Ronaldo: Kemenangan Portugal untuk Mendiang Diogo Jota - Republika
Seusai pertandingan, Ronaldo mengenakan jersey bernomor 21 milik Jota.
EPA/EDUARDO LIMA Cristiano Ronaldo mengenakan jersey Portugal nomor 21 yang biasa dipakai Diogo Jota.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kemenangan dramatis Portugal atas Kroasia pada babak 32 besar Piala Dunia 2026 tidak hanya bermakna tiket ke babak 16 besar. Bagi Cristiano Ronaldo dan rekan-rekannya, kemenangan 2-1 di Stadion Toronto, Kanada, Rabu (2/7/2026) waktu setempat atau Kamis (3/7/2026) pagi WIB, menjadi penghormatan emosional bagi mendiang Diogo Jota.
Sehari menjelang genap satu tahun berpulangnya Jota dan adiknya Andre Silva dalam kecelakaan mobil di Spanyol, skuad Portugal tampil dengan motivasi tambahan. Seusai pertandingan, Ronaldo mengenakan jersey bernomor 21 milik Jota, lalu menunjuk ke langit dengan mata berkaca-kaca saat merayakan kemenangan bersama rekan-rekannya.
Kapten Portugal itu mengaku suasana menjelang pertandingan terasa sangat emosional. Seluruh anggota tim sudah membicarakan momen tersebut sebelum laga dimulai.
"Kami sudah tahu sebelum pertandingan, itu momen yang sangat istimewa," kata Ronaldo kepada FOX, dikutip dari ESPN.
"Hari ini kami berbicara sebagai sebuah tim tentang berbagai kebetulan dalam hidup. Sungguh luar biasa. Situasi hari ini memiliki arti yang sangat besar bagi kami, bukan hanya karena kami memenangkan pertandingan, melainkan juga karena cara kami meraihnya."
Ronaldo menegaskan kemenangan tersebut menjadi bentuk penghormatan terbaik bagi mantan rekan setimnya yang telah mencatatkan 49 penampilan dan 14 gol bersama tim nasional Portugal.
"Kami tahu dia hadir bersama kami dan kemenangan hari ini adalah cara terbaik untuk menghormatinya," ujar pemain berusia 41 tahun itu.
Portugal sempat tertinggal lebih dulu setelah Ivan Perisic membawa Kroasia unggul. Namun, Ronaldo menyamakan kedudukan melalui titik penalti pada menit ke-68. Gol tersebut sekaligus menjadi gol pertama Ronaldo di fase gugur Piala Dunia sepanjang kariernya serta menjadikannya pemain tertua yang mencetak gol pada laga gugur Piala Dunia pria, dalam usia 41 tahun 147 hari.
Halaman 2 / 2
Kemenangan Portugal akhirnya dipastikan Gonçalo Ramos lewat gol pada menit keempat masa injury time. Gol tersebut mengantarkan Selecao das Quinas melangkah ke babak 16 besar.
Ramos mengaku kemenangan tersebut terasa jauh lebih emosional karena seluruh tim masih mengenang sosok Diogo Jota.
"Setiap hari kami membicarakannya. Dia memberi kami kekuatan dan sangat istimewa bisa menang hari ini serta melangkah ke salah satu fase terpenting dalam turnamen ini," kata Ramos.
Penyerang Rafael Leao juga menyebut semangat Jota menjadi kekuatan tambahan bagi Portugal sepanjang pertandingan.
"Kami selalu percaya sejak awal. Dan ada satu faktor tambahan yang sangat penting, yaitu Diogo Jota. Dia selalu bersama kami dan ikut membantu kami," ujar Leão.
Kemenangan Portugal sempat diwarnai drama pada menit-menit akhir. Kroasia sebenarnya mencetak gol penyama kedudukan melalui Mario Pašalić, tetapi wasit menganulirnya setelah tinjauan VAR menyatakan terjadi offside dalam proses gol tersebut.
Portugal selanjutnya akan menghadapi rival sekawasan, Spanyol, pada babak 16 besar Piala Dunia 2026 di Arlington, Texas. Namun, bagi Ronaldo dan rekan-rekannya, kemenangan atas Kroasia akan selalu dikenang sebagai malam ketika mereka mempersembahkan kemenangan untuk sahabat yang telah tiada.
Berita Terkait
Meski Tersingkir, Austria Pulang dengan Kepala Tegak dari Piala Dunia 2026
Sport - 1 jam yang lalu
Swiss Melaju Mulus ke Babak 16 Besar, Gol Embolo dan Ndoye Singkirkan Aljazair
Sport - 1 jam yang lalu
Dulu Hanya Pengagum di Layar Kaca, Kini Tanjung Verde Siap Tantang Argentina di Panggung Piala Dunia
Sport - 3 jam yang lalu
Mohamed Salah Pulih Tepat Waktu, Mesir Dapat Suntikan Tenaga Jelang Hadapi Australia
Sport - 4 jam yang lalu
Luis de la Fuente Puji Spanyol Hampir Sempurna
Sport - 6 jam yang lalu