Sosial Media
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    CONNECTING TRANSMISSION...
    Home Berita Direktur Teknik IFAB Embolo Featured Media Spanyol Sepak Bola Sepak Bola Internasional Spesial

    Media Spanyol Bantah Asumsi Publik soal Kartu Merah Breel Embolo: IFAB Bukan Mengakuinya sebagai Kesalahan - Viva

    5 min read

     

    Breel Embolo dikartu merah wasit Joao Pinheiro saat Swiss menghadapi Argentina

    Rabu, 29 Juli 2026 - 10:58 WIB

    VIVA – Media Spanyol membantah asumsi publik bahwa kartu merah Breel Embolo diakui sebagai kesalahan oleh IFAB. Mereka menekankan bahwa peristiwa itu akan menjadi tinjauan tambahan untuk VAR.

    Baca Juga

    Dewan Asosiasi Sepak Bola Internasional (IFAB) merilis pernyataan soal peristiwa kesalahan identitas yang dikoreksi oleh VAR. Pada Selasa (28/7/2026) kemarin, mereka mengatakan bahwa VAR tidak seharusnya digunakan untuk mengubah pelanggaran itu sendiri.

    "Kartu kuning [peringatan] yang bukan kartu kuning kedua hanya dapat ditinjau untuk mengidentifikasi pemain yang melakukan pelanggaran yang dihukum; pelanggaran itu sendiri tidak dapat ditinjau/diubah," kata IFAB, dilansir Reuters.

    Baca Juga

    Hal ini kemudian berujung kepada asumsi perihal kartu merah Breel Embolo. Sang striker Swiss dikartu merah di babak kedua melawan Argentina dalam duel di perempat final Piala Dunia 2026.

    Laga itu berakhir dengan kemenangan 3-1 untuk Argentina melalui babak perpanjangan waktu. Namun, Albiceleste sempat tertekan setelah Dan Ndoye mencetak gol penyeimbang dan situasi berubah setelah kartu merah Embolo.

    Baca Juga

    Pihak Swiss mengkritisi keputusan wasit Joao Pinheiro. Namun, klarifikasi mengenai situasi ini baru datang setelah Piala Dunia 2026 usai.

    Meski mengindikasikan bahwa ada kesalahan dalam penerapan VAR terhadap kartu merah Embolo, IFAB juga menekankan bahwa tinjauan itu akan ditambahkan dalam evaluasi. Namun, aturan ini tidak akan digunakan hingga tinjauan selesai.

    "Penggunaan klausul identitas yang salah untuk menangani simulasi selama Piala Dunia FIFA 2026 diterima dengan baik dan akan dimasukkan dalam tinjauan rinci protokol VAR... namun, hal itu mungkin tidak digunakan sampai tinjauan tersebut selesai," tambahnya.

    Media Spanyol, Archivo VAR, membantah asumsi publik bahwa pernyataan tersebut adalah bentuk pengakuan IFAB terhadap kesalahan kartu merah Embolo. “IFAB tidak mengakui bahwa mengirim Embolo keluar lapangan adalah sebuah kesalahan,” demikian judul dari Archivo VAR.

    Archivo VAR menekankan bagaimana headline terputar balik di ranah publik karena kesalahan penerapan dalam penggunaan VAR oleh Pinheiro. Itu bukannya mengakui kartu merah Embolo sebagai kesalahan, melainkan evaluasi terhadap penerapan penggunaan VAR.

    “Poin kedua, dan yang diputarbalikkan oleh judul berita, adalah bahwa IFAB mengakui bahwa penerapan aturan tersebut melampaui apa yang ditetapkan dalam protokol, meskipun mengakui bahwa arahan yang dikeluarkan oleh FIFA selama Piala Dunia telah ‘diterima dengan baik’ oleh IFAB sendiri dan membuka pintu untuk mengaturnya di masa mendatang, membentuk bagian ringkas dari peraturan,” tulis Archivo VAR.

    “Judul berita di surat kabar langsung menggambarkan kartu merah yang diberikan kepada Embolo sebagai kesalahan yang membawa Argentina kembali ke permainan. Dan di sinilah kita perlu bersikap tepat, tanpa bertele-tele,” sambungnya.

    Archivo VAR menekankan bahwa IFAB menyampaikan klarifikasi dengan kata-kata yang buruk sehingga ditafsirkan kepada berbagai hal. Kartu merah Embolo bisa dibenarkan karena sang striker benar-benar diving, hanya penggunaan VAR yang perlu dikoreksi ke depannya.

    “Surat Edaran 34 bukanlah dakwaan terhadap Argentina, juga bukan pengakuan pencurian. Ini adalah ulah IFAB yang sama seperti biasanya: aturan yang dirumuskan dengan buruk dan perlu klarifikasi setelah kejadian,” tulisnya.

    “Interpretasi yang jujur ​​adalah ini: pengusiran Embolo dibenarkan karena ia melakukan simulasi pelanggaran, yang seharusnya mendapat kartu kuning; prosedur untuk menerapkannya adalah arahan FIFA yang belum secara resmi diadopsi IFAB sebagai aturan, tetapi telah mereka ajukan untuk studi lebih lanjut. Segala hal lainnya—mengubah klarifikasi teknis menjadi bukti konspirasi lainnya—sekali lagi, hanyalah kebisingan,” pungkasnya. (rda)

    Presiden FIFA Gianni Infantino berbincang dengan Donald Trump dan Luis de la Fuente

    FIFA Berniat Jual Saham Piala Dunia, Gianni Infantino Sudah Dekati Kerabat Donald Trump

    FIFA berniat untuk menjual saham Piala Dunia seiring dengan berakhirnya turnamen edisi 2026. Presiden Gianni Infantino sudah mendekati kerabat dari Donald Trump.

    img_title

    VIVA.co.id

    29 Juli 2026

    Komentar
    Additional JS