Sosial Media
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    CONNECTING TRANSMISSION...
    Home Berita Featured Piala Dunia Sepak Bola Sepak Bola Internasional Spesial Thomas Tuchel Timnas Argentina Timnas Inggris

    Terungkap: Argentina 'terkejut' dengan pergantian pemain yang dilakukan Thomas Tuchel setelah merencanakan - GOAL Indonesia

    10 min read

     

    Terungkap: Argentina 'terkejut' dengan pergantian pemain yang dilakukan Thomas Tuchel setelah merencanakan strategi untuk menghadapi duo Inggris yang mematikan di semifinal Piala Dunia

    Thomas Tuchel Englandgetty

    Diterjemahkan oleh 

    Inggris sempat unggul berkat gol Anthony Gordon pada menit ke-55 dalam laga semifinal Piala Dunia melawan Argentina, namun pergantian pemain defensif yang dilakukan Thomas Tuchel kemudian membuat para pemain Albiceleste terkejut dan memberi mereka kesempatan untuk mengejar kemenangan dramatis di menit-menit akhir. Keputusan untuk semakin mundur ke belakang alih-alih memperlebar permainan dengan kecepatan terbukti menjadi penentu, sehingga memungkinkan tim asuhan Lionel Scaloni menyamakan kedudukan melalui Enzo Fernandez pada menit ke-85 sebelum Lautaro Martinez mencetak gol penentu kemenangan pada masa tambahan waktu.

    • Perombakan lini pertahanan yang dilakukan Tuchel setelah gol Gordon

      Gol klinis Gordon membawa Inggris unggul di pertengahan babak kedua semifinal Piala Dunia yang menegangkan itu. Menurut The Independent, Argentina telah secara khusus mempersiapkan diri untuk masuknya Bukayo Saka atau Noni Madueke, dengan keyakinan bahwa titik lemah utama mereka terletak pada momen-momen transisi saat menghadapi kecepatan murni. Sebaliknya, Tuchel merespons dengan memperkuat barisan belakangnya.

      Ezri Konsa menggantikan Gordon pada menit ke-72 saat Inggris beralih ke formasi lima bek. Sepuluh menit kemudian, Dan Burn dan Nico O’Reilly masuk menggantikan Reece James dan Declan Rice. Baru setelah gol penyama kedudukan jarak jauh dari Fernandez, Marcus Rashford dan Ivan Toney akhirnya diturunkan. Antara gol pembuka Gordon dan gol penentu dari Martinez, Inggris hanya menguasai bola sebesar 12 persen.

    • Thomas Tuchel England 1:1Getty Images

      Tuchel menegaskan bahwa bermain pasif bukanlah rencana sejak awal

      Saat berbicara setelah kekalahan tersebut, Tuchel menyoroti perubahan momentum yang tiba-tiba. “Saya belum melihat datanya, tapi saya rasa tepat setelah gol itu, momentum berbalik sepenuhnya dalam hal penguasaan bola dan peluang, dan itu menurun drastis,” katanya. “Kami menjadi terlalu pasif dalam struktur permainan kami. Saya mencoba membantu, bukan agar menjadi lebih pasif dengan formasi lima bek, melainkan agar lebih aktif, lebih cepat keluar ke sayap, dan tidak membuka celah di antara empat bek.

      “Kami mendorong semua pemain untuk maju, agar lebih aktif dalam formasi, tapi kami justru kesulitan. Kami tidak bisa lagi memenangkan duel-duel, itulah sebabnya kami mundur semakin dalam, yang sebenarnya bukan rencana kami, tapi itulah yang terjadi.”

      Dia menambahkan bahwa menguasai bola “mungkin bukan bagian dari DNA kami seperti halnya dalam DNA Spanyol, Argentina, atau Brasil.”

    • Para pemain Inggris mempertanyakan keputusan untuk mundur sementara Argentina merayakan kesempatan tersebut

      Strategi mundur tersebut tidak luput dari perhatian di dalam kubu Inggris. Kapten Harry Kane menyatakan bahwa sekadar berusaha “mempertahankan” keunggulan 1-0 “tidak cukup di level ini.”

      Bek tengah Marc Guehi turut mengungkapkan rasa frustrasinya: “Kami seharusnya terus menekan. Rasanya seperti begitu kami mencetak gol, mentalitas kami langsung berubah menjadi mundur dan bertahan.”

      Di sisi lain, menurut laporan yang sama, para pemain Argentina membahas pendekatan Inggris secara panjang lebar saat merayakan kemenangan. Mereka telah diingatkan pada babak pertama mengenai ancaman yang ditimbulkan oleh Saka dan Madueke, dan mengantisipasi salah satu atau keduanya akan muncul. Ketika keduanya tidak muncul, Scaloni merasa bebas untuk meninggalkan kehati-hatian dalam bertahan, menarik bek kiri Nicolas Tagliafico dan memasukkan Martinez pada menit ke-81, serta memajukan Nico Gonzalez yang sudah masuk sebelumnya ke posisi tersebut.

    • SUKA CERITA INI?

      Tambahkan GOAL.com sebagai sumber pilihan di Google untuk melihat lebih banyak liputan kami

      Ikuti GOAL di Google
    • England v Argentina: Semi Final - FIFA World Cup 2026Getty Images Sport

      FA tetap mendukung Tuchel meski timnya baru saja tersingkir di babak semifinal

      Terlepas dari cara mereka tersingkir, Asosiasi Sepak Bola Inggris (FA) tetap mendukung Tuchel, yang kontraknya berlaku hingga Kejuaraan Eropa 2028 yang akan digelar di tanah air. Direktur Eksekutif Mark Bullingham secara pribadi telah menyatakan kepuasannya terhadap kinerja sang pelatih asal Jerman secara keseluruhan, dan ada keyakinan bahwa ia masih berupaya mengatasi masalah-masalah budaya yang lebih mendalam di dalam skuad. Inggris kini harus menata kembali barisan untuk pertandingan perebutan tempat ketiga melawan Prancis—pertandingan yang sebenarnya tidak diinginkan oleh kedua tim—sebelum mengalihkan seluruh perhatian mereka ke Kejuaraan Eropa.


    Komentar
    Additional JS