Pelatih Mesir Lolos dari Sanksi FIFA, Sebut Kibar Bendera Palestina tak Langgar Aturan - Tribunnews
Internasional
FIFA memutuskan tidak mengambil tindakan disipliner terhadap pelatih kepala tim nasional Mesir, Hossam Hassan, setelah ia merayakan kemenangan
Tayang:
SERAMBINEWS.COM/MEDSOS
FIFA memutuskan tidak mengambil tindakan disipliner terhadap pelatih kepala tim nasional Mesir, Hossam Hassan, setelah ia merayakan kemenangan timnya atas Australia di babak 16 besar Piala Dunia 2026 dengan membawa bendera Palestina.
Ringkasan Berita:
- Keputusan tersebut memicu kritik dari sejumlah kalangan politik dan olahraga di Israel. Harian Israel Hayom menyebut keputusan FIFA sebagai kemunduran bagi pihak-pihak yang mendorong agar Hassan dikenai sanksi.
- Kontroversi bermula ketika Mesir memastikan kemenangan atas Australia. Di tengah perayaan di lapangan, Hossam Hassan terlihat mengibarkan bendera Palestina dan menyampaikan dukungannya kepada rakyat Palestina.
SERAMBINEWS.COM - FIFA memutuskan tidak mengambil tindakan disipliner terhadap pelatih kepala tim nasional Mesir, Hossam Hassan, setelah ia merayakan kemenangan timnya atas Australia di babak 16 besar Piala Dunia 2026 dengan membawa bendera Palestina.
Keputusan tersebut memicu kritik dari sejumlah kalangan politik dan olahraga di Israel. Harian Israel Hayom, Selasa menyebut keputusan FIFA sebagai kemunduran bagi pihak-pihak yang mendorong agar Hassan dikenai sanksi.
Kontroversi bermula ketika Mesir memastikan kemenangan atas Australia. Di tengah perayaan di lapangan, Hossam Hassan terlihat mengibarkan bendera Palestina dan menyampaikan dukungannya kepada rakyat Palestina.
"Hati dan jiwa saya bersama orang-orang Palestina," ujar Hassan. Ia juga mendedikasikan kemenangan Mesir untuk rakyat Mesir dan Palestina.
Baca juga: Timnas Mesir di Hati, Piala Dunia di Rumah: Cerita Dosen UIN Ar-Raniry Menikmati Sepak Bola Dunia
Mengutip laporan The Guardian yang juga dikutip media Israel, FIFA menjelaskan bahwa pengibaran bendera Palestina tidak melanggar regulasi turnamen karena Palestina merupakan salah satu dari 211 asosiasi anggota FIFA.
Dalam penjelasannya, FIFA menyatakan bahwa bendera seluruh asosiasi anggota diperbolehkan hadir dalam kompetisi resmi FIFA. Karena itu, tindakan Hassan tidak dikategorikan sebagai demonstrasi politik yang dilarang dalam peraturan Piala Dunia.
Dengan dasar tersebut, FIFA memastikan tidak ada proses disipliner yang akan dijatuhkan kepada pelatih Mesir. Hassan pun diperkirakan tetap memimpin tim nasional Mesir hingga akhir turnamen.
Sejumlah media Israel membandingkan keputusan ini dengan kebijakan FIFA pada masa lalu yang melarang penggunaan bendera nasional Iran sebelum Revolusi 1979 dalam turnamen internasional. Namun, FIFA membedakan kasus tersebut dengan alasan bendera Palestina mewakili asosiasi anggota yang diakui secara resmi.
Insiden ini kembali memunculkan perdebatan mengenai batas antara olahraga dan ekspresi politik di panggung internasional. Keputusan FIFA mendapat tanggapan beragam, dengan sebagian pihak mendukung konsistensi penerapan aturan, sementara yang lain menilai badan sepak bola dunia itu seharusnya mengambil langkah disipliner.(*)