, Laos, Myanmar dan Filipina.
Jika terlalu sombong, Malaysia dapat meremehkan semua lawan di grup ini terkecuali Thailand.
Meski begitu, Malaysia seharusnya tidak memandang sebelah mata Laos, Myanmar dan Filipina.
Tiga negara Asia Tenggara yang semakin mengalami peningkatan sepak bola di level timnas dan kompetisi lokal.