Sosial Media
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    CONNECTING TRANSMISSION...
    Home Berita Featured Piala Dunia Sepak Bola Sepak Bola Internasional Spesial Timnas Argentina Timnas Mesir

    Pelatih Mesir Bongkar Arti Gestur X di Laga Vs Argentina, Sindir Lionel Messi - RCTI Plus

    4 min read

     

    Pelatih Mesir Bongkar Arti Gestur X di Laga Vs Argentina, Sindir Lionel Messi

    ATLANTA, iNews.id – Pelatih Timnas Mesir Hossam Hassan melontarkan kritik keras selepas tersingkir secara dramatis dari Argentina pada babak 16 besar Piala Dunia 2026, Selasa (7/7/2026) malam WIB. Dia juga menjadi sorotan setelah memperagakan gestur berbentuk huruf "X" saat timnya kalah 2-3 dari sang juara bertahan.

    Mesir sebenarnya berada di atas angin setelah unggul 2-0 atas Argentina. Namun, keunggulan tersebut sirna dalam 11 menit terakhir pertandingan yang berlangsung di Atlanta.

    Kapten Tottenham Hotspur, Cristian Romero, membuka harapan Argentina lewat gol yang memperkecil ketertinggalan. Setelah itu, Lionel Messi mencetak gol penyama kedudukan melalui tendangan setengah voli dari jarak sekitar 12 meter.

    Drama berlanjut pada masa injury time. Gelandang Chelsea, Enzo Fernandez, mencetak gol kemenangan lewat sundulan dari jarak sekitar 12 meter pada menit ke-92 sekaligus memastikan Argentina membalikkan keadaan menjadi 3-2.

    Gestur X Jadi Sorotan Besar

    Kemenangan Argentina tidak lepas dari kontroversi. Para pemain Mesir memprotes proses terjadinya gol Messi karena menilai ada pelanggaran dalam rangkaian serangan sebelumnya.

    Sebelumnya, Mesir juga sempat mengalami kekecewaan ketika satu gol dianulir akibat pelanggaran yang terjadi jauh sebelum Mostafa Ziko memasukkan bola ke gawang. Ziko akhirnya tetap mencetak gol beberapa menit kemudian, tetapi kubu Mesir tetap mempertanyakan sejumlah keputusan wasit.

    Ketegangan memuncak pada masa tambahan waktu ketika pelatih Hossam Hassan menerima kartu kuning dari wasit asal Prancis, Francois Letexier. Saat berjalan menghampiri sang pengadil lapangan, Hassan memperagakan gestur huruf "X".

    Letexier kemudian terlihat berbicara cukup lama dengan Hassan dan saudara kembarnya yang juga menjadi pelatih Mesir, Ibrahim Hassan. Ibrahim bahkan sempat berusaha menurunkan tangan Hassan sebelum memberikan gestur jempol kepada wasit. Pertandingan kemudian dilanjutkan hingga peluit panjang dibunyikan.

    Gestur "X" selama ini dikenal sebagai sinyal yang umum digunakan untuk melaporkan dugaan tindakan rasisme. Meski begitu, belum ada kepastian apakah gestur Hassan memang ditujukan untuk melaporkan dugaan rasisme atau memiliki makna lain, mengingat reaksi bangku cadangan Mesir juga tidak memberikan penjelasan yang jelas.

    Hossam Hassan Tuding Ada Ketidakadilan

    Dalam konferensi pers seusai pertandingan, Hassan tidak menjelaskan secara langsung makna gestur tersebut. Dia justru melontarkan kritik tajam terhadap FIFA dan wasit Francois Letexier.

    Dia mengatakan, "Kami tidak melihat adanya rasa hormat atau sportivitas. Penalti kami dibatalkan, lalu peluang kedua yang seharusnya diperiksa sebagai penalti untuk kami bahkan tidak diperiksa oleh VAR," kata Hassan dikutip dari Sport Bible.

    Hassan melanjutkan, "Gol kedua kami juga secara mengejutkan, apa pun alasannya, dianulir. Tampaknya ada tekanan dari pihak Argentina kepada wasit yang akhirnya menghasilkan situasi seperti ini."

    Dia kemudian menambahkan, "Hidup memang tidak adil. Dunia juga tidak adil. Tetapi mengapa tidak ada keadilan dalam olahraga? Saya tidak yakin dengan hasil ini maupun cara pertandingan ini berlangsung."

    Hassan juga mengungkapkan Mesir sebelumnya telah menyampaikan keberatan atas penunjukan Francois Letexier, yang berasal dari Prancis, sebagai wasit pertandingan.

    Dia menegaskan, "Kami bermain lebih baik daripada juara dunia bertahan—lebih baik dalam segala hal—tetapi hasil pertandingan dipengaruhi faktor internal di lapangan dan faktor eksternal di luar lapangan."

    Hassan bahkan melontarkan dugaan lain dengan mengatakan, "Mungkin mereka ingin mempertahankan juara dunia di turnamen ini. Mungkin mereka ingin Messi tetap bertahan dalam persaingan."

    Argentina selanjutnya akan menghadapi Swiss di perempat final, Minggu (12/7/2026) pagi WIB.

    Berita Pilihan

    image-Insiden Penembakan Dekat Markas Timnas Inggris Bayangi Piala Dunia 2026

    Original Source

    Komentar
    Additional JS