Sosial Media
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    CONNECTING TRANSMISSION...
    Home Berita Featured Naturalisasi Sepak Bola Sepak Bola Internasional Spesial Timnas Indonesia

    Sudah 11 Pemain Naturalisasi yang Diharapkan Berkarier di Luar Negeri Kini Malah Gabung ke Klub Indonesia - Semua Halaman - Bolasport

    6 min read

     

    BOLASPORT.COM - Keputusan pemain-pemain naturalisasi ke kompetisi sepak bola Indonesia menjadi perdebatan di media sosial.

    Lantas, apakah keputusan itu untuk karier atau hanya demi popularitas?

    Gelombang kepulangan pemain keturunan ke klub Super League semakin bertambah.

    Memasuki musim Super League 2026/2027, tercatat sudah 11 pemain naturalisasi Timnas Indonesia memilih melanjutkan karier bersama klub-klub lokal.

    Meski sebelumnya banyak diharapkan tetap berkiprah di Eropa atau liga-liga kompetitif Asia.

    Fenomena tersebut menunjukkan perubahan peta karier para pemain diaspora.

    Jika beberapa tahun lalu mayoritas pemain naturalisasi datang ke Timnas Indonesia dengan status bermain di luar negeri, kini sebagian besar justru mulai merapat ke klub-klub Tanah Air.

    Baca Juga: Kembali ke Stadion Azteca, Thomas Tuchel Berharap Timnas Inggris Bisa Menebus Karma Gol Tangan Tuhan Maradona

    Awalnya, Persija Jakarta menjadi klub dengan koleksi pemain naturalisasi terbanyak.

    Macan Kemayoran mendatangkan Jordi Amat, Shayne Pattynama, Mauro Zijlstra, dan Cyrus Margono.

    Jordi Amat didatangkan sebelum Super League 2025/2026 dimulai, setelah sebelumnya berkarier di Johor Darul Takzim (Malaysia).

    Sedangkan tiga nama lainnya didatangkan pada putaran kedua Super League 2025/2026.

    Shayne Pattynama bergabung ke Persija usai meninggalkan Buriram United (Thailand).

    Persija kembali mengumumkan kedatangan Mauro Zijlstra yang sebelumnya bermain di Volendam (Belanda).

    Disusul Cyrus Margono yang sebelumnya bermain di KF Dukagjini (Albania).

    Baca Juga: Striker Timnas Indonesia Ole Romeny Selangkah Lagi Gabung Fortuna Sittard, Tes Medis Segera Digelar

    Tak kalah agresif, Persib Bandung mengumpulkan empat pemain naturalisasi, yakni Thom Haye, Eliano Reijnders, Sandy Walsh, dan Dion Marx.

    Kehadiran mereka semakin mempertegas ambisi Maung Bandung untuk bersaing di level domestik maupun Asia.

    Thom Haye datang ke Persib sebelum Super League 2025/2026 dimulai, setelah terakhir kali berkarier di Belanda bersama Almere City.

    Eliano Reijnders juga datang sebelum Super League 2025/2026 bermain dari klub Belanda, PEC Zwolle.

    Persib mendatangkan Dion Marx pada putaran kedua Super League 2025/2026 dari klub Belanda, TOP Oss.

    Terakhir ada Sandy Walsh yang didatangkan Persib untuk bertarung pada musim 2026/2027 dari Buriram United.

    Sementara itu, Dewa United mengamankan tanda tangan Rafael Struick dan Ivar Jenner.

    Baca Juga: Update Transfer Persib - Mulai Agresif, Maung Bandung Sukses Rekrut Bek Timnas Indonesia dan Pemain Bosnia

    Keduanya didatangkan pada musim Super League 2025/2026, bedanya Ivar Jenner pada putaran kedua.

    Rafael Struick datang dari klub Australia Brisbane Roar, sedangkan Ivar Jenner dari tim Belanda Jong FC Utrecht.

    Sedangkan Bali United sukses merekrut penyerang muda Jens Raven dari klub Belanda, SV Nootdrop.

    Fenomena ini memunculkan perdebatan di kalangan pencinta sepak bola Indonesia.

    Sebagian menilai para pemain naturalisasi seharusnya tetap berkarier di luar negeri demi menjaga kualitas permainan dan intensitas kompetisi.

    Bermain di liga yang lebih kompetitif dinilai akan berdampak positif terhadap performa mereka ketika memperkuat Timnas Indonesia.

    Namun, memandang kepulangan mereka semata-mata sebagai keputusan finansial juga tidak sepenuhnya tepat.

    Baca Juga: Spanyol Menang atas Austria, Unai Simon Gusur Kiper Legendaris Italia dari Rekor Bersejarah Piala Dunia

    Bagi pemain seperti Jordi Amat, Thom Haye, Sandy Walsh, atau Shayne Pattynama, keputusan berkarier di Indonesia bisa menjadi langkah logis dalam fase karier yang berbeda.

    Selain memperoleh menit bermain yang lebih terjamin, mereka juga dapat beradaptasi lebih dekat dengan kultur sepak bola Indonesia.

    Di sisi lain, bagi pemain-pemain muda seperti Mauro Zijlstra, Rafael Struick, Ivar Jenner, dan Jens Raven, kepindahan ke Indonesia tentu akan menjadi sorotan.

    Mereka masih berada pada usia yang seharusnya menjadi masa terbaik untuk berkembang di lingkungan kompetisi yang lebih ketat.

    Karena itu, pilihan mereka akan terus dinilai berdasarkan dampaknya terhadap perkembangan individu, bukan sekadar nilai kontrak yang diterima.

    Komentar
    Additional JS