NTT Matangkan Strategi usai Resmi Ditetapkan sebagai Tuan Rumah PON - RRI

RRI.CO.ID, Kupang - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur mulai mengakselerasi berbagai langkah strategis setelah resmi menerima Surat Keputusan penetapan sebagai tuan rumah bersama Pekan Olahraga Nasional XXII Tahun 2028 dengan NTB serta DKI Jakarta sebagai tuan rumah penyangga, pada 23 Juni 2026. Dukungan penuh dari DPRD NTT memperkuat optimisme daerah dalam mempersiapkan penyelenggaraan ajang olahraga nasional tersebut secara maksimal.
Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga Nusa Tenggara Timur, Dr. Alfonsus Theodorus menyampaikan upaya pemerintah menghadapi tuan rumah PON dalam dialog Kupang Menyapa, di RRI Kupang, Jumat 17 Juli 2026. Menurut Alfonsus Theodorus, dana cadangan PON sudah disahkan senilai 250 miliar rupiah/ dan fiskal sudah disimpan mulai tahun 2026.
Tahun 2026 sebesar Rp75 miliar, tahun 2027 sebesar Rp75 miliar, dan tahun 2028 sebesar Rp100 miliar. “Dari angka ini kami sudah melakukan perhitungan-perhitungan teknis,” katanya.
“Nah tentu saja perhitungan-perhitungan teknis ini harus bisa menjawab apa yang menjadi komponen-komponen dari pada suatu penyelenggaraan PON. Pada saat kita di KONI kemarin rapat tanggal 9 Juli, Pa Ketum Koni Nusa Tenggara Timur sudah memberi arahan kepada saya," ucapnya.
Menurutnya, Ketua Umum KONI NTT, Melki Laka Lena selaku Gubernur NTT menyampaikan bahwa, skema pelaksanaan PON yang dibangun di NTT dalam penyelenggaran PON adalah skema gotong royong. Ia menjelaskan bahwa, ini merupakan skema yang harus dilakukan karena keterbatasan fiscal di Pemerintah Provinsi dan Kabupaten-Kota, sehingga skema yang paling mungkin dan tepat dilakukan adalah gotong royong.
Ketua DPRD NTT, Ir. Emilia Nomleni menyampaikan bahwa, sejak awal digaungkannya Nusa Tenggara Timur sebagai tuan rumah PON bersama NTB, DPRD mendukung penuh dalam kondisi keterbatasan anggaran maupun sarana prasarana olahraga pendukung. Menurut Emi Nomleni, tuan rumah PON merupakan sebuah kesempatan baik untuk menyampaikan kepada dunia luar tentang kondisi NTT yang memiliki banyak potensi, dengan berbagai konsekuensinya.
“Sejak awal kita sudah bersama-sama pemerintah untuk menyiapkan anggaran setiap tahunnya kita mencoba untuk menetapkan dana cadangan. Setiap tahunnya kita menyiapkan anggaran, dan tentunya DPRD memiliki komitmen yang sama dengan pemerintah untuk melaksanakan tanggungjawan yang diberikan pemerintah kepada kita untuk melaksanakan PON,” kata Ketua DPRD NTT.
“Sehingga untuk penganggaran tentunya kita sangat memahami dengan kondisi-kondisi kita hari ini, tetapi kita bisa membuat dana-dana cadangan sejak tahun 2026 sampai di tahun 2028 nanti. Nah kita harapkan, skema ini benar-benar terlaksana untuk suksesnya pelaksanaan PON di NTT,” ucap Emi Nomleni.
Memantapkan persiapan menghadapi tuan rumah PON, KONI Nusa Tenggara Timur menggelar Rapat Kerja Daerah bersama KONI Kabupaten-Kota dan Pengurus Cabang Olahraga Provinsi di Kota Kupang, Jumat 17 Juli 2026. Agenda yang dilakukan dalam rakerda KONI NTT 2026 adalah, pembahasan rancangan program KONI Provinsi tahun 2026-2030, membahas tindak lanjut hasil Munaslub Koni Pusat Tahun 2026, membahas strategi pembinaan olahraga prestasi menuju PON, dan menetapkan jumlah cabang olahraga dan venue pertandingan yang akan tersebar pada Kabupaten-Kota di Provinsi NTT dalam penyelenggaraan PON ke-22 Tahun 2028. (at)