Sosial Media
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    CONNECTING TRANSMISSION...
    Home Berita Featured Piala Dunia Sepak Bola Sepak Bola Internasional Spesial Timnas Argentina Timnas Mesir

    Pelatih Timnas Mesir Hossam Hassan: Kemenangan Argentina Tidak Pantas! - Jawa Pos

    3 min read

     



    Rabu, 8 Juli 2026 | 16.14 WIB

    Pelatih Timnas Mesir Hossam Hassan merasa dicurangi saat lawan Argentina. (@footballontnt/X).

    JawaPos.com - Pelatih Timnas Mesir Hossam Hassan secara terbuka melontarkan kritik keras terhadap wasit setelah timnya kalah secara dramatis dari Argentina di babak 16 besar Piala Dunia 2026. Hassan bahkan menyatakan keinginannya untuk tidak menonton turnamen itu lagi karena merasa tidak ada keadilan dalam kompetisi.

    Pertandingan yang berlangsung di Atlanta pada Rabu (8/7) itu berakhir dengan skor 3-2 untuk kemenangan Argentina. Meski sempat unggul 2-0, Mesir gagal mempertahankan keunggulan setelah Argentina bangkit dan memastikan kemenangan lewat gol penutup Enzo Fernandez.

    Hossam Hassan menilai Mesir dirugikan oleh keputusan wasit Francois Letexier, terutama terkait pembatalan gol kedua Mesir serta tidak diberikannya penalti pada masa injury time. “Kami tidak melihat adanya rasa hormat atau fair play. Penalti kami dibatalkan dan satu insiden lain yang seharusnya ditinjau VAR bahkan tidak diperiksa. Gol kedua kami juga dianulir tanpa alasan yang jelas,” ujar Hassan dikutip dari The Athletic.

    Hassan juga menuding adanya tekanan terhadap wasit yang menguntungkan Argentina. “Sepertinya ada tekanan dari pihak Argentina terhadap wasit yang memengaruhi hasil pertandingan ini. Hidup itu tidak adil. Dunia ini tidak adil. Oke, tapi mengapa tidak ada keadilan dalam olahraga? Saya tidak bisa menerima hasil ini maupun jalannya pertandingan tersebut,” lanjutnya. 

    Selain mengkritik keputusan wasit, Hassan juga menyoroti jadwal pertandingan yang dinilai tidak ideal. Pelatih berusia 59 tahun itu mempertanyakan keputusan penyelenggara yang menjadwalkan laga pada siang hari. “Siapa pun yang membuat jadwal ini pasti belum pernah bermain sepak bola. Anda tidak seharusnya menggelar pertandingan pukul 12 siang,” ujarnya.

    Dalam wawancara dengan beIN Sports, Hassan bahkan mengisyaratkan adanya faktor eksternal yang menguntungkan sang juara bertahan. “Mungkin mereka ingin juara dunia tetap bertahan di turnamen? Mungkin mereka ingin Lionel Messi terus melaju? Dalam sepak bola, terkadang ada faktor di luar aspek teknis,” katanya.

    Hassan juga mengungkapkan bahwa dirinya tidak ingin menyaksikan pertandingan Piala Dunia lagi setelah merasa tidak ada keadilan di turnamen. “Saya mengatakan kepada wasit bahwa apa yang terjadi itu tidak adil. Itu merupakan kemenangan yang tidak pantas bagi Argentina. Begitu saya kembali ke negara dan rumah saya, saya tidak akan pernah lagi menonton Piala Dunia, karena tidak ada keadilan dalam kompetisi ini,” kata Hassan.

    Pernyataan senada juga disampaikan oleh penyerang Mesir Mostafa Ziko yang secara terang-terangan menilai keputusan wasit sangat merugikan. “Keputusan wasit itu tidak adil. Sungguh tidak adil, itu sangat jelas. Dia menyia-nyiakan segala usaha kami dengan keputusan-keputusannya. Kami sempat unggul 2-0, tetapi kami tidak bisa berbuat apa-apa. Semuanya bergantung pada kehendak Tuhan,” ujar Ziko.

    Ziko bahkan menduga bahwa pemenang turnamen sudah ditentukan. “Kami sangat menyesal (kepada rakyat Mesir). Saya sangat menyesal. Kami ingin membuat Anda semua bahagia. Namun, takdir berkata lain. Itu ulah wasit. Piala itu memang diarahkan untuk Argentina,” tambahnya.

    Editor: Banu Adikara

    Komentar
    Additional JS