Thomas Tuchel Antusias Jelang Timnas Inggris Hadapi Meksiko - Kompas
KOMPAS.com - Pelatih Timnas Inggris, Thomas Tuchel, mengungkapkan bahwa Timnas Inggris tengah diliputi semangat tinggi jelang laga melawan Meksiko.
Timnas Inggris akan menghadapi Meksiko pada babak 16 besar Piala Dunia 2026 di Stadion Azteca, Mexico City, Minggu (5/7/2026) waktu setempat atau Senin pagi WIB.
The Three Lions, julukan Timnas Inggris, sangat menantikan kesempatan berharga untuk tampil di salah satu arena sepak bola paling bersejarah di dunia.
Rombongan Timnas Inggris telah menjajal lapangan di kompleks Cantera milik Pumas UNAM usai mendarat di Mexico City pada hari Jumat waktu setempat.
Tragedi usai Meksiko Rayakan Kemenangan dan Lolos 16 Besar Piala Dunia 2026
Sesi ini menjadi momen perdana bagi mereka untuk beradaptasi dengan kondisi dataran tinggi sebelum menantang Timnas Meksiko.
Baca juga: Ujian Berat di Mexico City: Thomas Tuchel Instruksikan Timnas Inggris Jangan Panik
El Tri, julukan Timnas Meksiko, sejauh ini belum tersentuh kekalahan, terlebih mereka akan mendapat dukungan penuh dari ribuan pendukung fanatiknya.
Berbicara kepada awak media, sang pelatih menegaskan antusiasme timnya.
"Kami berada di tempat yang ikonik, stadion yang ikonik, pertandingan besar, pertandingan sistem gugur melawan Meksiko di Azteca," kata Tuchel dikutip dari Reuters, Minggu (5/7/2026).
"Ini adalah pertandingan ikonik dan panggung besar, dan kami merasakannya," tambah pelatih berusia 52 tahun itu.
Tantangan Dataran Tinggi
Fokus utama publik memang banyak tertuju pada tantangan geografis Mexico City yang berada di ketinggian 2.200 meter di atas permukaan laut.
Apalagi, wakil asal Inggris ini hanya punya waktu rehat empat hari selepas kemenangan mereka di babak 32 besar.
Baca juga: Timnas Inggris Krisis Bek Kanan, Thomas Tuchel Jadi Pesakitan
Kendati demikian, para pemain terlihat cukup rileks saat menjalani sesi latihan 15 menit yang disaksikan media, di mana mereka tampak bersendau gurau kala melakukan pemanasan.
Terkait kendala fisik di awal latihan, Tuchel tidak menampiknya namun menolak menjadikan hal tersebut sebagai dalih.

Lihat Foto
"Para pemain merasakannya di menit-menit pertama sesi latihan dan semakin lama latihan berlangsung, mereka semakin mampu mengatasinya. Memang begitulah adanya," tegas Thomas Tuchel.
Lebih lanjut, ia menepis anggapan bahwa anak asuhnya akan mendapat teror berlebihan dari publik tuan rumah.
"Saya tidak mengharapkan suasana yang bermusuhan," ungkapnya melanjutkan.
Tuchel justru melihat sisi emosional dari fanatisme suporter lokal sebagai hal wajar.
"Saya pikir suasananya akan emosional dan penuh dukungan untuk negara tuan rumah. Ketinggian tempat, ya begitulah adanya. Dukungan penonton tuan rumah, ya begitulah adanya."
Dirinya meyakini mentalitas timnya cukup tangguh menghadapi tekanan.
"Kita perlu mengatasi rintangan, tetapi kita memiliki semangat, komitmen, kemauan yang kuat, dan kekompakan dalam tim untuk mengatasi hal-hal ini," terang
Baca juga: Teror Suporter Meksiko Sambut Kedatangan Timnas Inggris Jelang Laga 16 Besar
Motivasi Mengukir Sejarah Baru
Senada dengan pelatihnya, gelandang Jordan Henderson memandang situasi ini sebagai panggung pembuktian alih-alih beban yang menakutkan.
"Tidak ada yang lebih baik atau lebih besar daripada bermain melawan Meksiko di Mexico City di stadion ini," kata Henderson.
"Ini adalah momen luar biasa bagi semua orang. Meksiko adalah tim yang sangat bagus."
"Ini akan menjadi ujian yang sangat berat, tetapi semua orang menantikan untuk datang dan memainkan pertandingan ini."
Henderson sepakat dengan pelatihnya untuk hanya memusatkan perhatian pada aspek teknis yang bisa mereka atasi di lapangan.
"Segala sesuatu yang tidak dapat kita pengaruhi, seperti ketinggian atau waktu kick-off, berada di luar kendali kita," katanya.
"Bagi kami, ini tentang fokus penuh pada pekerjaan yang ada di depan kami. Tidak ada alasan. Kami siap untuk memulai."
Baca juga: Thierry Henry Ingatkan Timnas Inggris untuk Tak Bergantung ke Harry Kane
Bagi Timnas Inggris, lawatan ke Stadion Azteca ini membuka memori lama karena ini adalah partai kompetitif pertama mereka di sana semenjak kekalahan menyakitkan dari Argentina di perempat final Piala Dunia 1986.
Namun, Tuchel membantah keras bahwa timnya datang dengan membawa beban masa lalu.
"Kami di sini bukan untuk balas dendam. Kami di sini untuk menulis bab kami sendiri. Kami bersemangat dan siap untuk menghadapi hari esok," pungkasnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang