Sosial Media
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    CONNECTING TRANSMISSION...
    Home ASEAN Championship ASEAN Cup Berita Featured Piala AFF Sepak Bola Sepak Bola Internasional Spesial Timnas Singapura Timnas Vietnam

    Terinspirasi Aksi Heroik Penjaga Gawang Piala Dunia 2026, Kiper Singapura Ingin Kejutkan Vietnam - Semua Halaman - Superball

    5 min read

     

    Terverifikasi Administratif dan Faktual oleh Dewan Pers

  • Home
  • Timnas Senior
  • Jumat, 31 Juli 2026 | 13:07 WIB

    Aksi kiper Timnas Singapura, Izwan Mahbud, dalam pertandingan Kualifikasi Piala Asia 2027 melawan Timnas Hong Kong. (LO PING FAI/AFP)

    SUPERBALL.ID - Tidak hanya menjadi ajang pamer bagi para striker bintang, Piala Dunia 2026 juga merupakan perayaan bagi para penjaga gawang yang kurang dikenal.

    Vozinha memainkan peran kunci dalam perjalanan Tanjung Verde ke babak 32 besar sebelum disingkirkan oleh Argentina.

    Mereka bahkan mampu menahan imbang juara Spanyol serta dua mantan juara dunia Uruguay dan Argentina dalam waktu normal.

    Sementara Eloy Room yang berusia 37 tahun menjadi sorotan karena 15 penyelamatannya dalam hasil imbang 0-0 Curacao melawan Ekuador.

    Baca Juga: Link Live Streaming Timnas Indonesia Vs Timor Leste di ASEAN Championship 2026, Kick Off Pukul 17.00 WIB

    Penampilan penuh tekad mereka di bawah mistar gawang menjadi inspirasi bagi kiper Timnas Singapura, Izwan Mahbud.

    Khususnya menjelang pertandingan Grup A ASEAN Championship 2026 melawan juara bertahan Timnas Vietnam.

    Pertandingan kedua tim dijadwalkan berlangsung di Stadion Nasional My Dinh, Hanoi, Vietnam, Jumat (31/7/2026) malam WIB.

    Izwan Mahbud sudah tidak asing lagi dengan aksi heroik dalam melakukan penyelamatan sepanjang karier internasionalnya.

    Kiper berusia 36 tahun itu merupakan pilihan utama ketika The Lions memenangi trofi ASEAN Championship keempat pada 2012.

    Ia juga melakukan 18 penyelamatan untuk membantu Singapura bermain imbang 0-0 melawan raksasa Asia Jepang dalam Kualifikasi Piala Dunia pada 2015.

    Namun, ia mengalami penurunan performa selama tiga tahun dan hanya mendapat sedikit waktu bermain setelah menderita cedera lutut serius.

    Kini, ia telah bangkit kembali dan berperan penting dalam keberhasilan Singapura meraih tiket Piala Asia 2027.

    Penjaga gawang berpostur 177 cm itu juga mencatatkan tiga clean sheet dalam lima pertandingan terakhirnya.

    Ia juga melakukan penyelamatan penting untuk mencegah Kamboja unggul dalam kemenangan 2-1 The Lions pada 24 Juli.

    Menjelang laga melawan Vietnam, Izwan mengaku setiap penyelamatan kiper di Piala Dunia 2026 telah menginspirasi dirinya.

    Baca Juga: ASEAN Championship 2026 - Vietnam Waspadai Mesin Pencetak Gol Milik Timnas Singapura

    “Setiap penyelamatan yang saya tonton dari Piala Dunia menginspirasi saya," kata Izwan, dikutip SuperBall.id dari The Straits Times.

    “Saya juga senang melihat para penjaga gawang mendapatkan pengakuan karena saya bisa memahami pengorbanan yang mereka lakukan."

    "Baik mereka berasal dari tim underdog atau tim besar seperti Unai Simon dari Spanyol, yang hanya kebobolan satu kali dalam delapan pertandingan di Piala Dunia."

    "Mereka sangat menginspirasi saya karena pekerjaan kami sama, menjaga bola agar tidak masuk ke gawang,” tambahnya.

    Vietnam memberikan sinyal bahaya untuk Singapura dengan kemenangan telak 7-0 atas Timor Leste di laga pembuka Grup A.

    Berkaca dari itu, Izwan diperkirakan akan sibuk menghadapi para penyerang Vietnam seperti Nguyen Dinh Bac dan Nguyen Xuan Son.

    Namun, pemilik 76 caps bersama Timnas Singapura menilai hal itu sebagai tekanan yang bagus baginya untuk meningkatkan performa.

    “Ini tekanan yang bagus bagi saya untuk meningkatkan performa, seperti di setiap pertandingan lainnya," kata Izwan.

    "Mereka memiliki banyak kekuatan, tetapi itu tidak mengubah rutinitas atau mentalitas saya, yaitu membantu tim mendapatkan tiga poin."

    "Ini juga bukan hanya tentang satu pemain. Yang terpenting adalah setiap orang tampil maksimal, dan kita menyerang serta bertahan sebagai sebuah tim.”

    “Vietnam telah membangun sistem yang bagus selama bertahun-tahun dan kita dapat melihat peringkat dunia mereka dan bagaimana mereka mempertahankan gelar juara ASEAN."

    "Tetapi permainan dimulai dari 0-0, apa pun bisa terjadi selama 90 menit, dan tim underdog bisa keluar sebagai pemenang seperti yang kita lihat di Piala Dunia,” tambahnya.

    Komentar
    Additional JS