Sosial Media
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    CONNECTING TRANSMISSION...
    Home Berita Featured Lautaro Martinez Piala Dunia Sepak Bola Sepak Bola Internasional Spesial

    Piala Dunia 2026 - Lautaro Martinez Lolos dari Kartu Merah, Keputusan Wasit Picu Kontroversi - Semua Halaman - Superball

    4 min read

     

    Terverifikasi Administratif dan Faktual oleh Dewan Pers

  • Home
  • GEBYAR BOLA
  • Minggu, 12 Juli 2026 | 18:00 WIB

    Bomber Timnas Argentina, Lautaro Martinez.Bomber Timnas Argentina, Lautaro Martinez. (X.COM/ARGENTINA)

    SUPERBALL.ID - Keputusan wasit memicu kontroversi setelah kemenangan Timnas Argentina atas Timnas Swiss dalam laga perempat final Piala Dunia 2026, Minggu (12/7/2026) pagi WIB.

    Alexis Mac Allister membawa Argentina unggul dalam waktu 10 menit sebelum Dan Ndoye menyamakan kedudukan di babak kedua.

    Ketika skor masih imbang 1-1, Swiss terpaksa kehilangan satu pemain menyusul kartu merah yang diterima oleh Breel Embolo.

    Argentina memanfaatkan keunggulan jumlah pemain mereka saat kedua tim memasuki babak perpanjangan waktu.

    Baca Juga: Piala Dunia 2026 - Aturan Baru VAR Jadi Alasan Breel Embolo Kena Kartu Merah Melawan Argentina

    Julian Alvarez melepaskan tembakan keras kaki kanan dari luar kotak penalti untuk membawa timnya unggul 2-1.

    Lautaro Martinez kemudian melengkapi kemenangan 3-1 Argentina atas Swiss lewat golnya di menit-menit terakhir.

    Hasil ini membuat sang juara bertahan mengamankan tempat terakhir di semifinal untuk menghadapi Timnas Inggris.

    Terlepas dari itu, Lautaro menimbulkan kontroversi karena tidak menerima kartu kuning kedua usai mencetak gol.

    Meski sudah mengantongi kartu kuning, Lautaro tetap melompati papan iklan untuk merayakan golnya bersama para pendukung di tribune.

    Menurut Peraturan Sepak Bola IFAB, memanjat pembatas atau memasuki area penonton untuk merayakan gol bisa dikenai kartu kuning.

    Namun, wasit menggunakan kebijaksanaannya dan memilih untuk tidak memberikan kartu kuning kepada pemain berusia 28 tahun itu.

    Apabila menerima kartu kuning kedua dan berujung kartu merah, Lautaro dipastikan akan absen di laga semifinal melawan Inggris.

    Meninggalkan lapangan untuk merayakan gol bukanlah pelanggaran yang dapat dikenai kartu kuning, tetapi pemain harus kembali sesegera mungkin.

    Baca Juga: Pertama Kali dalam Sejarah, Semifinal Piala Dunia 2026 Dihuni 4 Tim Teratas di Ranking FIFA

    Dilansir SuperBall.id dari talkSPORT, seorang pemain harus diberi peringatan meski golnya dianulir karena empat alasan berikut:

    - Melepas baju atau menutupi kepala dengan baju.

    - Memanjat pagar pembatas dan/atau mendekati penonton dengan cara yang menimbulkan masalah keselamatan dan/atau keamanan.

    - Bertindak dengan cara yang provokatif, mengejek, atau menghasut.

    - Menutupi kepala atau wajah dengan masker atau barang serupa lainnya.

    Keputusan wasit Joao Pinheiro dengan tidak memberikan kartu kuning kepada Lautaro memicu kontroversi di media sosial.

    Sebagian penggemar berpendapat bahwa Lautaro seharusnya menerima kartu kuning kedua sesuai aturan.

    Sementara yang lain percaya bahwa wasit bersikap lunak karena selebrasi Lautaro tidak memicu pelanggaran keamanan atau memprovokasi penonton.

    Selain duel antara Argentina dan Inggris, babak semifinal juga mempertemukan Timnas Prancis dan Timnas Spanyol.

    Komentar
    Additional JS