Sosial Media
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    CONNECTING TRANSMISSION...
    Home Featured Piala Dunia Sepak Bola Sepak Bola Internasional Spesial Timnas Argentina

    Perbandingan Kartu Kuning Negara yang Lolos Babak Perempat Final Piala Dunia 2026, Argentina Butuh 22 Pelanggaran untuk Satu Kartu - Jawa Pos

    3 min read

     



    Rabu, 8 Juli 2026 | 15.07 WIB

    Timnas Argentina sukses melaju ke perempat final Piala Dunia 2026. (Instagram @afaseleccion)

    JawaPos.com - Statistik menarik muncul dari pertandingan perempat final Piala Dunia. Kali ini bukan soal jumlah gol atau penguasaan bola, melainkan perbandingan antara jumlah pelanggaran yang dilakukan setiap tim dengan kartu kuning yang mereka terima sepanjang turnamen.

    Data tersebut memperlihatkan adanya perbedaan yang cukup mencolok di antara delapan tim yang berhasil mencapai babak perempat final piala dunia. Beberapa tim tercatat lebih cepat mendapat kartu kuning meski melakukan pelanggaran dalam jumlah sedikit, sementara tim lainnya membutuhkan jauh lebih banyak pelanggaran sebelum akhirnya diganjar kartu oleh wasit.

    Inggris menjadi tim dengan rasio paling tinggi dalam menerima kartu kuning. The Three Lions rata-rata memperoleh satu kartu kuning setiap melakukan tujuh pelanggaran. Angka tersebut menjadi yang tertinggi dibandingkan seluruh kontestan perempat final.

    Di bawah Inggris ada Maroko yang menerima satu kartu kuning setiap 9,8 pelanggaran. Belgia menyusul dengan rata-rata satu kartu kuning setiap 10 pelanggaran, sedangkan Swiss mencatat satu kartu setiap 11,5 pelanggaran.

    Prancis di posisi berikutnya dengan rata-rata satu kartu kuning untuk setiap 12,2 pelanggaran. Sementara itu, Norwegia membutuhkan sekitar 13,6 pelanggaran sebelum menerima satu kartu kuning dari wasit.

    Spanyol menjadi salah satu tim yang relatif jarang mendapat kartu. La Roja baru menerima satu kartu kuning setelah rata-rata melakukan 17,5 pelanggaran.

    Yang paling mencuri perhatian adalah Argentina. Tim berjuluk Albiceleste tercatat membutuhkan rata-rata 22 pelanggaran untuk menerima satu kartu kuning. Angka tersebut menjadi yang tertinggi di antara seluruh tim yang lolos ke babak delapan besar.

    Perbedaan rasio tersebut kemudian ramai diperbincangkan oleh pencinta sepak bola. Banyak yang mempertanyakan apakah gaya bermain masing-masing tim menjadi penyebab utama, atau justru dipengaruhi karakter wasit yang memimpin pertandingan.

    Meski demikian, statistik ini tidak serta-merta membuktikan adanya perlakuan berbeda terhadap tim tertentu. Keputusan wasit dalam mengeluarkan kartu kuning tetap dipengaruhi banyak faktor, mulai dari jenis pelanggaran, tingkat bahaya, intensitas permainan, hingga situasi pertandingan saat insiden terjadi.

    Data ini lebih tepat dijadikan gambaran mengenai bagaimana setiap tim menjalani pertandingan selama turnamen. Sebab, jumlah pelanggaran saja tidak selalu menjadi ukuran apakah sebuah tim akan lebih sering menerima kartu kuning.

    Terlepas dari berbagai perdebatan yang muncul, statistik tersebut menjadi salah satu fakta menarik yang menambah warna persaingan di Piala Dunia. Perbedaan rasio kartu kuning antartim menunjukkan bahwa setiap pertandingan memiliki dinamika tersendiri, baik dari sisi permainan maupun kepemimpinan wasit di lapangan.

    Editor: Latu Ratri Mubyarsah

    Komentar
    Additional JS