Sosial Media
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    CONNECTING TRANSMISSION...
    Home Berita Featured FIFA Keuangan Piala Dunia Saham Sepak bola Sepak Bola Internasional Spesial

    Negara-negara Eropa Ancam Boikot Piala Dunia gegara Wacana Jual Saham - detik

    3 min read

     


    Bayu Baskoro - detikSport Rabu, 29 Jul 2026 11:00 WIB

    Nyon -

    FIFA berencana menjual saham Piala Dunia dengan membangun perusahaan komersial. Langkah tersebut ditentang UEFA, hingga muncul ancaman boikot!

    Proposal baru sedang digodok Presiden FIFA Gianni Infantino. Dia berencana membangun FIFA Forward Eterprise (FFE), perusahaan swasta yang nantinya mengelola turnamen-turnamen seperti Piala Dunia dan Piala Dunia Antarklub.

    Sebagian besar saham FFE masih akan dikuasai FIFA, tapi sisanya dijual kepada investor. Valuasi perusahaan ditaksir mencapai 20 miliar dolar AS (sekitar Rp362 triliun).

    Wacana pembentukan FFE sebagai pengelola Piala Dunia di luar FIFA mendapat tentangan keras UEFA. Federasi tertinggi sepakbola Eropa ini menilai langkah yang diambil Infantino telah kelewat batas.

    Dalam pernyataan resminya, UEFA mempertanyakan transparansi keuangan mengenai siapa yang diuntungkan secara finansial. FIFA disebut tak punya hak menjual saham Piala Dunia.

    Menukil Sky News, negara-negara di bawah naungan UEFA akan mengadakan pertemuan virtual pekan ini. Rapat tersebut akan mendiskusikan penolakan atas rencana FIFA, serta pertimbangan opsi boikot Piala Dunia apabila Infatino tetap kukuh mempertahankan rencananya.

    🚨🚨 𝗕𝗥𝗘𝗔𝗞𝗜𝗡𝗚: European nations are discussing boycotting the World Cup if FIFA president Gianni Infantino proceeds with plans to sell part of the organisation's commercial business to private investors.

    UEFA associations will hold an emergency meeting this week, with… pic.twitter.com/JHS2fnOQQd

    — The Touchline | 𝐓 (@TouchlineX) July 28, 2026

    Ini bukan kali pertama UEFA berselisih paham dengan FIFA terkait Piala Dunia. Presiden UEFA Aleksander Ceferin melakukan aksi boikot di final Piala Dunia 2026 sebagai bentuk protes terhadap kebijakan-kebijakan yang diambil FIFA.

    Beberapa kebijakan yang ditolak UEFA yakni kenaikan tiket pertandingan Piala Dunia 2026 yang dianggap menyulitkan penggemar. UEFA turut menolak penerapan hydration break yang dianggap dalih untuk kehadiran iklan, serta mengecam wacana pemberlakuan 64 tim untuk edisi Piala Dunia 2030.

    (bay/raw)

    Komentar
    Additional JS