Pantang Menyerah Jadi Mantra, Veda Angkat Indonesia 10 Kali Lipat di MotoGP dalam Setengah Musimnya - Semua Halaman - Bolasport
Terverifikasi Administratif dan Faktual oleh Dewan Pers
Selasa, 14 Juli 2026 | 06:00 WIB
Pembalap Honda Team Asia, Veda Ega Pratama (no 9), bersaing di dalam rombongan dalam balapan Moto3 Jerman di Sachsenring, Jerman, Minggu (12/7/2026). (HONDA TEAM ASIA)
BOLASPORT.COM - Veda Ega Pratama melampaui ekspektasi dalam musim pertamanya di Grand Prix. Prestasi pembalap Indonesia pun dikatrol berkali-kali lipat dengan pendekatannya yang tak kenal menyerah.
Sebelum Veda Ega Pratama mentas, dunia balap motor Indonesia berada di fase di mana bisa ikut berlomba saja telah membanggakan.
Maklum, tidak mudah untuk bisa menembus MotoGP dan dua kelas di bawahnya ketika ajang itu menjadi trofi tertinggi di dunia balap motor.
Sementara jika berbicara hasil, butuh waktu lama untuk melihat peningkatan kendati akhir-akhir ini progresnya eksponensial.
Ada rentang waktu 14 tahun dari poin pertama Doni Tata Pradita berkat finis ke-15 pada GP 250cc di China pada 2008 sampai posisi ke-14 Mario Suryo Aji pada Moto3 Indonesia 2022.
Tiga tahun berselang dan Mario Aji menghadirkan 10 besar pertama dalam balapan saat finis ke-9 pada Moto2 Americas 2025.
Tahun ini Veda Ega Pratama membawanya ke level yang lebih tinggi dengan penampakan perdana bendera Merah Putih di podium setelah finis ketiga dalam balapan Moto3 Brasil.
Gebrakan Veda tak cuma sekali tetapi konsisten. Dia pun telah meraup 90 poin untuk bertengger di peringkat keenam klasemen sementara pada paruh musim.
Sebagai perbandingan, total poin tertinggi dalam semusim bagi rider Indonesia ialah 8 poin oleh Mario Aji ketika sayangnya hanya tampil 12 kali pada Moto2 2025 karena cedera.
Satu karakter unggul yang mendorong pembalap berusia 17 tahun asal Gunung Kidul lebih jauh ialah semangat juangnya dalam persaingan.
"Saya terus memacu sampai akhir dan bertarung sekeras mungkin dengan grup kedua," ucap Veda setelah finis ke-8 dalam balapan terkini di Sachsenring, Jerman, akhir pekan lalu.
Balapan Veda selumbari menjadi sulit akibat insiden pada awal balapan. Bahkan dia masih berada di posisi ke-12 pada lap penultima alias sebelum lap terakhir.
Semangat pantang menyerah tak cuma sekali ini saja ditunjukkan kampiun Asia Talent Cup itu.
Malahan, sejak kejuaraan kembali ke daratan Eropa, Veda rentan memulai balapan dari luar posisi 10 besar. Namun, dia selalu menemukan cara untuk kembali ke barisan depan.
Dari delapan seri yang dilalui, enam kali Veda dapat finis di posisi yang lebih tinggi daripada posisi startnya dengan total 49 posisi dipangkasnya.
Jangan lupakan juga comeback Veda ketika GP Prancis ketika dia finis ke-4 setelah terdesak ke posisi 14 karena insiden pada lap pertama.
| RAPOR VEDA HINGGA PARUH MUSIM | ||||||||
| Seri | Sirkuit | Posisi | ||||||
| FP1 | PR | FP2 | Q | Race | ||||
| Start | Finis | Progres | ||||||
| 1 | Buriram (THA) | 5 | 8 | 12 | 4 | 5 | 5 | |
| 2 | Goiania (BRA) | 8 | 3 | 11 | 4 | 4 | 3 | ↗1 |
| 3 | COTA (USA) | 14 | 13 | 9 | 4 | 4 | GF | |
| 4 | Jerez (SPA) | 23 | 15 | 11 | 16 | 17 | 6 (5*) | ↗11 |
| 5 | Le Mans (FRA) | 10 | 8 | 19 | 5 | 6 | 4 (3*) | ↗2 |
| 6 | Catalunya (CAT) | 22 | 18 | 12 | 20 | 20 | 8 (7*) | ↗12 |
| 7 | Mugello (ITA) | 20 | 9 | 21 | 13 | 12 | 8 | ↗4 |
| 8 | Balaton Park (HUN) | 26 | 2 | 20 | 9 | 9 | 16 | ↘7 |
| 9 | Brno (CZE) | 22 | 14 | 22 | 8 | 20 | 5 | ↗15 |
| 10 | Assen (NED) | 20 | 23 | 13 | 7 | 7 | GF | |
| 11 | Sachsenring (GER) | 23 | 1 | 20 | 13 | 13 | 8 | ↗5 |
| *) Posisi akhir naik satu tingkat karena lawan didiskualifikasi. | ||||||||
Daya juang Veda juga muncul dari kondisi yang dialaminya.
Berlomba dengan Honda di Moto3 tidak pernah mudah ketika KTM mendominasi. Bahkan Veda satu-satunya penunggang motor Honda di 10 besar klasemen sementara.
Tantangan esktra tak membuat dia gentar. Hasil posisi ke-5 dalam balapan GP Ceko menjadi contoh ketika kemampuannya berbicara banyak.
Veda merebut posisi ke-5 setelah start dari posisi ke-20 dan bertahan di grup terdepan sampai akhir di sirkuit di mana kekurangan motornya dalam tenaga terlihat lebih jelas.
Manajer Tim Honda Team Asia, Hiroshi Aoyama, pun positif dengan progres yang ditampilkan Veda dalam musim debutnya ini.
Penilaian itu diungkapkannya lagi setelah balapan GP Jerman yang menandai dimulainya jeda paruh musim.
"Dia berjuang dengan hebat untuk kembali naik ke posisi kedelapan. Ini bukanlah balapan yang mudah, tetapi ia tidak pernah menyerah dan terus berjuang hingga garis finis."
"Yang terpenting adalah ia memperoleh lebih banyak pengalaman dan berhasil menyelesaikan balapan kompetitif lainnya dalam kondisi yang berbeda."
"Saya rasa ia telah mengambil langkah maju yang penting lagi akhir pekan ini," tukas Aoyama.
Prestasi di level junior telah membuktikan bahwa Veda adalah permata dalam dunia balap.
Musim pertama yang menantang bagi The Rocket Boy di Moto3 harus dinikmati prosesnya karena batu permata justru makin mengilap setelah diasah berulang-ulang.