Masih Tunggu Putusan FIFA, Erick Thohir Bocorkan Alasan Banyak Negara Rebutan Jadi Tuan Rumah FIFA ASEAN Cup - Semua Halaman - Bolasport
Terverifikasi Administratif dan Faktual oleh Dewan Pers
Kamis, 2 Juli 2026 | 15:40 WIB
Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia, Erick Thohir, mengatakan bahwa saat ini pihaknya masih menunggu keputusan dari FIFA untuk penentuan tuan rumah FIFA ASEAN Cup 2026. Pasalnya, banyak negara saling berebut. (MUHAMMAD ALIF AZIZ MARDIANSYAH/BOLASPORT.COM)
BOLASPORT.COM - Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Erick Thohir, mengungkapkan perkembangan terkait pencalonan Indonesia sebagai tuan rumah FIFA ASEAN Cup 2026. Menurutnya banyak negara rebutan jadi tuan rumah karena FIFA bakal menanggung seluruh biasa operasional peserta.
FIFA ASEAN Cup 2026 ini sudah menarik perhatian setelah FIFA mengumumkan akan menggelar turnamen di Asia Tenggara ini.
Pasalnya, turnamen ini menjadi sejarah karena pertama kalinya FIFA secara resmi masuk ke level regional di Asia Tenggara.
Namun, jalan Indonesia untuk menjadi tuan rumah dipastikan tidak mudah.
Erick Thohir menyebut bahwa Indonesia harus bersaing dengan beberapa negara ASEAN lainnnya yang juga berminat menggelar ajang bergengsi tersebut.
“Mengenai FIFA Asean Cup, kami masih menunggu keputusan dari FIFA. Kita tahu sekarang ada event besar yaitu Piala Dunia 2026. Memang ada beberapa negara yang mengajukan (sebagai tuan rumah),” ujar Erick Thohir kepada awak media termasuk BolaSport.com, di Jakarta.
Baca Juga: Erick Thohir Buka Suara Terkait Rumor Naturalisasi Pemain Asal Jerman dan Belanda
“Jadi, kita juga berkompetisi dengan beberapa negara. Kami masih menunggu kalau memang nanti kita menang jadi tuan rumah ini luar biasa,” ucapnya.
Erick Thohir mengatakan bahwa Indonesia memang sudah mengajukan menjadi tuan rumah dan apabila terpilih memang luar biasa.
Namun, tak mudah karena banyak negara yang juga ingin menjadi tuan rumah ajang ini.
Pria yang juga menjabat sebagai Ketua Umum PSSI ini membeberkan alasan kenapa banyak negara berebutan ingin menjadi tuan rumah adalah besarnya dukungan finansial yang digelontorkan FIFA.
Menurutnya, FIFA tidak main-main dalam meningkatkan kualitas sepak bola di Asia.
Dalam ajang FIFA ASEAN Cup ini, badan sepak bola internasional tersebut akan menanggung hampir seluruh pengeluaran tim peserta.
“Ini event pertama FIFA secara resmi masuk ke regional. FIFA juga dalam FIFA ASEAN Cup ini mereka juga mengeluarkan dana yang besar karena para tim yang hadir itu nanti hotelnya, pesawat terbang, dan uang juaranya semua dari mereka,” kata Erick Thohir.
“Jadi, banyak negara yang berebutan karena dana yang dikeluarkan negara tidak besar. Ini sebagai momen bagi FIFA meningkatkan performa negara-negara Asia,” ucapnya.
Langkah FIFA ini disebut sebagai upaya untuk mengejar ketertinggalan kualitas sepak bola Asia dari Eropa dan Afrika.
Sebelumnya, FIFA telah sukses memperkenalkan FIFA Arab Cup, dan kini giliran ASEAN yang menjadi fokus pengembangan melalui kompetisi resmi ini.
Upaya PSSI membawa turnamen ini ke Tanah Air pun mendapat angin segara dari pemerintah.
Erick Thohir menegaskan bahwa Presiden Prabowo Subianto telah memberikan komitmen penuh untuk mendukung penyelenggaraan event ini.
Bahkan, dalam pertemuan di Hambalang baru-baru ini, Presiden menyatakan kesuapannya untuk menandatangani dokumen yang diperlukan agar negosiasi dengan FIFA berjalan mulus.
“Bapak Presiden (Prabowo Subianto) kemarin ketika pertemuan di Hambalang, beliau menyampaikan, 'Kami Pemerintah akan mendukung penuh. Saya akan tanda tangan suratnya kalau memang sudah ada negosiasi yang hampir pasti',” ungkap Erick Thohir.
Erick menambahkan, jika Indonesia resmi terpilih, sinergi antar kementerian akan langsung bergerak, mulai dari Kementerian Kesehatan, Keamanan, hingga Kementerian Keuangan terkait urusan logistik dan pajak peralatan pertandingan standar FIFA.
Lebih lanjut, mengenai teknis penyelenggaraan, Erick mengatakan bahwa turnamen ini bakal bergulir pada September dan Oktober.
Apabila format turnamen ini diikuti oleh delapan tim, maka Jakarta dipastikan menjadi prioritas lokasi pertandingan.
Erick Thohir memang belum menyebut secara pasti stadion mana yang akan digunakan.
Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) menjadi kandidat kuat sebagai venue utama.
Namun, kini tengah menghitung kecukupan lapangan latihan yang harus sesuai dengan standar ketat FIFA.
“Kita belum menentukan, tapi yang pasti September dan Oktober. Kalau jumlah timnya delapan, itu saya rasa Jakarta menjadi salah satu prioritasnya, di Gelora Bung Karno,” jelas Erick Thohir.
“Iya mungkin lapangan latihanya perlu banyak. Misalnya mungkin ada satu pendukung lagi selain Gelora Bung Karno. Ada dua (stadion), tapi kita sedang menghitung yang mana yang sesuai dengan standar FIFA karena rumputnya semua kalau kita lihat di Piala Dunia itu rumputnya bagus-bagus,” tuturnya.