Sosial Media
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    CONNECTING TRANSMISSION...
    Home Berita Featured Pele Sepak Bola Sepak Bola Internasional Spesial

    Putri Pele Kritik Sistem Sepak Bola Brasil: Talenta Ada, Tata Kelola Bermasalah - Kompas

    5 min read

     

    KOMPAS.com - Putri sulung legenda sepak bola Brasil Pele, Kely Nascimento, menilai sistem sepak bola di negaranya sedang berada dalam kondisi rusak.

    Menurutnya, minimnya transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan sepak bola menjadi salah satu penyebab utama menurunnya prestasi tim nasional Brasil di pentas dunia.

    Penilaian itu disampaikan Nascimento setelah Timnas Brasil tersingkir dari Piala Dunia 2026.

    Baca juga: Pesan Sederhana Haaland di Ruang Ganti Sebelum Hancurkan Brasil

    Selecao kalah 1-2 dari Norwegia pada babak 16 besar, Senin (6/7/2026), sehingga untuk pertama kalinya sejak Piala Dunia 1990 gagal mencapai perempat final.

    Kata-Kata Pelatih Norwegia, Kalahkan Brasil pada Masa Lalu dan di Piala Dunia 2026

    "Sepak bola Brasil rusak. Entah karena korupsi atau faktor lainnya, sistemnya seperti ekosistem yang tertutup. Tidak ada yang bisa melihat apa yang sebenarnya terjadi di dalamnya. Semua orang tahu mengapa sistem ini tidak berjalan, tetapi tidak ada yang mampu memperbaikinya," ujar Nascimento kepada Reuters.

    Menurut Nascimento, Brasil sebenarnya tidak pernah kekurangan pemain berbakat.

    Baca juga: Kata Guardiola soal Gestur 6 Jari Mirip Mourinho

    Negeri Samba terus melahirkan pesepak bola berkualitas yang mampu bersaing di level tertinggi.

    Namun, ia menilai kegagalan tim nasional dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan adanya persoalan yang jauh lebih besar daripada sekadar kualitas pemain.

    "Brasil selalu memiliki talenta luar biasa. Tapi, ketika hasil di lapangan terus mengecewakan, itu berarti ada masalah yang lebih dalam pada sistemnya," kata dia.

    Baca juga: Kounde Tanggapi Komentar Lamine Yamal soal Potensi Perancis Vs Spanyol

    Brasil terakhir kali menjuarai Piala Dunia pada 2002. Sejak saat itu, negara dengan koleksi lima gelar juara dunia tersebut belum mampu kembali mengangkat trofi paling bergengsi di sepak bola internasional.

    Ungkap kekhawatiran Pele

    Nascimento mengungkapkan, mendiang ayahnya, Pele, sejak lama telah menyampaikan kekhawatiran mengenai arah perkembangan sepak bola Brasil.

    Menurutnya, sejumlah negara lain, seperti Perancis, berhasil membangun sistem pembinaan dan tata kelola yang lebih baik sehingga mampu menjaga prestasi secara konsisten.

    Baca juga: Friksi Kecil Saat Norwegia Tekuk Brasil, Sorloth Marah Karena Diganti

    Meski banyak mengkritik kondisi sepak bola Brasil, Nascimento melihat ada perkembangan positif dari masuknya investasi asing ke klub-klub tradisional.

    Ia mencontohkan kebangkitan Botafogo sejak mayoritas saham klub tersebut diambil alih pengusaha asal Amerika Serikat, John Textor, pada 2022.

    Di bawah kepemilikan Textor, performa Botafogo perlahan membaik setelah sempat mengalami masa sulit.

    Baca juga: DFB Konfirmasi Buka Pembicaraan dengan Klopp untuk Latih Jerman Gantikan Nagelsmann

    Nascimento mengakui Textor tidak lepas dari berbagai kritik. Namun, menurutnya, kehadiran investor asing juga membawa perubahan penting dalam tata kelola klub.

    "Banyak yang mengkritik cara dia mengelola klub. Tetapi, seperti halnya segala sesuatu, selalu ada sisi baik dan buruk," ujarnya.

    "Yang juga dia bawa adalah transparansi. Dia memiliki akuntabilitas kepada pihak di luar Brasil. Bagi saya, itu merupakan sesuatu yang positif, terlepas dari berbagai kritik yang diarahkan kepadanya:.

    Bagi Nascimento, peningkatan transparansi dan akuntabilitas merupakan fondasi penting apabila Brasil ingin kembali menjadi kekuatan dominan di sepak bola dunia dan mengakhiri puasa gelar juara dunia yang sudah berlangsung lebih dari dua dekade.

    KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

    Ekspresi Suporter Brasil Usai Selecao Kalah 1-2 dari Norwegia: Tawa Berakhir Tangisan

    Komentar
    Additional JS