Sosial Media
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    CONNECTING TRANSMISSION...
    Home Berita Featured FIFA Gianni Infantino Sepak Bola Sepak Bola Internasional Spesial

    Presiden FIFA Gianni Infantino Dilaporkan ke IOC karena Hubungannya dengan Donald Trump - ThetruestorySports

    5 min read

     


    Trump bersama presiden FIFA, Gianni Infantino.

    Truestorysport – Presiden FIFA Gianni Infantino dilaporkan ke Komisi Etik Komite Olimpiade () atas dugaan pelanggaran prinsip netralitas politik terkait hubungannya dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

    Laporan tersebut diajukan organisasi nirlaba hak asasi manusia, FairSquare. Mereka menilai Infantino berulang kali melanggar Piagam Olimpiade dan kode etik IOC melalui pernyataan maupun tindakan yang dianggap menunjukkan politik kepada Trump.

    Infantino berada dalam yurisdiksi etik IOC karena menjadi anggota organisasi tersebut sejak 2020.

    Netralitas politik merupakan salah satu prinsip fundamental Olimpiade yang harus dipatuhi anggota IOC.

    FairSquare mengklaim memiliki bukti mengenai lima dugaan pelanggaran aturan netralitas politik yang dilakukan Infantino.

    Organisasi tersebut juga meminta IOC menyelidiki dua persoalan lain yang dinilai memiliki bukti awal atau prima facie untuk diperiksa lebih lanjut.

    Salah satunya berkaitan dengan penanganan kasus penyerang Timnas Amerika Serikat, Folarin , pada 2026.

    Kasus Folarin Balogun Ikut Disorot

    Balogun sebelumnya mendapatkan hukuman larangan bermain satu pertandingan.

    Namun, Komite Disiplin FIFA kemudian menangguhkan hukuman tersebut sehingga sang pemain dapat memperkuat Amerika Serikat menghadapi Belgia pada 2026.

    Keputusan itu menjadi sorotan karena muncul setelah Donald Trump melakukan pembicaraan melalui telepon dengan Gianni Infantino.

    Meski demikian, Infantino menegaskan komite-komite yudisial FIFA bekerja secara independen.

    Hingga laporan tersebut diajukan, FIFA belum memberikan penjelasan terperinci mengenai alasan hukuman Balogun ditangguhkan.

    Menurut laporan ESPN yang mengutip sumber serta pemberitaan awal The Times, Ketua Komite Disiplin FIFA Mohammad Al Kamali disebut mengambil keputusan penting untuk menangguhkan hukuman tersebut seorang diri.

    Situasi itu dinilai tidak biasa karena dalam kasus-kasus disipliner FIFA yang telah dipublikasikan sebelumnya, Al Kamali disebut tidak pernah menjadi satu-satunya pengambil keputusan.

    FairSquare meminta IOC menyelidiki apakah terdapat tekanan politik dari Trump yang berpengaruh terhadap proses disipliner tersebut.

    “Gianni Infantino telah berulang kali melanggar aturan IOC tentang netralitas politik dengan memberikan dukungan politik kepada Presiden Amerika Serikat Donald Trump,” demikian pernyataan FairSquare.

    FairSquare menyatakan bukti yang mereka kumpulkan menunjukkan adanya lima dugaan pelanggaran melalui pernyataan maupun bentuk dukungan lain kepada Presiden Amerika Serikat.

    Organisasi tersebut juga meminta IOC menyelidiki dugaan adanya pembiaran terhadap tekanan politik untuk menghindari penerapan aturan disiplin FIFA selama Piala Dunia 2026.

    Namun, hingga kini belum ada keputusan atau temuan resmi dari IOC yang menyatakan Infantino terbukti melakukan pelanggaran.

    Situs Suporter Piala Dunia Juga Masuk Laporan

    Selain kasus Balogun, FairSquare meminta IOC memeriksa promosi sebuah situs penggemar Piala Dunia 2026 oleh Infantino.

    Situs tersebut diduga menjadi bagian dari kegiatan pengumpulan data yang dijalankan entitas terkait Donald Trump.

    FairSquare menilai persoalan itu layak diperiksa untuk mengetahui apakah tindakan Infantino bertentangan dengan kewajibannya menjaga independensi dan netralitas politik sebagai anggota IOC.

    Organisasi tersebut sebelumnya telah mengajukan laporan serupa kepada Komite Etik FIFA pada Desember.

    FairSquare menyatakan telah menerima konfirmasi bahwa laporan mereka diterima, tetapi belum memperoleh informasi lanjutan mengenai proses penanganannya.

    Norwegia kemudian mengirim surat kepada Komite Etik FIFA pada Juni dan meminta lembaga tersebut mempertimbangkan laporan FairSquare.

    Tekanan terhadap FIFA semakin meningkat setelah 50 anggota Parlemen mengirim surat kepada Komite Etik FIFA pada 29 Juni.

    Para anggota parlemen tersebut meminta komite etik menangani laporan mengenai dugaan pelanggaran netralitas politik Infantino.

    ESPN sebelumnya juga melaporkan puluhan anggota parlemen Eropa tengah menggalang dukungan untuk mendorong penyelidikan terhadap Presiden FIFA melalui Parlemen Eropa.

    FIFA dan IOC Belum Memberikan Tanggapan

    Laporan FairSquare menambah tekanan terhadap Gianni Infantino di tengah berlangsungnya Piala Dunia 2026.

    Hubungan dekat Presiden FIFA dengan Donald Trump telah beberapa kali menjadi sorotan, terutama karena Amerika Serikat menjadi salah satu tuan rumah Piala Dunia bersama dan Meksiko.

    FairSquare menilai tindakan Infantino perlu diperiksa untuk memastikan independensi FIFA dan kepatuhan anggota IOC terhadap prinsip netralitas politik.

    Sementara itu, FIFA dan IOC telah dimintai tanggapan mengenai laporan tersebut.

    Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari kedua organisasi mengenai tindak lanjut laporan FairSquare.

    Karena laporan tersebut masih berupa pengaduan etik, seluruh tuduhan terhadap Infantino belum terbukti dan masih memerlukan pemeriksaan oleh lembaga yang berwenang.

    Komentar
    Additional JS