Sosial Media
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    CONNECTING TRANSMISSION...
    Home Berita Featured Piala Presiden Sepak Bola Sepak Bola Indonesia Shin Tae-yong Spesial

    Shin Tae-yong Bantah Dihukum 10 Tahun! Tegaskan Fokus Melatih Persija Jakarta di Piala Presiden 2026 - Jawa Pos

    5 min read

     

    Moch. Rizky Pratama Putra Minggu, 26 Juli 2026 | 11.49 WIB


    Shin Tae-yong membantah kabar dijatuhi hukuman 10 tahun dan menegaskan fokus memimpin Persija Jakarta menghadapi Piala Presiden 2026. (Moch. Rizky Pratama Putra/JawaPos.com)

     

    JawaPos.com — Shin Tae-yong membantah kabar yang menyebut dirinya dijatuhi hukuman larangan beraktivitas di dunia sepak bola Korea Selatan selama 10 tahun.

    Pelatih Persija Jakarta itu menegaskan sanksi yang diterimanya bukan seperti yang ramai diberitakan dan memastikan tetap fokus memimpin Macan Kemayoran menghadapi Piala Presiden 2026.

    Pelatih asal Korea Selatan tersebut akhirnya angkat bicara saat ditemui awak media di Surabaya, Sabtu (25/7/2026). Ia memilih meluruskan informasi yang beredar tanpa membeberkan secara rinci proses yang tengah dihadapinya.

    “Saya tegaskan lagi bahwa (hukuman) itu bukan 10 tahun,” kata Shin Tae-yong.

    Mantan pelatih Timnas Indonesia itu mengaku sebenarnya ingin menjelaskan seluruh persoalan kepada publik. Namun, ia memilih menahan diri karena merasa masih ada sejumlah hal yang menurutnya tidak berjalan secara adil.

    “Saya sebenarnya ingin jujur, ingin mengatakan semuanya. Namun saya tak akan melakukannya. Ada hal-hal yang tidak adil menurut saya. Sebagai mantan pelatih Ulsan HD, saya akan menerima semuanya,” ujarnya.

    Shin Tae-yong memastikan polemik yang berkembang di Korea Selatan tidak akan mengganggu pekerjaannya bersama Persija Jakarta.

    Seluruh konsentrasinya kini diarahkan untuk mempersiapkan tim menghadapi turnamen pramusim Piala Presiden 2026.

    “Saya datang ke Jakarta untuk Persija. Jadi saya akan fokus ke tim ini,” tegasnya.

    Sebelumnya, sejumlah media Korea Selatan melaporkan KFA menjatuhkan sanksi disiplin kepada Shin Tae-yong terkait dugaan insiden yang disebut terjadi saat ia masih melatih Ulsan HD.

    Menurut laporan tersebut, proses pemeriksaan telah diselesaikan pada awal Juli 2026 dan hasilnya telah disampaikan kepada Shin.

    Mengutip laporan Laodong News pada Jumat (25/7/2026), KFA tidak mengungkap rincian perkara dengan alasan perlindungan data pribadi. Federasi hanya menyatakan sanksi yang dijatuhkan masuk dalam kategori hukuman berat.

    Sejumlah media Korea Selatan kemudian melaporkan sanksi tersebut berupa pembekuan lisensi kepelatihan serta larangan mengikuti aktivitas sepak bola di Korea Selatan.

    Sebelum keputusan itu keluar, media-media tersebut juga menyebut KFA sempat mempertimbangkan hukuman larangan melatih seumur hidup, meski belum ada penjelasan resmi mengenai bentuk sanksi yang dijatuhkan.

    Kasus yang ramai diberitakan itu disebut berkaitan dengan dugaan insiden saat Shin Tae-yong menangani Ulsan HD pada periode Agustus hingga Oktober 2025.

    Dalam laporan sejumlah media Korea Selatan, ia dituduh melakukan tindakan kekerasan terhadap bek senior Ulsan, Jung Seung-hyun, dalam sebuah pertemuan tim.

    Insiden tersebut disebut memicu gejolak internal di dalam klub. Setelah hasil tim dinilai kurang memuaskan, Ulsan HD kemudian mengakhiri kerja sama dengan Shin Tae-yong pada Oktober 2025.

    Jung Seung-hyun selanjutnya mengungkap dugaan insiden tersebut kepada publik pada akhir 2025. Menurutnya, tindakan yang membuat orang lain merasa terluka tidak lagi sesuai dengan nilai-nilai sepak bola modern.

    “Setiap tindakan yang membuat orang lain merasa terluka dapat dikategorikan sebagai bentuk kekerasan,” ujar Jung Seung-hyun.

    Terlepas dari polemik tersebut, status Shin Tae-yong sebagai pelatih Persija Jakarta sejauh ini tidak berubah.

    Sejumlah media Korea Selatan melaporkan sanksi KFA hanya berlaku dalam lingkup aktivitas sepak bola di Korea Selatan sehingga tidak secara langsung memengaruhi kontraknya bersama Persija Jakarta yang diteken pada Juni 2026.

    Kini, perhatian Shin Tae-yong sepenuhnya tertuju pada persiapan Persija Jakarta menghadapi Piala Presiden 2026.

    Pernyataan tegasnya sekaligus menjadi jawaban atas spekulasi yang berkembang, yakni kabar mengenai hukuman 10 tahun yang beredar tidak benar menurut dirinya.

    Komentar
    Additional JS