Sosial Media
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    CONNECTING TRANSMISSION...
    Home Aries Susanti Berita Featured Panjat Tebing Spesial

    'Spiderwoman' Aries Susanti Jadi Manajer Timnas Panjat Tebing Indonesia - detik

    3 min read

     


    Jakarta -

    Pengurus Pusat Federasi Panjat Tebing Indonesia (PP FPTI) menunjuk legenda speed Indonesia, Aries Susanti Rahayu, sebagai manajer Timnas Panjat Tebing Indonesia. Peraih dua medali emas Asian Games 2018 itu langsung mendapat tugas memimpin persiapan tim menuju Asian Games 2026.

    Aries menggantikan Pristiawan Buntoro yang menjabat sebagai manajer tim selama tiga bulan masa transisi. Selanjutnya, Pristiawan kembali menjalankan tugas sebagai Sekretaris Umum PP FPTI.

    Penunjukan Aries tertuang dalam Surat Keputusan Nomor 0711.1/SKP/PP.NAS/VII/2026 tentang Pelatnas Asian Games 2026 yang ditandatangani Ketua Umum PP FPTI Yenny Wahid pada 11 Juli 2026.

    PP FPTI memilih Aries karena dinilai memenuhi sejumlah kriteria. Selain berpengalaman sebagai atlet elite, perempuan yang dijuluki Spiderwoman itu juga pernah memecahkan rekor dunia nomor speed putri dengan catatan waktu 6,995 detik pada 2019. Aries juga mengoleksi dua medali emas pada Asian Games 2018.

    Efektif mulai bertugas pada Senin (27/7), Aries langsung mengalihkan fokus tim ke persiapan Asian Games 2026 setelah atlet menjalani jeda kompetisi World Climbing Series.

    "Asian Games (2026) tinggal menghitung hari. Tidak ada waktu selain berlatih keras apalagi dalam kondisi yang serba terbatas," ungkap Aries, dalam pernyataan pers FPTI yang diterima detikSport.

    Aries Susanti Rahayu berhasil meraih medali emas Asian Games 2018 di JSC Sport Climbing, Kamis (23/8/2018). Tangis bahagia mewarnai penyerahan medali untuk 'spiderwoman' Indonesia tersebut.Aries Susanti merayakan keberhasilan meraih 2 emas di Asian Games 2018. Foto: Rachman Haryanto

    Fokus Asian Games

    Sebagai bagian dari persiapan pelatnas, PP FPTI lebih dulu memanggil 14 atlet ke Sekretariat PP FPTI di Jakarta Selatan pada Sabtu (25/7). Mereka mengikuti wawancara sekaligus serah terima atlet dari PP FPTI kepada manajemen pelatnas.

    Wawancara dipimpin dua penasihat PP FPTI, Bayu Tresna dan Cally Setiawan. Menurut Bayu, kegiatan tersebut bukan sekadar proses administrasi, tetapi juga menyamakan komitmen antara atlet, federasi, dan manajemen pelatnas.

    "Ini lebih dari sekedar wawancara sebenarnya. Karena, yang kami lakukan adalah diskusi mengenai hubungan tiga entitas antara atlet - PP FPTI - managemen Pelatnas," ungkap Bayu Tresna.

    Ke-14 atlet tersebut terdiri atas sembilan atlet yang lolos ke Asian Games 2026 dan lima atlet sparring partner. Setelah proses wawancara selesai, seluruh atlet bergabung ke markas pelatnas di Bekasi untuk menjalani program latihan.

    (krs/raw)

    Komentar
    Additional JS