'Sangat sulit dipahami' - Pelatih Lionel Scaloni mengkritik jadwal Piala Dunia saat Argentina bersiap menghadapi Mesir setelah kemenangan yang melelahkan atas Cape Verde - Goal
Diterjemahkan oleh
Pelatih kepala Argentina, Lionel Scaloni, mengkritik jadwal Piala Dunia 2026 setelah timnya terpaksa menjalani pertandingan yang melelahkan hingga babak perpanjangan waktu melawan Cape Verde. Pelatih Albiceleste itu mengungkapkan rasa frustrasinya atas berkurangnya waktu pemulihan antarpertandingan seiring turnamen memasuki fase paling krusial.
Scaloni meluapkan kemarahannya atas padatnya jadwal pertandingan
Kemenangan 3-2 pada babak perpanjangan waktu melawan Cape Verde membuat Albiceleste hanya memiliki tiga hari untuk mempersiapkan diri menjelang laga babak 16 besar melawan Mesir pada hari Selasa. Yang memperburuk keadaan, mereka terpaksa membatalkan sesi latihan Sabtu pagi akibat badai yang melanda Miami.
Scaloni tidak segan-segan mengkritik struktur turnamen ini setelah Argentina meraih kemenangan tipis. Meskipun berhasil menang, sang manajer terdengar frustrasi karena kurangnya waktu pemulihan yang diberikan kepada para pemainnya dibandingkan dengan tahap-tahap awal kompetisi.
Saat berbicara kepada pers setelah pertandingan, Scaloni mempertanyakan logika di balik jadwal tersebut: “Apa yang akan terjadi selanjutnya? Sekarang waktunya istirahat. Saya tidak tahu bagaimana Piala Dunia ini disusun, tetapi kami sebelumnya memiliki enam hari dan sekarang hanya tiga setengah hari. Saat Anda paling membutuhkan istirahat, justru waktu istirahat yang Anda dapatkan paling sedikit. Ini hal yang sangat sulit dipahami, seharusnya dimulai secara bertahap. Tapi ya sudahlah, begitulah adanya.”
Getty Images SportKemenangan atas Cape Verde
Kekecewaan atas jadwal pertandingan ini muncul tak lama setelah laga yang memaksa sang juara bertahan mencapai batas kemampuan mutlaknya. Pada malam yang menandai pencapaian bersejarahnya—pertandingan ke-100 sebagai pelatih—Scaloni mengakui akan “gila” jika Argentina kalah setelah mereka dipaksa bermain hingga perpanjangan waktu oleh tim Afrika yang gigih. Kemenangan 3-2 memastikan kelolosan, namun membuat skuad kelelahan secara fisik.
Kapten Lionel Messi juga merasakan intensitas pertandingan tersebut, dan mengungkapkan betapa melelahkannya pertandingan itu secara fisik. Messi bercanda bahwa meskipun lawan-lawannya “menghajar habis-habisan” dirinya selama sembilan puluh menit, mereka dengan senang hati meminta kaosnya dan berfoto selfie begitu peluit akhir dibunyikan. Sifat fisik pertandingan tersebut membuat Scaloni cemas mengenai kebugaran beberapa bintang utamanya.
Kekhawatiran akan cedera yang semakin meningkat bagi Albiceleste
Jeda waktu yang singkat ini sangat mengkhawatirkan mengingat cedera-cedera yang dialami di Miami. Facundo Medina terpaksa ditarik keluar karena kram parah, sementara motor lini tengah Enzo Fernandez juga mengalami kram di akhir pertandingan. Selain itu, Nico Gonzalez mengalami pergelangan kaki terkilir selama babak tambahan, yang menambah daftar kekhawatiran yang semakin panjang bagi tim medis.
"Enzo mengalami sedikit kram di akhir pertandingan, tapi dia sudah pulih. Dia menyelesaikan pertandingan dengan kram lagi, tapi kami tidak punya kesempatan lain," kata Scaloni. "Kami puas dengan penampilan Facundo. Dia terlihat sangat lelah di akhir pertandingan karena kami cukup sering memainkannya di lini serang, sesuatu yang tidak biasa baginya. Sebelumnya, dia bermain sebagai bek tengah ketiga, tanpa banyak terlibat dalam serangan. Dia akhirnya mengalami kram, tapi dia baik-baik saja, dan untungnya kami memiliki Nico [Tagliafico] di bangku cadangan yang memberikan bantuan yang kami butuhkan, dan dia menunjukkan bahwa dia juga dalam kondisi prima."
Getty Images SportTantangan Mesir di depan mata
Argentina akan bertandang ke Atlanta untuk menghadapi tim Mesir yang sedang diliputi rasa percaya diri tinggi setelah mengalahkan Australia. Tim "Firaun" itu berhasil melaju ke babak berikutnya setelah para pemainnya berkumpul di sekitar layar laptop untuk menganalisis rekaman khusus mengenai taktik tendangan penalti sebelum akhirnya menang dalam adu penalti. Persiapan yang cermat itu menjadikan mereka lawan yang berbahaya bagi tim Argentina yang sedang kelelahan.
SUKA CERITA INI?
Tambahkan GOAL.com sebagai sumber pilihan di Google untuk melihat lebih banyak liputan kami