Sosial Media
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    CONNECTING TRANSMISSION...
    Home Berita Bisnis Featured Gianni Infantino Piala Dunia Saham Sepak Bola Sepak Bola Internasional Spesial

    Rencana Jual Saham Piala Dunia Dikecam, Infantino Kasih Serangan Fajar - detik

    2 min read

     


    Foto: REUTERS/Agustin Marcarian

    Jakarta -

    FIFA menuai kecaman atas rencananya menjual saham turnamen besarnya termasuk Piala Dunia. Presiden FIFA Gianni Infantino merespons dengan janji-janji uang.

    FIFA sebelumnya mengungkap rencana untuk menjual saham Piala Dunia dan turnamen-turnamen besar lainnya. Akan ada badan baru bernama FIFA Forward Enterprise (FFE) yang menangani bisnis baru ini.

    Nantinya setiap anggota FIFA akan ikut jadi pemegang saham beserta investor swasta. Investor swasta ini akan hadir dari kalangan lembaga keuangan besar dunia.

    Tapi rencana komersialisasi Piala Dunia ini langsung dikecam oleh banyak anggota FIFA sendiri, termasuk UEFA. Ada banyak hal yang dipertanyakan terkait rencana ini.

    Menjual saham Piala Dunia berarti membuatnya menjadi aset investor. Ini membuat turnamen tersebut menjadi semakin berorientasi ke keuntungan, sesuatu yang bahkan saat ini sudah amat terasa.

    Hal lain yang dipertanyakan adalah bagaimana memastikan para investor tak memengaruhi berbagai keputusan terkait Piala Dunia. Meski FIFA menegaskan para investor ini tak punya kendali atas keputusan urusan sepakbola, namun tetap tak bisa menjamin keputusan apapun bebas dari pengaruh mereka.

    Kekhawatiran lainnya termasuk menyangkut urusan jadwal sepakbola yang kian padat dan mengancam para pemain serta keterbukaan finansial. Sejumlah anggota FIFA juga menyoroti bagaimana FIFA begitu senyap soal rencana ini, dengan konsultasi atau diskusi yang amat minim.

    Merespons kritik yang berdatangan, Presiden FIFA Gianni Infantino mengeluarkan senjata yang paling mudah ditebak: uang. Ia langsung menjanjikan ke seluruh 211 anggotanya dana sebesar 40 juta dolar Amerika Serikat, sekitar Rp 723,2 miliar, berjudul uang pengembangan sepakbola.

    Infantino, sadar atau tidak, telah menjadikan situasi ini sebagai jual-beli suara. Apalagi kalau mengingat akan ada pemilihan umum presiden FIFA pada Maret 2027.

    "Ini tak terlihat seperti reformasi. Ini seperti kampanye pemilihan yang didanai dengan masa depan sepakbola," ujar Presiden LaLiga Javier Tebas.

    "Pengembangan sepakbola tak bisa dipakai untuk membeli atau membungkam suara. Kompetisi dan hak komersial FIFA itu bukan milik pribadi Infantino."

    "Siapapun yang mencampur politik, disiplin, uang, dan kekuasaan tanpa transparansi tak bisa memimpin apapun. Infantino itu bukan solusi atas tata kelola FIFA. Dia itu masalahnya," cetusnya.

    (raw/mrp)

    Komentar
    Additional JS