Piala Dunia 2026 Banyak Diwarnai Kontroversi, Gianni Infantino Didesak Mundur dari FIFA - Semua Halaman - Bolasport
Terverifikasi Administratif dan Faktual oleh Dewan Pers
Rabu, 22 Juli 2026 | 05:15 WIB
Presiden FIFA Gianni Infantino (kiri) didesak mundur dari jabatannya karena sederet kontroversi di Piala Dunia 2026. (JIM WATSON/AFP)
BOLASPORT.COM - Presiden FIFA, Gianni Infantino, didesak mundur dari jabatannya seiring ramainya kontroversi yang tercipta di Piala Dunia 2026.
Di Piala Dunia 2026, kontroversi yang paling mengundang tanda tanya adalah soal dicabutnya kartu merah Folarin Balogun.
Penyerang Timnas Amerika Serikat itu diizinkan bertanding di babak 16 besar kontra Belgia kendati mendapat kartu merah langsung di babak 32 besar.
Setelahnya, Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengaku dirinya menelepon Gianni Infantino agar FIFA meninjau kartu merah tersebut.
Hal ini membuat pendahulu Infantino di induk sepak bola dunia itu, Sepp Blatter, mendesak agar dirinya mundur.
Pasalnya Infantino dianggap mencampuradukkan politik dengan sepak bola karena kedekatannya dengan Donald Trump.
"Dalam perjalanan menuju peluit akhir, Piala Dunia telah kehilangan kredibilitasnya," cuit eks Presiden FIFA itu di media sosial X.
"Politik tidak boleh dibiarkan membayangi jalannya pertandingan."
"Kini, giliran para penggemar, pemain, dan asosiasi nasional untuk merebut kembali sepak bola dan mengembalikannya ke jati diri aslinya di bawah kepemimpinan baru," lanjut cuitannya.
The longest World Cup has come to an end - with the right champions. But on the way to the final whistle, the tournament had lost its credibility. Politics must not be allowed to overshadow the game. Now it is up to the fans, players and national associations to reclaim football…
— Joseph S Blatter (@SeppBlatter) July 21, 2026
Baca Juga: Spanyol Jadi Juara Piala Dunia 2026, La Furia Roja Resmi Gusur Argentina di Puncak Ranking FIFA
Tak hanya Blatter, desakan agar Infantino menanggalkan jabatannya sebagai Presiden FIFA juga datang dari Presiden LaLiga, Javier Tebas.
Tebas merasa pria berkebangsaan Swiss dan Italia itu merusak sepak bola dengan keputusan-keputusannya.
Salah satu yang jadi sorotan Tebas adalah soal water break yang membuat sepak bola berjalan empat babak layaknya basket.
Kemudian soal jeda waktu final Piala Dunia 2026 yang berlangsung selama 27 menit, yang merusak aturan sepak bola itu sendiri.
“Menurut pendapat saya, ya, saya rasa masa jabatan dia (Infantino) sudah berakhir," tutur Tebas kepada La Gazzetta dello Sport.
"Saya mendengar banyak orang yang menentang Infantino dan tidak setuju dengan tindakannya (Infantino)."
"Mereka menyuarakannya, namun tidak melakukan apa-apa. Saya tidak tahu mana yang lebih buruk, sikap diam atau membiarkan."
"Karena mereka yang diam sebenarnya sangat sadar akan kerusakan yang sedang dialami dunia sepak bola."
"FIFA mengatur segala sesuatu sesuka hati mereka, demi tujuan mereka sendiri dan kepentingan mereka sendiri, jelas bukan demi sepak bola," tambah Tebas.
Baca Juga: FIFA Gelar Investigasi Kericuhan Final Piala Dunia 2026, Bintang Argentina Terancam Sanksi Berat
Meski mendapat desakan mundur, Infantino sendiri memilih tak peduli dan siap melanjutkan jabatannya sebagai Presiden FIFA.
Hal ini terlihat dari kabar yang beredar di mana pria berusia 56 tahun itu akan kembali mencalonkan diri sebagai Presiden untuk periode 2027-2031.
Pemilihan presiden (pilpres) induk sepak bola dunia itu rencananya akan digelar di Maroko pada Maret 2027.
Kabarnya, Infantino sudah mendapat dukungan dari banyak anggota FIFA untuk mempertahankan posisi nomor satu di organisasi itu.