Presiden FIFA Geram Piala Dunia Terus Dikritik: Kalian Terlalu Larut dalam Kebencian - Kompas
ZURICH, KOMPAS.com – Presiden Federasi Sepak Bola (FIFA) Gianni Infantino melontarkan kecaman terhadap para pengkritik penyelenggaraan Piala Dunia 2026.
Melalui pernyataan panjang yang diunggah di akun Instagram pribadinya serta kanal resmi FIFA setelah turnamen berakhir, Infantino membela penyelenggaraan Piala Dunia 2026.
Ia menuding para pengkritik lebih sibuk menyebarkan kebencian dan rumor palsu ketimbang melihat dampak positif turnamen, termasuk kegembiraan yang dirasakan jutaan orang selama Piala Dunia.
Baca juga: AS Bakal Potong Pajak Hadiah Piala Dunia untuk Spanyol hingga Rp 268 M, Tuai Kecaman
"Kepada kalian semua yang melewatkan momen menyaksikan anak-anak, bayi, kakek-nenek, dan orang tua berkumpul untuk menikmati turnamen yang indah ini, saya minta maaf karena pertandingan telah berakhir dan saya minta maaf karena kalian melewatkan semua kegembiraan dan kebersamaan itu. Maaf karena kalian begitu larut dalam kebencian dan kritik sehingga melewatkan semuanya," tulis Infantino, seperti dikutip ESPN.
Argentina Dijuluki "Si Antagonis" Piala Dunia, Kenapa Dibenci Banyak Orang?
"Kepada mereka yang berada di balik pena dan kertas, di balik layar mereka yang menyebarkan kebencian dan rumor palsu, saya ingin mengatakan bahwa sementara kalian duduk di belakang, kami di FIFA berada di garis depan, mengorganisir, bekerja keras, dan menyajikan pertunjukan terbaik di dunia," lanjutnya.
Klaim turnamen berjalan aman
Dalam pernyataannya, Infantino mengeklaim bahwa Piala Dunia 2026 berlangsung tanpa kekerasan maupun insiden keamanan.
Baca juga: Alasan Presiden UEFA Boikot Final Piala Dunia 2026
Ia menyebut sekitar 7 juta orang dari lebih dari 200 negara menghadiri pertandingan di 16 kota penyelenggara.
Menurutnya, turnamen berlangsung dengan "100 persen aman dan terlindungi", hanya diwarnai kegembiraan, kebahagiaan, persatuan, dan kebersamaan.
Infantino juga menyampaikan terima kasih kepada pemerintah Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko, serta aparat kepolisian dan para sukarelawan yang dinilainya berperan besar dalam penyelenggaraan turnamen.
Bela kebijakan visa

Lihat Foto
Baca juga: Spanyol Hapus Sosok Donald Trump dari Foto Selebrasi Juara Piala Dunia 2026
Pernyataan Infantino muncul setelah FIFA menghadapi sejumlah kontroversi sepanjang Piala Dunia 2026.
Salah satunya adalah pembatasan perjalanan Amerika Serikat yang berdampak pada suporter dan ofisial dari beberapa negara peserta, termasuk Iran, Haiti, Senegal, dan Pantai Gading.
Wasit asal Somalia, Omar Artan, juga gagal memasuki Amerika Serikat setelah permohonan visanya ditolak.
Baca juga: Fans Argentina Ngamuk Usai Kalah di Final Piala Dunia, Bentrok dengan Polisi
Menanggapi kritik tersebut, Infantino menilai publik terlalu menyoroti segelintir orang yang ditolak visanya dan mengabaikan jutaan orang yang berhasil memperoleh izin masuk.
"Kalian menyebut sedikit orang yang ditolak visanya, tetapi mengabaikan jutaan orang yang disetujui dari seluruh dunia. Sepak bola menyatukan dunia, dan itu terbukti pada musim panas ini," tulisnya.
Infantino juga menyinggung kritik terhadap keputusan disiplin FIFA, termasuk pencabutan larangan bermain satu pertandingan secara otomatis bagi penyerang Amerika Serikat, Folarin Balogun, setelah mendapat kartu merah saat melawan Bosnia-Herzegovina.
Baca juga: Wacana 64 Peserta di Piala Dunia 2030, FIFA Disebut Mau Hancurkan Industri Sepak Bola
Kasus tersebut menjadi sorotan setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengungkapkan telah berbicara dengan Infantino mengenai Balogun sebelum FIFA memastikan sang pemain dapat tampil melawan Belgia.
Meski FIFA menegaskan bahwa keputusannya dibuat oleh komite disiplin independen, langkah itu memicu tuduhan adanya campur tangan politik dari UEFA, Federasi Sepak Bola Belgia, dan sejumlah anggota parlemen Eropa.
Tanpa menyebut kasus tersebut secara langsung, Infantino mengatakan bahwa keputusan wasit yang diperdebatkan maupun putusan disiplin yang dianggap janggal merupakan hal yang lazim terjadi di sejumlah liga besar dunia.
Baca juga: Piala Dunia 2026 Penuh Kontroversi, Eks Presiden FIFA Desak Gianni Infantino Dipecat
Minta pengkritik merenung
Di akhir pesannya, Infantino kembali mengajak para pengkritik untuk lebih melihat kemampuan sepak bola dalam menyatukan masyarakat.
"Kepada mereka yang menghabiskan waktu dan tenaga untuk membenci kami, luangkan waktu untuk merenung, bermeditasi, berdoa, atau menonton pertandingan sepak bola dan benar-benar melihat wajah, mata, serta emosi orang-orang," tulisnya.
Ia menutup pernyataan itu dengan harapan agar sepak bola mampu melampaui segala bentuk kebencian.
"Semoga sepak bola mengatasi semua kebencian," ujar Infantino.
Baca juga: Taktik Kasar Argentina Rusak Laga Final Piala Dunia, Spanyol Dinilai Layak Menang
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang